Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 17


__ADS_3

Selesai makan siang Deniz dan Disa tak memberitahu Alisia tentang mereka temukan.


" Bunda kami ke kamar dulu" kata Deniz.


" Ya bunda, Disa juga ngantuk" kata Disa, berlarian masuk ke kamar.


" Ada apa dengan mereka, bu sekolah tak ada kejadian yang aneh kan? " Alisia, mengkhawatirkan anaknya.


" Tak ada nak mereka malah semangat menceritakan kegiatan sekolah ketika dalam mobil" kata ibu Sukma.


" Tapi" seru Alisia.


" Alisia jangan khawatir mungkin mereka hanya lelah dan mengantuk" Andin, berusaha menenangkan Alisia.


Alisia menanggukan kepalanya dan pamit ke kamarnya ia juga merasa lelah sejak pagi melayani pengunjung tak hentinya.


Sedangkan kedua bocah yang mereka khawatirkan melanjutkan penyelidikan tentang orang mereka duga sebagai ayah kandung mereka.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit Deniz berhasil menemukan data Nando, bersama Disa membaca data diri Nando.


" Kak apa dia kesini ingin bertemu bunda dan kita tapi kenapa dia tak masuk" kata Disa, berharap besar Nando adalah ayah mereka.


" Jika ia benar ayah kita kakak akan marah kenapa dia meninggalkan bunda dan kita dan sekarang hanya melihat dari jauh" kata Deniz, menatap tajam ke arah foto Nando, Deniz mengelus rambut adiknya dan mengajaknya tidur sebelum Alisia masuk.

__ADS_1


Kamar Alisia.


Tiba saja Alisia merasa deg degan jantungnya berdetak dengan cepat.


" Ya Allah ada apa ini? " Alisia, memegang jantungnya. Ia berdoa agar ia juga kedua anaknya selamat dan tak ada kejadian.


Tiba saja Alisia mengingat ayahnya yang sudah lima tahun tak bertemu.


" Ayah semoga saja sehat" guman Alisia.


Di Indonesia


Sebuah rumah mewah terlihat sosok berbaring lemah di kasur ia memandang langit kamarnya.


Kembali ke tempat Nando.


Hari mulai menunjukan gelap dan Nando masih betah dengan posisinya, melihat hal itu membuat El tak tega bahkan mereka melewati makan siang.


" Tuan, sebaiknya kita kembali ke apartemen anda belum makan sejak siang jika anda jatuh sakit takkan bisa menemui nona Alisia" kata El, sejak tadi menahan rasa lapar hanya minum air dalam botol.


Nando memikirkan perkataan El dan dia setuju untuk pulang. El tersenyum membawa mobil ke restoran karena perutnya tak bisa ajak kerja sama lagi.


Restoran.

__ADS_1


Pelayan membawa daftar menu. " Silahkan tuan" kata pelayan, memberikan daftar menu pada El.


Melihat Nando diam akhirnya El memesan makanan untuknya dan Nando, tak lama pelayan datang membawa pesannya.


" Tuan makanlah" kata El. Melihat makanan tersedia Nando hanya mencicipnya sedikit, ia tak ada selera untuk makan hanya Alisia dan anaknya dalam pikirannya.


El hanya menghela napasnya melihat Nando tak menghabiskan makanannya, El mengendarai mobil menuju apartemen.


Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di apartemen Nando.


" El atur rencana agar aku bisa menemuinya, aku tak bisa menunggu lagi" kata Nando, masuk ke kamarnya.


" Ternyata ia juga bisa jatuh cinta baru saja belum bertemu dengan nona ia sudah seperti ini apalagi nanti aku tak bisa menduga kejadian ketika mereka bertemu. Semoga saja nona Alisia bisa memaafkannya sebenarnya Nando tak salah ini salah wanita sialan itu beruntung dia sudah pergi" kata El, segera memikirkan rencana untuk Nando.


Keesokan harinya perusahaan Leonardo Group ini suatu kesempatan ataukah takdir mempertemukan mereka.


" Apa jadi seminggu lagi acara tahunan" kata Nando.


" Benar tiap tahun perusahaan akan merayakan pesta agar karyawan merasa senang" kata El, sempat melupakan Acara tahunan.


" El, ini kesempatanku untuk bertemu dengannya. Hubungi pihak Butik Sia katakan aku ingin memesan jas. Tentu aku membutuhkan jas baru" kata Nando, senyum.


El menanggukan kepalanya pamit untuk menghubungi pihak butik Sia ia berharap takada kejadian yang buruk.

__ADS_1


__ADS_2