Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 37


__ADS_3

Deniz dan Disa senang ketika Nando akan mengajak mereka ke Jerman untuk liburan.


" Ayah jadi kita akan ke Jerman? " Disa, ia tak hentinya bertanya pada Nando.


" Disa sudah ayah katakan kita akan pergi untuk liburan sudah beberapa kali kamu bertanya" kata Deniz kesal dengan adiknya, Nando dan Alisia hanya senyum.


" Deniz, aku hanya memastikannya saja" kata Disa, matanya terus tertuju pada Nando.


" Ya sayang kita akan pergi liburan om El sudah mengaturnya" kata Nando.


" Asyik liburan bersama ayah dan bunda, ayah kita bisa bermain sepuasnya" kata Disa, berlompat ria, merela yang meihatnya tertawa meihatnya.


Deniz hanya menatap adiknya yang bahagia sebenarnya ia juga bahagia tapi tak seperri adiknya.


" Sayang, mas pamit ke perusahaan untuk mengurus keperluan untuk ke sana. Mas sudah meminta El untuk mengurus paspor dan Visa mereka kamu tak perlu memikirkannya" kata Nando, mencium kening Alisia, sebelum pergi ke perusahaan. Alisia senyum untung paspor dan Visanya sudah di perpanjang ketika ia mengikuti acara kemaren.


Perusahaan Leonardo Group.


El sudah menunggunya di ruangannya untuk membicarakan proyek yang akan mereka kerjakan di Jerman.


"El gimana? " Nando. El tahu apa yang ditanya oleh Nando.

__ADS_1


" Pasor dan Visa untuk tuan muda kecil dan nona muda kecil sudah siap, tuan " panggil El.


" Ya, apakah ada masalah. El aku tak ingin masalah sebelum kita berangkat. Sebelum pergi kamu harus mengurusnya" kata Nando. Tak ingin selama ia di Jerman tak ada masalah di perusahaannya.


" Bukan tuan, hanya saja tuan dan nyonya besar menghubungi saya" kata El.


" Mommy dan daddy? " Nando, tak biasanya mereka mrnghubungi El.


" Tuan besar sudah berkali menghubungi anda tapi tak aktif" kata El. Sebelum kedatangan Nando ke perusahaan orangtuanya menghubunginya tapi tak aktif makanya ia menghubungi El.


" Astaghfirurrah saya lupa mengechas HP, saya akan menghubungi mereka " kata Nando. El pamit menyelesaikan pekerjaan sebelum mereka pergi ke Jerman.


Nyonya Inggrit Leonardo tak hentinya mengoceh karena tak dapat bicara pada sang putra.


" Dasar anak sialan sudah jarang memberi kabar sekali dihubungi tak aktif, apa kesibuk apa dia hingga tak mengangkat telepon aku kan ingin menangakan kabar menantu dan cucuku, sudah beberapa bulan dia bersama cucuku aku kan ingin menemuinya" kata nyonya Inggrit, sangat ingin menemui Alisia dan kedua cucunya.


" Mom tenanglah mungkin Nando sibuk makanya ia tak pernah mempertemukan kita dengan mereka" kata tuan Anjas Leonardo. menenangkan istrinya yang sedang kesal pada sang putra.


Nyonya Inggrit mengerut kesal melihat suaminya sedangkan suaminya hanya senyum.


Tak lama pelayan datang dan memberitahu ada panggilan dari putranya.

__ADS_1


" Dasar anak sialan berkali mommy menghubungi selalu sibuk, bahkan kau tak mempertemukan kami dengan kedua cucuku itu" ngomel Nyonya Inggrit.


Nando hanya mendengar kecerewetan mommynya.


" Mom tenanglah ada yang ingin aku katakan" kata Nando.


" Cepatlah apa yang ingin kau katakan " keluh nyonya Inggrit.


Akhirnya Nando mengatakan kalau ia akan pergi ke Jerman mengurus pekerjaan serta membawa Alisia dan kedua anaknya, dan ia meminta jika mommy tak sibuk bisa mengusulnya agar menemani Alisia dan kedua anaknya.


" Baiklah mommy akan ke sana awas kamu menghalangi mommy bersama mereka " kata nyonya Inggrit.


" Baiklah mom" kata Nando, mengalah pada mommy.


Sedangkan tuan Anjas hanya mendengarkan pembicaraan mereka.


" Mas ayo bersiap kita ke Jerman sekarang " kata nyonya Inggrit, memanggil pelayan untuk membantu menyiapkan barangnya.


" Mom" panggil tuan .


" Apa lagi dad ayo nanti aku jelaskan" Kata nyonya Inggrit, memegang tangan suaminya ke kamar bersiap ke Jerman.

__ADS_1


__ADS_2