
Wulan membawa putrinya ke kamar tak ingin pembicaraan mereka lebih di dengar oleh orang lain, Wulan memastikan tak ada orang kemudian duduk di samping putrinya.
"Yeni jaga bicaramu jangan mengatakan sesuatu yang bisa membuat kita hancur untung hanya dia yang mendengarnya " kata Wulan.
" Tapi mami ini sudah lima tahun pria lumpuh itu belum juga menyerahkan kekayaannya pada kita" kata Yeni, Wulan senyum dan mengusap punggung putrinya.
" Kamu jangan fikirkan itu sekarang gimana hubunganmu dengan Gio? " Wulan, setelah kepergian Alisia hubungannya bersama Gio juga berakhir karena Gio memutuskan hubungan mereka tanpa mendengar perkataan Alisia, Yeni mengambil kesempatan untuk mendekati Gio hingga mereka menjalin hubungan.
"Gio saat ini sangat sibuk mam dia sedang ada proyek besar, mami tenang saja sebentar lagi aku pasti menjadi istri Gio" kata Yeni.
Kemudian mereka pergi ke mall memuaskan diri dengan shopping.
Ditempat Alisia.
Deniz dan Disa bahagia karena pergi ke sekolah diantar oleh Nando.
" Bunda ayo cepat sebentar lagi ayah datang" kata Disa, yang tak sabar Alisia senyum mendengarnya.
" Disa tenanglah ini masih pagi ayah pasti akan datang sebentar lagi" kata Deniz.
" Nah sekarang kalian sudah rapi ayo turun dan sarapan" kata Alisia, memegang tangan kedua anaknya.
__ADS_1
Di dapur.
Andin dan bibi Sukma sedang menyiapkan sarapan pagi untuk lainnya.
" Tante mana ayah? " Disa, melihat sekitarnya tak ada orang yang di carinya.
Alisia dan lainnya hanya senyum mendengarnya.
" Disa sarapanlah dulu nanti perutmu sakit di sekolah" Kata Deniz, memakan sarapannya di siapkan oleh Alisia.
" Uh Deniz, Disa menunggu ayah" kata Disa, cemberut.
" Sudah sayang jangan ribut ayo makan makanannya" kata Alisia, Deniz dan Disa memakan sarapannya.
" El cepatlah aku tak ingin mereka menunggu terlalu lama" kata Nando, menatap jalan dengan gelisah.
" Ya tuan muda sebentar lagi kita sampai" kata El, terus melajukan mobilnya menuju ke rumah Alisia.
Nando senyum melihat kedua anaknya sudah menunggunya, Nando dan El turun dari mobil dan menghampiri mereka.
" Alisia" panggil Nando, Alisia hanya menyambutnya dengan senyuman masih ada rasa canggung di antara keduanya.
__ADS_1
" Ayah kenapa lama sekali datangnya Disa sudah lama menunggu" kata Disa, memajukan bibirnya.
" Sayang maafkan ayah tadi di jalan macet" kata Nando, minta maaf pada putrinya.
Disa memalingkan wajahnya karena masih kesal pada Nando.
" Ayah ayo kita berangkat sekarang nanti telat sekolahnya" kata Deniz, memegang tangan Nando dan mengacuhkan Disa yang masih dengan dramanya.
" Bunda, lihat Deniz" Disa, menghentakan kakinya dan mengadu pada Alisia sedangkan Nando dan lainnya menahan tawa.
Alisia membujuk putrinya naik mobil agar tak terlambat ke sekolahnya, Deniz dan Disa mencium tangan Alisia dan pamit.
El pamit pada mereka dan mengendalikan mobil menuju ke sekolah, Alisia dan Andin pun pamit pada bibi Sukma ke butik.
Dalam mobil.
Disa tak hentinya bicara membuat suasana dalam mobil menjadi heboh, El senyum melihat Nando bahagia ia berharap senyum ini untuk selamanya.
" Aku tak sabar mengenalkan ayah pada temanku hingga mereka tak lagi mempertawakanku " kata Disa.
Deg
__ADS_1
Jantung Nando berdetak ia sangat marah karena ada yang menertawakan kedua anaknya karena tak memiliki seorang ayah, tapi sekarang takkan membiarkannya ada orang yang berbuat jahat pada keluarga kecilnya.