Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 21


__ADS_3

Alisia terus memberontak agar Nando bersedia melepas pelukannya tapi saat mendengar pengakuan pria ini membuatnya terpaku apakah ini benar atau hanya buaian dari laki-laki ini agar memperebut kedua anaknya, dia takkan mudah percaya begitu saja kalau pria ini benar mencintainya ia tak ingin terluka lagi.


" Lepaakan aku, aku takkan percaya dengan katamu. Aku tahu kamu hanya ingin memperebut kedua anakku, aku takkan membiarkannya" kata Alisia, dengan nada lirih.


" Aku akan membuatmu percaya dan aku takkan membawa kedua anak kita" kata Nando, terus memeluknya erat.


" Apakah ia dapat percaya dengan pria ini" kata hati Alisia sambil memenjamkan matanya bibi Sukma dan El tersenyum dan berharap Alisia dapat percaya dengan kata Nando.


" Nak semoga ini kebahagiaan yang kamu berhak terima dan Deniz juga Disa bisa merasakan kasih sayang kedua orangtuanya" guman bibi Sukma.


" Tuan ini adalah awal dari perjuanganmu dan aku akan terus menemani dalam perjuangan ini" guman El.


Tempat lain


Andin dan supir sudah sampai di sekolah untuk menjemput si kembar walau ia masih mencemaskan keadaan Alisia tapi mencoba untuk menahannya.


Andin tersenyum melihat Deniz dan Disa keluar sambil berlarian.

__ADS_1


" Aunty ayo kita pulang aku tak sabar menemui bunda dan menunjukan ini" kata Disa, senyum menunjukan gambar yang mendapat nilai bintang lima.


" Wah hebatnya keponankan aunty dan Deniz? " Andin, mengelus rambut disa, Deniz hanya senyum sambil menunjukan nilainya.


Kemudian Andin membawa kedua keponankannya pulang karena ia mengkhawatirkan Alisia saat ini. Tiba di rumah mereka terkejut melihat Alisia di peluk oleh orang asing.


Disa cemberut karena melihat bundanya dipeluk orang yang tak kenal sedangkan Deniz menatap tajam ke arah Nando, Andin mendekati ibunya dan bertanya ada apa ini sedangkan bibi Sukma hanya menjawab dengan senyuman.


El terkejut melihat anak kembar yang baru saja masuk wajah mereka sangat mirip dengan Nando ketika masih kecil terutama Deniz mereka bagaikan pinang di belah dua sedangkan Disa ada perpaduan antara Nando dan Alisia.


" Om lepaskan bunda" teriak Disa, Nando terkejut melihat tangan mungil memegang tangannya hingga pelukannya terlepas, Disa yang kesal memeluk Alisia.


Awalnya Alisia terkejut melihat kelakuan putri kecilnya tak lama ia tersenyum mendengar perkataan putrinya, Nando yang masih dalam keadaan terkejut melihat putri kecil yang memanggil Alisia bunda.


" Apakah ia putriku" kata hati Nando.


" Om siapa beraninya memeluk bunda dan membuatnya menangis" kata Deniz, Nando semakin terkejut melihat putranya tepat di sampingnya dan wajahnya sangat mirip dengannya.

__ADS_1


Ketika Nando ingin menyentuh Deniz Alisia segera menarik putranya ke pelukannya.


" Kalian bersama bibi Sukma dan aunty Andin ya untuk ganti baju" kata Alisia, menahan perasannya.


" Tapi bunda Deni tak ingin meninggalkan bunda sendirian" Deniz, menolak ia tak ingin bundanya bersama Nando.


" Sayang bunda baik saja tenanglah, kak bi tolong bawa mereka ke kamar" kata Alisia, pada bibi Sukma dan Andin.


Awalnya Deniz dan Disa menolak tapi bujukan Andin dan bibi Sukma mereka mau ke kamar untuk mengganti pakaian, setelah kepergian mereka keadaan kembali canggung.


" Apakah mereka itu" pertanyaan Nando terhenti mendengar perkataan Andin.


" Kau sudah tahu dan bertemu dengan mereka sekarang silahkan pergi dari sini" kata Alisia, dengan dinginnya.


" Alisia izinkan aku menemui mereka" kata Nando.


" Kurasa tak ada lagi untuk anda menemui mereka, silahkan keluar" kata Andin.

__ADS_1


Melihat Alisia masih marah El membujuk Nando untuk sementara ini pergi dan nanti fikirkan jalan untuk menemui kedua anaknya.


__ADS_2