Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 19


__ADS_3

Terdengar suara terbuka Nando semakin gugup melihat wanita yang telah bertahta dalam hatinya sejak lima tahun lalu.


" Assalamualaikum " ucap Alisia.


" Wassalamualaikum" balas karyawan.


" Nona mereka sudah menunggu anda di tempat biasa" sambungnya.


" Baiklah aku akan menemuinya tolong kamu bawakan katalogku di atas meja" kata Alisia, meminta karyawannya untuk membawakan desainya.


Karyawan pamit sedangkan Alisia menemui tamunya.


" Assalamualaikum " kata Alisia. Nando yang sebelumnya tak berani menatap Alisia hanya fokus dengan HP sedangkan El menunggu kejadian yang akan terjadi.


" Wassalamualaikum salam" kata Nando, menatap sendu ke arah Alisia.


Deg


Mata Alisa melotot melihat orang di hadapannya ia teringat kembali orang yang telah merampas kehormatannya dan sekarang memiliki anak kembar yang sangat ia cinta


Air mata Alisia berjatuhan ia merasa takut jika orang di hadapannya tahu ada anak kembar dari hasil malam kelam itu, entah Alisia merasa takut akan kehilangan anak kembarnya.


Nando semakin bersalah melihat ketakutan yang di tunjukan oleh Alisia.

__ADS_1


" Aku"


" Pergi dari sini" teriak Alisia. Teriakan Alisia membuat orang menatap ke arahnya. El yang menyadari ini tak baik ia segera meminta orang untuk pergi dengan memberi ganti rugi ia juga meminta butik ini di tutup.


" Stop jangan mendekati" teriak Alisia, menangis histeris melihat Nando mendekatinya ia menggelengkan kepalanya.


" Alisia tenanglah aku hanya ingin bicara " kata Nando, dengan nada lembut.


Jika ada yang mengenal Nando Putra Leonardo bicara lembut pada seorang wanita ia pasti takkan percaya.


" Tak ada yang perlu di bicarakan sekarang pergilah" teriak Alisia.


Brug Alisia jatuh pingsan membuat Nando cemas.


Nando menepuk muka pucat Alisia ia berusaha menyadarkan Alisia.


" Maaf tuan sebaiknya bawa nona ke rumahnya" kata karyawan, mengkhawatirkan keadaan Alisia.


Nando segera menggendong Alisia membawanya ke rumahnya dan El mengikuti dari belakang.


" Kakak" teriak Andin terkejut melihat Alisia tak sadarkan diri dalam gendongan orang asing. Andin baru saja pulang dari supermarket ketika ia tiba di depan rumah ia terkejut melihat Alisia.


Andin berlarian mendekati Nando." Kalian, apa yang kalian lakukan pada kakakku" kata Andin, dengan tegas dan menatap tajam ke arah Nando dan El secara bergantian.

__ADS_1


" Nona biar kami membawa nona Alisia ke dalam" kata El, tak menanggapi perkataan Andin.


Andin sangat emosi mendengar tapi melihat keadaan Alisia ia berusaha merendam amarahnya.


"Mari ikut saya" kata Andin, membuka pintu dan membawa ke kamar Alisia. Ibu Sukma yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya terkejut melihat keadaan Alisia.


" Nak apa yang terjadi dan siapa mereka? " ibu Sukma, melihat Nando masuk ke kamar Alisia.


" Ibu aku juga tak tahu ketika aku kembali dari supermarket aku sudah melihat mereka bersama kak Alisia" kata Andin.


Nando meletakan Alisia ke atas kasurnya dengan hati - hati ia tersenyum sambil mengelus kepala Alisia.


" Nak bisa kita bicara di luar biar nak Alisia bisa istirahat " kata ibu Sukma.


Ibu Sukma dan Andin terkejut melihat wajah Nando yang sangat mirip dengan si kembar terutama Deniz, Mereka duduk di ruang tamu ibu Sukma dan Andin tak henti menatap ke arah Nando.


" Siapa orang ini dan Wajahny sangat mirip dengan si kembar apakah " dalam fikiran ibu Sukma dan Andin.


" Astaghfirrurrah" ucap ibu Sukma, sadar dari keterjutannya.


" Andin bawakan minuman" kata ibu Sukma, Andin menanggukan kepalanya, segera menyiapkan minuman.


" Nak bisa jelaskan apa yang terjadi hingga Alisia tak sadarkan diri? " Ibu Sukma. Nando menghela napasnya ia tahu ibu ini sangat dekat pada Alisia.

__ADS_1


Akhirnya Nando menceritakan semuanya pada ibu Sukma sampai Alisia tak sadarkan diri.


__ADS_2