
Bagaimana Bayu tidak ikut emosi, mengetahui jikalau anaknya mendapatkan perlakuan tidak baik dari teman sekolahnya. Sekolah dasar memang terkenal masih kecil, cuma saat ini perbuatan mereka tidak mencerminkan seorang anak yang baik. Hati orang tua siapa yang tidak sakit mendengar semua itu. Syukurlah, karena masalah anaknya telah di tangani. Oleh karena ini, maka Bayu akan ektra memantau anaknya. Jangan salahkan dia, jika akan menghadirkan bodyguard untuk sang anak. Supaya hal ini, tidak terjadi lagi. Bayu minta maaf kepada anak dan istrinya karena dia rasa, dia yang harus bertanggung jawab atas semua ini.
Yiren yang mengerti pemikiran suaminya ini, dia hanya menyetujui apapun itu asalkan yang terbaik untuk anak mereka. Yiren paham akan kondisi Viola, dia pasti sangat takut jika mereka memarahinya, padahal tidak mungkin mereka memarahi Viola. Mereka berdua mencoba untuk menghibur Viola, dan membuat seolah permasalahan ini tidak usah di bahas lagi. Tujuh puluh persen anak-anak, tidak terlalu suka hal yang salah terjadi dalam hidup nya di ungkit secara terus menerus.
"Aku main ini ma," kata Viola.
"Iya. Mama temenin, Ikut main juga."
Bayu sedang sibuk mencari calon bodyguard yang bisa dia pekerjakan
Sesuai dengan keinginan dia. Tidak sembarang dia menerima calon pekerja itu, semuanya harus dia nilai secara dengan kriteria yang telah di terapkannya.
Sehingga dia mempercayai separuh tanggung jawab itu pada Arka, dia menyuruhnya untuk mencari calon yang dia inginkan. Jikalau sudah ada, maka dia akan dengan senang hati menyambutnya untuk di lakukan tes selanjutnya.
Protektif Bayu mulai terlihat sekarang, apa lagi setelah kejadian itu. Dia benar-benar tidak ingin anaknya mendapatkan hal buruk lagi. Karena sungguh dia tidak bisa melupakan kejadian yang menyakiti anaknya. Jikalau putrinya bersedih maka dia merasakan lukanya juga, Bayu adalah seorang ayah yang sejati. Dia bisa membuat nomer kesekian pada sesuatu yang lain, akan tetapi tidak untuk anak tercinta. Viola adalah napasnya, separuh dalam hidupnya. Jangan pernah menyakiti anaknya, karena itu dapat menyakiti hati Bayu juga. Yiren paham akan itu, sehingga apa yang menurut Bayu baik untuk Viola akan di dukung sepenuhnya oleh Yiren ini.
__ADS_1
Mereka memang di takdirkan untuk bersama karena saling memahami diri masing-masing.
"Viola mau temenin mama bikinin kue gak?" tanya Yiren.
"Mau dong ma, ajak Papa juga sekalian ya." Di balas anggukan oleh Yiren.
Di sini mereka sekarang, sedang melakukan aktivitas untuk membuat kue. Enak juga malam yang indah di habiskan untuk kompak merecoki dapur. Isengnya Bayu memberi tepung di Yiren dan juga Viola.
Viola tidak terima, sehingga anak dan bapak tersebut terlibat perang tepung menghasilkan tawa yang bersahutan di sini.
"Sepertinya enak Ma," kata Viola
"Kamu enggak sabar ya," kata Yiren.
"Tidak sabar banget," sahutnya lagi.
__ADS_1
_____________________
Arka memenuhi tugas yang di berikan oleh Bayu ke padanya, Walaupun dia sebenarnya masih dalam suasana yang entah bagaimana baiknya. Semenjak om dan tantenya sering bertengkar dia memilih untuk tinggal sendiri di apartemet. Mulanya Dwi melarang, namun dia tau jikalau masih bertahan di rumah tersebut. Mungkin saja om nya kembali menyulut emosi dan mengakibatkan mereka berkelahi lagi. Apa lagi saat ini Tante Dwi sedang mencoba membalikkan suasana dalam pernikahan mereka yang hampir saja berantakan hanya karena pitnah dari mulut Mahira.
Tidak ingin larut dalam masalah ini, terbilang hanya masalah kecil begini. Dia segera mencari satu orang yang benar-benar di inginkan oleh bosnya. Lulus dalam tesnya belum tentu lulus dalam tes Bayu, maka dari itu dia harus hati-hati dan memilih secara efektif.
"Cukup, saya kira kamu akan di terima. Kamu datang saja besok ke alamat ini pada jam enam pagi, jangan sampai telat. "
"Baiklah, Pak. Akan saya laksanakan." Menunduk hormat seraya pergi.
Lalu Arka menghubungi Bayu dan mengatakan dia telah menentukan siapa yang pantas jadi bodyguarnya. Jika juga bilang kalau calon bodyguard itu akan datang pada esok hari, Bayu hanya mengiyakan dan memberi apresiasi untuk Arka dengan menstransfer uang.
Mereka adalah teman bisnis, jadi wjar saja seperti ini. Terlebih juga Bayu tau kalau Arka membutuhkan banyak uang sekarang.
Salah satu kebodohan yang di miliki oleh Arka adalah, uang yang dia miliki selama ini sering ia habiskan dengan berfoya-foya sehingga saat dia membutuhkan lebih banyak uang dia harus bekerja lebih ektra.
__ADS_1
Bersambung