
Butik Sia
Para pengunjung ramai mendatangi butik Alisia setelah pernikahan artis kemaren butik Alisia semakin di kenal oleh orang, Alisia tersenyum menyambut para tamu yang datang.
" Kak tolong urus sebelah sana" kata Alisia, pada Andin.
Andin menanggukan kepalanya dan melayani para tamu yang datang, Alisia menghela napasnya.
" Tak kurasa pengunjung hari ini ramai" kata Alisia.
" Ya nona bahkan sudah banyak yang ingin bertemu dengan anda untuk membuat mereka gaun" kata pegawainya.
" Makanya kita harus semangat untuk memberikan terbaik agar tak mengecewakan mereka" kata Alisia, tersenyum.
Tanpa disadari oleh Alisia ada mobil hitam berhenti tak jauh dari butiknya, mobil itu mengawasi butik Alisia sejak butik baru saja buka.
" Tuan tak ingin menemui nona Alisia? " El. Benar mobil yang mengawasi butik Alisia adalah mobil milik Nando.
Sejak subuh dia mendesak El untuk ke butik Alisia ia sangat ingin melihat wanita itu walau dari jauh dan dia juga ingin melihat anaknya.
" Kita menunggu di sini saja, El lihat butiknya ramai ternyata banyak menyukai desainnya" kata Nando.
__ADS_1
" Ya tuan saya sudah menyelidiki butik ini termasuk salah satu butik terbaik, bahkan kemaren nona Alisia membuat gaun pernikahan seorang artis dan itu menjadi tranding topik sekarang hasilnya" kata El.
Mereka membicarakan rencana agar Alisia bisa bertemu dengan Nando dengan cara tak sengaja.
" Tuan lihat " El tanpa sengaja melihat Deniz dan Disa pulang sekolah di jemput oleh ibu Sukma dan supir.
Deg
Jantung Nando berdetak dengan cepat saat matanya menatap dua anak kembar keluar dari mobil yang lebih tak percaya adalah mereka mirip dengannya terutama yang cowok.
" El mereka itu" kata Nando, dengan suara yang lirih.
" Ya tuan mereka yang saya curigai sebagai anak anda bersama nona Alisia tapi kita harus membuktikannya" kata El, Nando menanggukan kepalanya.
Deniz dan Disa masuk ke kamar mereka dan mengganti pakaian.
" Kak lihat ada mobil berhenti tak jauh dari butik bunda" kata Disa, melihat jendela.
Mendengar perkataan adiknya Deniz juga mengintip.
" Dek mobil siapa itu apakah bunda tahu" kata Deniz, menatap tajam ke arah mobil.
__ADS_1
" Kak ayo bilang ke bunda mereka pasti orang jahat" kata Disa, memegang tangan adiknya.
Deniz mengajak adiknya duduk di atas kasur dan memgambil tabletnya dalam tas.
" Kakak akan melihat orang dalam mobil" kata Deniz. membuka tablet dan memulai aksinya.
" Ayo kak, kita harus tahu siapa dia" Disa tak kalah dengan Deniz ia juga ingin mengetahuinya.
Tanpa di sadari Nando dan El mobil mereka di retas oleh anak kecil yang baru saja berusia lima tahun, mereka pasti tak menduga hal ini.
" Kak, ia sangat mirip dengan kita tapi lebih mirip dengan kakak" seru Disa, ketika Deniz berhasil meretas mobil Nando.
Deniz menatap orang yang begitu mirip dengan mereka tapi terutama mirip dengannya seperti pinang di belah dua.
" Kakak, orang itu pasti ayah kita" heboh Disa, ia sangat merasa bahagia jika benar orang dalam mobil ayah mereka.
Ketika Deniz menjawab terdengar suara ibu Sukma mengetuk pintu.
" Tuan muda, nona muda apakah sudah selesai mengganti pakaiannya, nyonya menunggu untuk makan siang" kata ibu Sukma.
" Ya bu kami turun" kata Deniz, segera meminta adiknya untuk merapikan semuanya ia tak lupa menutup tablet dan menyimpannya di bawah bantal.
__ADS_1
Alisia tersenyum melihat kedua anaknya turun dan duduk di sampingnya, mereka menikmati makanan yang telah sedia.