
Di Jerman
Gio memikirkan perkataan sahabatnya Maxim membicarakan hubungannya bersama Yeni disinilah mereka di sebuah restoran.
" Sayang aku senang sekali ketika kamu mau bicara denganku, terus gimana dengan proyek barumu" kata Yeni, senyum bahagia.
" Berjalan dengan sukses sebentar lagi proyeknya selesai, aku minta kamu datang kesini untuk membicarakan sesuatu " kata Gio.
" Aku tahu ini pasti mengenai hubungan kita apakah kamu akan menikahiku secepatnya, kamu tahu sendiri mami terus bertanya tentang ini hubungan kita sudah berjalan lima tahun" kata Yeni, memegang tangan Gio sambil senyum manis. Gio membalasnya dengan senyuman.
" Akhirnya aku bisa menjadi istri Gio semiga saja gadis sialan itu tak kembali tapi untuk apa aku memikirkannya mungkin saja ia sudah mati" kata hati Yeni.
__ADS_1
Wulan merasa bahagia mendengar berita yang disampaikan oleh putrinya sebentar lagi ia akan memiliki menantu kaya raya dan sekarang tinggal mengurus suami yang lumpuh itu serta merebut hartanya.
Tanpa disadari oleh mereka tuan Johan Arsyad mendengar percakapan mereka, ia sangat marah besar beraninya mereka bahagia disaat ia sakit dan putri kandungnya tak tahu kemana.
Ternyata selama lima tahun ini tuan Johan Arsyad mengutus orang kepercayaannya untuk mencari putri kandungannya, setahun kepergian Alisia ia baru mengetahui kebenaran jika putri kandungnya telah di jebak oleh kedua wanita di hadapannya. Saat ia akan memberikan pelajaran terjadilah kecelakaan hingga menyebabkan ia lumpuh.
" Sayang maafkan kesalahan papi yang tega mengusirmu" seru tuan Johan, menyesal mengingat Alisia ia minta bibi memvawanya kembali ke kamar ia tak ingin mendengar pembicaraan kedua wanita itu.
' Tuan, nyonya kami mengucapkan terima kasih atas tumpangannya, saya akan menunggu kedatangan kalian di butik " kata Alisia, dengan rahma dan senyuman Andin juga mengucapkan terima kasih karena pertama kali ia menaiki jet pribadi.
" Nak sebelum pergi bolehkah saya memelukmu" kata nyonya Inggrit, sangat ingin memeluk wanita yang telah membuat putranya jatuh cinta walaupun dengan cara yang salah tapi ia tak permasalahkannya yang penting baginya adalah kebahagiaan sang putra.
__ADS_1
Sedangkan kabar Natasha tak ada yang mengetahui setelah ia di usir oleh Nando dan tak ada seorang pun mengetahui keberadaan dari wanita itu seakan ia dilupakan.
Alisia merasa sedih disaat nyonya Inggrit memeluk dirinya seakan rasa rindu pada ibunya terobati.
" Nak, sebentar lagi kamu dan kedua anakmu akan menjadi bagian keluarga kami, kami tak sabar untuk menantinya" kata hati nyonya Inggrit, memenjamkan matanya. ia tersenyum melepas pelukannya sedangkan tuan hanya senyum.
Kemudian Alisia dan Andin pamit karena hari sudah sore terutama ia sangat merindukan kedua anaknya disaat ini bersama Nando.
" Dad, aku tak sabar menyambutnya di rumah kita dan menjadikannya menantu kita, lihat ia sangat cantik dan aku tak sabar menemui cucu kita " kata nyonya Inggrit, senyum bahagia, sedangkan tuan Anjas mengelus rambut istrinya ia juga tak sabar untuk menemui kedua cucunya.
Tuan Anjas menghubungi orang kepercayaannya untuk menjemputnya, setelah datang ia minta diantar ke hotel ia tak ingin putranya mengetahui kedatangannya, ia ingin memberi kejutan dan melihat reaksi dari sang putranya ketika mereka ada di butik Alisia.
__ADS_1