
Restoran
Alisia, Disa dan Deniz sudah sampai di restoran. Alisia membawa kedua anaknya ke CFC.
" Bunda Disa ingin ada es krim dan kentang" Fina menyebut keinginannnya.
" Kalau putra bunda ini? " Alisia, pada putranya yang asyik dengan sendirinya.
" Bunda, kak Deniz pasti suka ayam dan choklat panas" kata Disa, Alisia tersenyum, mengelus kepalanya dan memesan yang mereka inginkan.
Setelah mengambil pesanan mereka menuju kursi.
Brak
Disa tak sengaja menabrak seseorang. " Dek kamu tak apa? " seorang, membantu Disa berdiri.
Disa cemberut. " Om hati-hati dong matanya lihat Disa sampai jatuh baju ini kesukaan Disa" kata Disa, yang sebelumnya menunduk kepala membersihkan roknya dan mengangkat orang di hadapannya.
Deg
Orang yang menabrak Alisia terkejut melihat parasnya ia mengingat seseorang yang ia kenal.
" Disa, darimana saja bunda sudah khawatir" kata Deniz, kesal pada adiknya.
saat Deniz dan Alisia sudah menemukan tempat duduk tapi mereka tak menemukan Disa yang berjalan belakang.
__ADS_1
" Astaghfirrurrah, Disa" kata Alisia, sedih tak melihat putrinya.
" Bunda, biar Deniz mencarinya. Bunda tenang duduk disini" kata Deniz, meminta Alisia tenang.
Alisia meminta putranya berhati dan telah bersama Disa harus segera kembali.
Kembali ke tempat Disa.
Orang yang bersama Disa semakin terkejut melihat Deniz mendekat.
" Nando" El berkata dalam hati. Emang orang yang menabrak Disa adalah El. Dia ingin mengambil berkas yang tertinggal.
" Kakak, semua ini salah om ini lihat rok Disa kotor" kata Disa, cemberut.
" Sudahlah ayo ke tempat bunda, bunda khawatir " kata Deniz, dahinya mengeringit saat El menatapnya dengan tajam. Deniz menarik tangan Disa menuju ke tempat Alisia yang telah menunggu.
" El, kamu sudah menemukannya " kata Nando.
El terus menatap mereka. "Sudah di tanganku, Nando"
" Sudahlah ayo cepat ke mobil kita harus segera ke perusahaan, aku tak ingin membuang waktu " kata Nando, memutuskan panggilannya.
El menghela nafasnya melihat Nando sudah memutuskan panggilannya.
" Aku akan memberitahunya setelah tiba di kantor nanti, Jika mereka memang anak Nando ia pasti bahagia memiliki anak kembar. Apa aku harus memberitahu om agar pencarian di Austria di hentikan dan fokus di negara London.
__ADS_1
El segera ke tempat Nando ia tak ingin bos sekaligus sahabatnya menunggu lama.
" El, kenapa lama kita masih memiliki banyak kerja dan kita harus mencari keberadaan Alisia. Ayo jalankan mobilnya" kata, Nando, fokus dengan tabletnya.
El lebih memilih menunda mengatakannya melihat kesibukan Nando.
Cabang perusahaan Leonardo Group.
Nando menyelesaikan pekerjaan sampai larut hingga El tak memiliki kesempatan untuk mengatakannya. Akhirnya mereka kembali dan menuju apartemen.
Keesokan harinya El segera ke kamar Nando ia tak ingin membuang waktu lagi sebelum Nando memarahinya jika telat menyampaikannya.
Tok tok
Nando yang baru saja selesai mandi membuka pintu.
" El, tunggu aku akan memakai baju setelah ini kita melanjutkan pencarian kita, kamu sudah memberitahu anak buah untuk melebar pencarian" kata Nando, memakai pakaiannya.
" Nando aku ingin mengatakan sesuatu" kata El, masih berdiri di depan pintu.
" Jika kamu ingin bicara mengenai perusahaan nanti saja" kata Nando, mengacuhkannya.
El menghela nafasnya jika tak segera menyampaikannya orang di depannya akan menyalahkannya.
" Nona Alisia ada di sini" kata El.
__ADS_1
Deg
Nando merasakan jantungnya berdetak sangat cepat saat El mengatakan kalau wanitanya di london.