Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB ° Memberi Arahan°


__ADS_3

Akhirnya suami Yiren pulang dari kantornya, Yiren sudah menyambut kepulangannya dengan menunggu di depan pintu. Begitu tadi mendengar mesin mobil yang memasuki garasi rumah, sudah pasti yang datang adalah suaminya.


"Mas, capek ya?" tanya Yiren sambil memeluk Bayu.


Bayu mengusap lengan istrinya dan mencium dahinya. "Tidak kok, rasa lelahku hilang jikalau sudah melihat istri cantikku ini," ujarnya.


"Makin cinta deh, aku sama kamu mas. Walaupun kamu tidak serapi di waktu pagi, kamu tetap keren di mata aku," kata Yiren.


Bagaimana tidak, penampilan suaminya selalu tampil berbeda di saat pagi akan berangkat kerja dan setelah pulang dari kerja. Mungkin harus memikirkan pekerjaan, hingga membuat kusut beberapa bagian pakaiannya.


"Mas, kamu mandi dulu sana. Udah gitu, turun buat makan malam," kata Yiren.


"Iya sayangku. O,ya. Viola di mana?" tanya Bayu.


"Lagi di dapur mas, jadi buruan ya mandinya. Susul kami ke dapur juga," peringat Yiren lagi.


Membersihkan tubuh berkisar lima belas menitan, setelah itu mengganti bajunya dengan outfit rumahan, tentu saja menuju dapur.


Mereka menyantap hidangan makanan untuk malam ini, setelah selesai. Mbo Darmi segera mencuci piring dan gelas yang kotor sementara Yiren menyapu lantai yang terdapat sedikitnya bekas makanan. Sedangkan Bayu mengajak Viola untuk ke ruang keluarga, dan tentu saja Viola dengan segera menunjukkan hasil sekolahnya pada hari ini.


"Apa pr matematikanya udah Viola isi?" tanya Yiren yang baru bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Uda dong ma, coba liat. Viola pinter'kan."sambil menunjukan buku tulis di mana di dalamnya sudah ada coretan soal dan isi dari soal matematika tersebut.


Chup!


Yiren mengecup dahi anaknya, merasa sangat bangga dengan kemandirian anak berusia tujuh tahun ini.


"Papa mau denger hari ini, anak Papa ada kegiatan apa aja di sekolahnya?" tanya Bayu.


"Tadi biasa aja pa, belajar dengan ibu yang baik hati. Ada juga ibu guru yang cerewet banget, Viola sampai di marahi karena ngobrol di kelas," kata Viola.


"Kok di kelas ngobrol, wajar gurunya marah. Mama juga bakalan marah, kalau misalnya mama lagi bicara kamu sibuk dengan yang lain. Lain kali jangan begitu lagi," peringat Yiren.


"Karena temennya Viola Ma, Dia yang ngajak ngomong duluan, bukannya mama bilang kita harus ramah sama semua orang," kata Viola merasa akan dirinya benar.


"Oke mama, besok-besok enggak lagi. Viola sedih kalau di marahi sama guru," katanya.


Agar tidak memperpanjang masalah, Bayu mengambil salah satu buku dari atas meja dan ia mulai menggambar sebuah rumah juga gambar keluarga di depannya. Sangat menakjubkan, Yiren tidak heran tangan ajaib suaminya ini.


"Wow, gambar papa bagus banget."


Menatap penuh kagum hasil gambar yang dia buat hanya dalam beberapa menit.

__ADS_1


"Rumah siapa ini, Pa?" tanya Viola.


"Hanya di gambar saja, ini yang terlintas di otak Papa. Bagus tidak?" tanya Bayu.


"Bagus banget, papa Viola keren deh!" Antusias Viola seraya memeluk leher Bayu sekilas meluapkan rasa senangnya.


Satu poin terbesar, memiliki suami seperti Bayu ini. Dia tidak akan ikut campur jikalau sang istri sudah berperan dalam tugasnya, dia berupaya untuk menciptakan suasana lebih hidup saja. Mengganti topik, setelah topik utama telah di bereskan.


"Hoaam." Viola menguap.


"Apa kata Papa sayang, kalau nguap mulutnya jangan dibuka lebar begitu. Harus di tutup, inget ya."


Viola menggaruk pipinya lembut sambil memunculkan gigi gingsulnya yang lucu.


"Maaf Papa, Viola lupa. Hm, Viola ngantuk banget. Mau istirahat duluan," katanya sambil memberi kecupan selamat malam kepada Mama dan Papanya


"Jadi kamu akan mulai cerita sekarang sayang?" tanya Bayu.


"Iya mas, pemikiran kamu semalam bener si aku ada masalah, cuma udah kelar masalahnya. "


"Kamu akan cerita atau cuma mengatakan intinya saja?"

__ADS_1


"Hehe, aku akan cerita mas. Jadi kamu tau'kan istri Daren. Sih Syafira itu, aku ketemu dia saat kita lagi do Timezone kemarin terus dia menceritakan rumah tangganya yang hancur, karena Daren masih mencintai aku. Terus dia minta aku untuk ikut menyelesaikan masalah keduanya, karena nama aku yang di sangkut pautkan jadinya aku pikir ... akan lebih baik aku ikut mas, dengan begitu aku bisa negasin ke Daren kalau aku ini telah meanta hidup lebih baik sama kamu, awalnya terjadi perselisihan kemudian Daren akhirnya mau rujuk dengan istrinya itu. Aku lega mas, setidaknya aku membantu mengembalikan pernikahan mereka berdua," jelas Yiren.


"Jadi seperti itu, syukurlah jikalau permasalahan mereka telah selesai. Ingat sayang, jika ada masalah begini lagi kamu harus hubungi aku dulu," peringat Bayu


__ADS_2