Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 43


__ADS_3

Nyonya Inggrit tertawa melihat tingkah cucu perempuannya yang begitu menikmati permainan.


" Oma ini sangat menyaksikan" kata Disa, naik kuda.


" Oma Disa lelah ingin ke tempat bunda" kata Disa.Nyonya Inggrit tersenyum dan membantu cucunya turun.


Ketika menuju ke tempat Alisia mereka terkejut melihat Alisia hampir jatuh jika tidak di pegang oleh Andin pasti jatuh.


" Bunda" teriak Disa.


" Ayo sayang" nyonya Inggrit menggendongnya mendekati Alisia.


Disa meminta turun dan memeluk Alisia yang wajahnya sudah pucat.


" Andin, apa yang terjadi pada Alisia" kata nyonya Inggrit, sedih melihat keadaan calon menantunya.


" Saya tak tahu nyonya tiba saja kak Alisia sudah seperti ini" kata Andin, dengan lirihnya Disa menangis terus memanggil bunda.


" Sebaiknya kita pulang " kata nyonya Inggrit, menghubungi suaminya.


Tuan Anjas dan Deniz baru saja tiba terkejut melihat keadaan Alisia dan Disa menangis.


Deniz melihat keadaan bundanya ikut sedih ia mendekati mereka.


" Disa, bunda kenapa? " Deniz, dengan suara yang serak.

__ADS_1


" Disa tak tahu kak tiba saja bunda, hiks hiks hiks" tangisan Disa semakin keras hingga mereka menjadi tontonan.


" Bunda, kenapa aunty? " Deniz, air matanya mengalir menatap Andin. Andin tak tahu harus mengatakan apa dia hanya memeluk Deniz menangis.


" Dadd" nyonya Inggrit, menghapus air matanya, ia penasaran apa yang difikirkan menantunya ia dapat melihat Alisia sedang memikirkan sesuatu.


" Mom bantu menantu kita berdiri, Andin memegang mereka kita pulang sekarang" kata tuan Anjas, menghubungi supir untuk menjemputnya di pintu luar mall.


" Sayang ada apa denganmu" kata nyonya Inggrit, dengan sendu sambil membantu Alisia berjalan.


Deniz dan Disa menangis memanggil bundanya membuat Andin ikut sedih. Tuan Anjas memutuskan membawa mereka ke apartemen keluarganya.


Keluarga Leonardo memang memiliki apartemen di Jerman apartemen inj di tempati ketika saat seperti ini.


" Sebenarnya bunda kenapa? " Deniz.


" Aunty tak tahu sayang" kata Andin.


Tuan Anjas melihat istrinya keluar ia segera bertanya gimana keadaan Alisia.


" Mom" panggil tuan Anjas.


" Alisia sudah tertidur dad sebenarnya apa yang terjadi tadi dia baik saja tiba saja ia seperti itu" kata nyonya Inggrit.


" Kita memang tak tahu mom, apa Nando tahu" kata Tuan Anjas. Menghubungi putranya memberitahu keadaan Alisia.

__ADS_1


Nando yang dalam perjalanan menuju mall terkejut mendengar kabar yang diberitahu oleh daddy, ia segera meminta El membawanya ke apartemennya.


" Semoga kamu baik saja sayang, aku akan gila jika terjadi sesuatu padamu" kata Nando.


" Saya yakin nona baik saja tuan, saya tahu nona orangnya kuat" kata El .


" Semoga saja " harap Nando.


Di Apartemen


kamar Nando


Terlihat Alisia sedang tertidur jika dilihat dengan dekat ia sedang gelisah dan tak nyaman.


Dalam mimpi.


Alisia berada di rumahnya bersama orangtuanya mereka hidup bahagia, bercanda bersama.


Tapi semua itu berubah ketika ibunya meninggal karena kecelakaan bahkan sebelum setahun ayahnya menikahi seorang janda memiliki putri yang seusia dengannya.


Awalnya mereka bahagia dan Alisia kecil dapat menerimanya tapi semuanya berubah ketika ayahnya sering ke luar kota barulah sikap ibu dan saudara tirinya terlihat. Alisia kecil sering di siksa sampai remaja.


Hingga peristiwa itu terjadi Alisia hamil luar nikah menjelang pernikahannya dan ayahnya mengusirnya. Tiba saja Alisia melihat ayahnya duduk di kursi roda sedangkan ibu dan saudara tirinya tertawa sambil memperlihatkan perhiasan dan tas mahal yang baru.


Nyonya Inggrit membawa Alisia ke kamar Nando yang biasa ditempati ketika ia kesini.

__ADS_1


__ADS_2