Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 11


__ADS_3

Mengenai keberadaan Alisia Arsyad membuat Nando tak sabar untuk menemukannya dan sekarang ia takkan melepaskannya setelah bertemu nanti, Nando dan El menaiki Jet pribadi mereka menuju London sedangkan Australia di urus oleh anak buah daddy Anjas.


El menatap sedih pada Nando sudah empat tahun ia mencari wanita yang tak sengaja bermalam dengan sahabatnya itu, saat ini ia berharap semoga mereka menemukannya dan mereka dapat hidup bahagia.


Telah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya mereka sudah sampai di London, mereka di sambut oleh anak buah El.


" Tuan muda, bos" seru, mereka. Memberi hormat pada Nando dan El.


" Antar kami ke apartement besok baru kita mulai" kata El, tahu kalau Nando merasa lelah makanya besok baru mencari keberadaan Alisia.


" Baik bos" salah satu dari mereka minta temannya membawa barang Nando dan El. Mereka menuju apartement Nando.


Setelah sampai di apartemen Nando masuk ke kamarnya sudah lama ia tak kesini sejak menyelesaikan kuliahnya.


" Semoga kamu ada disini sudah empat tahun aku mencarimu, jika benar kamu hamil aku harap kamu membesarkannya dengan cinta" guman Nando, kemudian ia berbaring di atas kasur ia sangat merasa lelah tak lama matanya terpenjam.


Sia butik.


Alisia sedang menyelesaikan desainnya ia membuat gaun pengantin untuk pasangan artis terkenal di london.


Memang hasil desainnya banyak diminati oleh kalangan artis atau model.

__ADS_1


Tok tok tok


Alisia yang sedang fokus mengerjakan desainnya menghentikan pekerjaannya.


" Masuk" kata Alisia.


" Kak, nona Aneta dan tuan louis sudah datang" kata Andin, Alisia tersenyum dan minta mereka masuk.


" Selamat datang nona Aneta dan tuan Louis" kata Alisia, dengan senyuman.


" Terimakasih, nona" seru Louis, Aneta menatap Alisia dengan senyuman.


" Oh ya ini desain saya semoga kalian suka atau yang ingin di rubah silahkan katakan saya akan menggantinya" Alisia, menyerahkan buku desainnya pada mereka.


" Nona ini sangat indah kami sangat menyukainya" kata Aneta, dengan semangatnya.


Alisia mengucapkan terimakasih dan akan menyelesaikan desainnya sebelum hari H. Aneta dan Louis pamit pada Alisia karena harus kembali ke lokasi syuting.


Alisia tersenyum melihat kedua anaknya masuk masih menggunakan pakaian sekolahnya.


" Bunda, sudah makan siang? " Deniz, duduk di samping Alisia dan Disa duduk sebelahnya dan memeluknya.

__ADS_1


" Sayang ada apa? " Alisia, melihat putrinya sedih.


" Bunda, kapan ayah datang teman Disa sering di jemput oleh ayahnya tapi Disa dan kak Deniz hanya di jemput supir atau aunty Andin" kata Disa.


Deg


Alisia tak menyangka putrinya akan bertanya tentang ini, kenangan malam itu dan terusirnya oleh ayahnya kembali teringat hingga air matanya jatuh.


" Bunda, maaf jika pertanyaan Disa membuatmu sedih, kami tak perlu ada ayah cukup bunda saja kami juga bahagia" kata Deniz, memeluk Alisia.


" Hiks hiks hiks, bunda Disa minta maaf udah bikin bunda nangis" kata Disa.


" Nggak apa sayang" Kata Alisia. " Sayang maafkan bunda bukannya bunda tak ingin memberitahu kalian tentang ayah tapi bunda tak tahu siapa dia" kata Alisia, yang hanya bisa ia katakan dalam hati.


Alisia tersenyum menghapus air matanya. " Kalian belum makan siang ayo kita makan" ajak Alisia, Deniz dan Disa menanggukan kepalanya.


Ruang makan.


Bibi Sukma dan Andin baru saja menyelesaikan masak dan menyiapkan makanan di atas meja.


" Wah kesukaan Disa terima kasih aunty"kata Disa. Andin tersenyum.

__ADS_1


Andin dan bibi Sukma dapat melihat Alisia dalam keadaan sedih tapi mereka tak berani bertanya apalagi masih ada anak-anak.


__ADS_2