
Perusahaan Leonardo Group.
Sudah empat tahun berlalu dan selama itu sikap Nando Putra Leonardo semakin dingin hingga membuat orang tak berani membuat masalah untuknya, seperti contohnya karyawan yang membuat masalah untuk perusahaan ia langsung memberinya pelajaran.
Nando berdiri tegak di jendela banyak kendaraan ia memenjamkan matanya bayangan malam itu masih menghantuinya.
" Sudah empat tahun dimana kau sekarang, apakah kau sudah menikah atau bahagia?. Apakah aku harus melupakan kejadian itu atau kau miliki anak dariku" fikiran Nando.
Kret
Pintu terbuka masuklah El ia melihat sahabat sekaligus bosnya seperti itu membuatnya sedih mungkin dengan kabar ini membuatnya sedikit tenang.
" Nando" panggil El.
" Hmmm"
" Mereka sudah menemukannya" kata El. Pernyataan El membuat Nando terkejut dan bahagia apakah sekarang dia akan dapat melihat atau memilikinya.
Nando membalikan tubuhnya, El menyerahkan data diri Alisia yang berhasil anak buahnya temukan meski pun membutuhkan waktu empat tahun.
" Nama Alisia Arsyad putri dari pasangan Johan Arsyad dan Voke Arsyad almahum, setelah ibunya meninggal Johan Arsyad menikah lagi dengan Wulan yang memiliki putri Yeni usianya tak jauh dari Alisia..
__ADS_1
Alisia sempat dijodohkan dengan putra sahabatnya tapi menjelang pernikahan batal karena Alisia diketahui hamil, Johan bertanya siapa ayahnya tapi Alisia tidak tahu dan dia diusir "
" Nando" panggil El, melihat Nando menahan emosinya.
" Mereka mengusirnya dan sekarang dia ada dimana? " Nando, menggengam tangannya menahan amarah yang dirasakannya.
" Mereka sudah mencarinya seluruh Indonesia dan negara sekitar tak di temukan makanya membutuhkan waktu empat tahun" kata El.
" Terus sekarang kita harus mencarinya kemana? " Nando, mengusap wajahnya secara kasar.
" Nando, tinggal dua negara yang belum mereka jelajahi, Australia dan London" kata El. Perkataan El membuat Nando bahagia.
" Biar mereka mencarinya ke Australia dan kita akan mencarinya disini " kata Nando, senyum tipis El melihatnya ikut bahagia karena sahabatnya kembali tersenyum.
Nyonya Inggrit dan tuan Anjas sedang menuju putranya membicarakan acara ulang tahun pernikahan mereka ke tiga puluh satu tahun.
" Dad anak itu lama sekali mommy kan membahas gaun keluarga yang akan kita pakai" kata nyonya Inggrit, tak sabar menanti putranya.
" Tuan, nyonya. Tuan muda sudah datang" kata bibi. Nando dan El masuk bersama menyapa orangtuanya.
Mereka terkejut melihat Nando tersenyum bukan wajah dingin yang selalu ia tunjukan sejak empat tahun lalu.
__ADS_1
" Nak mommy bahagia melihatmu senyum bukan wajah dinginmu" kata nyonya Inggrit, tuan Anjas juga memperhatikan wajah putranya.
" El apa yang terjadi padanya? " tuan Anjas, penasaran dengan putranya.
" Om"
" Dad, mom. Kami hampir menemukannya" kata Nando, menghentikan pembicaraan El.
" Menemukan siapa, nak? " Nyonya Inggrit.
" Nando katakan pada mom, kamu jangan pergi dulu kita harus membicarakan pakaian yang kita gunakan untuk pesta nanti" teriak nyonya Inggrit, melihat putranya pergi.
" Mom saja yang mengurusnya" kata Nando, melanjutkan ke kamarnya.
" Dasar anak ini" nyonya Inggrit kesal.
" El, katakan pada om apa yang dimaksud dengannya tadi? " tuan Anjas. ia tahu kalau El mengetahuinya.
El menceritakan semuanya kalau mereka menemukan wanita bersama Nando waktu itu walau keberadaannya belum dipastikan.
" Om akan memerintahkan anak buah om membantu mencarinya disini" kata tuan Anjas.
__ADS_1
" Dad, mom nggk sabar lagi menemuinya, ini sudah empat tahun selama ini anak itu hanya menyibukan dirinya mungkin dengan kabar ini ia sedikit senang" kata nyonya Inggrit, mengkhawatirkan keadaan putranya.
Mereka berharap agar secepatnya menemukan Alisia secepatnya.