Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 38


__ADS_3

Tak terasa seminggu berlalu sejak Nando mengajak Alisia beserta kedua anaknya ke Jerman, saat ini mereka sudah berada di bandara.


" Aunty sudah pernah naik pesawat? " Disa, pada Andin yang duduk di sampingnya.


" Belum nona kecil ini pertama kalinya saya naik pesawat " kata Andin, Disa menanggukan kepalanya tanda mengerti.


"Ayah kapan kita perginya? " Deniz, pada Nando.


" Sebentar lagi nak ayah harus menunggu om El" kata Nando.


" Emangnya om El kemana sih Disa kan tak sabar naik pesawat" keluh Disa.


" Disa" panggil Alisia.


" Bunda, Disa tak sabar naik pesawat dan terbang" kata Disa.


"Mas maafkan Disa, dia" perkataan Alisia terhenti ketika Nando memegang tangannya.


" Tak apa sayang" kata Nando.


" Nona kecil saya minta maaf karena telat" terdengar suara El. Mereka membalikan badannya terlihat El datang bersama Kartika.


Disa yang sejak tadi kesal menunggu El dia berdiri dan meletakan tangannya di pinggang juga menatap tajam ke pada El, Nando dan lainnya menahan tawa bukannya takut melihat Disa tapi lucu.


" Selamat siang nona kecil" sapa Kartika.

__ADS_1


" Disa tak ingin bicara sama aunty, Disa lagi kesal sama om El yang datangnya lama. Disa kan tak sabar menaiki pesawat" kata Disa, memajukan bibirnya.


Kartika tersenyum melihatnya. " Sekali lagi aunty meminta maaf karena membawa om El lama ke sini" Kata Kartika, merasa lucu melihat Disa.


" Nona kecil om harus mengurus perusahaan dulu sekarang semuanya sudah selesai, kita dapat pergi sekarang" kata El.


" Om nggak bohong kan sekarang kita bisa pergi " kata Disa. Melihat El menanggukan kepalanya Disa meminta gendong dengan senang hati El menggendongnya.


" Dasar manja" kata Deniz, fokus dengan membaca buku.


" Week" Disa mengejek saudaranya.


" Sayang" kata Alisia, mengelus kepala putranya.


Kartika menyapa Nando dan lainnya. " Kartika, kamu sudah membawanya" kata Nando.


" Ayah " rengek Disa, tak sabar menaiki pesawat.


" Ini tuan" kata Kartika menyerahkan berkas pada Nando.


" Kartika urus perusahaan selama aku di Jerman jika ada yang harus aku periksa kirim melalui Email, kami pergi dulu sebelum putriku semakin marah" kata Nando, menyerahkan berkas yang sudah ia tanda tangani.


" Selamat jalan tuan muda, nona muda, tuan dan nona kecil" kata Kartika, Alisia menanggukan kepalanya dan pamit.


Alisia mengajak Andin bersama mereka untuk menjaga kedua anaknya sedangkan bibi Sukma menjaga rumah bersama satpam.

__ADS_1


Mereka membutuhkan satu jam mengudara tiba di Jerman di bandara sudah ada yang menjemput mereka.


Deniz dan Disa tidur ketika baru saja tiba di Jerman.


" Biar aku yang menggendongnya" kata El, melihat Andin akan menggendong Disa.


" Terima kasih" kata Andin. " Tak ku sangka dia baik juga" isi hati Andin. Sedangkan Deniz sudah berada dalam gendongan Nando.


" Antar kami ke hotel" kata Nando, melihat Alisia dan kainnyasudah merasa lelah.


" Baik tuan muda " kata, anak buahnya mengantar ke hotel.


Tak lama mereka tiba dihotel dan di sambut oleh pelayan.


" Kami ingin memesan tiga kamar" kata El.


" Atas nama siapa tuan" kata pelayan.


" Tuan Nando putra Leonardo" kata El.


Pelayan memberikan tiga kunci kamar pada El merekadi antar oleh pelayan pria.


" Sayang masuklah ke kamar dan beristirahat nanti malam kita akan ke restoran untuk makan" kata Nando, setelah memastikan kedua anaknya berada di atas kasur.


Nando dan El masuk ke kamar masing-masing kamar Alisia berada di tengah diantara kamar Nando dan El.

__ADS_1


Alisia mengajak Andin beristirahat sedangkan dia sholat.


__ADS_2