
TK
Siswa siswi sudah berdatangan ke TK mereka di temani oleh orangtua atau wali, para guru sibuk mengatur siswanya masuk ke kelasnya.
Tiba saja mata mereka tertuju pada mobil yang baru masuk ke sekolah. El dan lainnya sampai di TK dimana sikembar sekolah.
" Ayo sayang ayah akan mengantar kalian masuk ke dalam" kata Nando
" Asyik ayah akan menemani kita, ayo yah Deniz kita keluar lihat itu bu guru sudah menunggu" kata Disa, Nando menanggukan kepalanya membuka pintu dan mengajak kedua anaknya ke dalam.
" El hubungi orang untuk menjaga kedua anakku selama di sekolah aku tak ingin ada yang melukai mereka sedikit saja" bisik Nando.
"Baik tuan muda" kata El, menghubungi anak buahnya untuk menjaga Disa dan Deniz.
" Lihat pria itu tampan sekali tapi ada hubungan apa dia dengan dua anak itu" kata wali seorang siswa.
" Bukankah itu tuan muda Nando Putra Leonardo seorang CEO dari perusahaan nomor satu"
" Emangnya kamu mengenalnya? " ibu, duduk disebelahnya.
" Perusahaan suamiku pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan Leonardo Group, tapi ada hubungan apa dia dengan dua anak itu? " ibu.
__ADS_1
" Sudahlah sebaiknya kita jangan bicara sembarangan nanti kita yang kena masalah" kata ibu, merasa takut ketika El menatap tajam ke arah mereka.
" Disa, Deniz siapa om ini? " Cici, teman sekelas Disa dan Deniz.
Disa tersenyum dan mempererat tangannya pada Nando.
" Halo perkenalkan saya Nando, saya ayahnya Disa, dan Deniz. Mereka yang mendengarnya terkejut mendengarnya selama ini yang mereka tahu Disa dan Deniz hanya memiliki Alisia sebagai bunda.
" Bu saya minta tolong, tolong jaga kedua anak saya selama belajar di sini" kata Nando. pada seorang guru di hadapannya.
" Baik tuan" seru guru, dengan nada yang bergemetaran.
" Sekarang kalian masuk dan belajar dengan giat nanti ayah akan menjemput kalian, Deniz jaga adikmu " kata Nando.
" Ya ayah, ayo Disa kita masuk" ajak Deniz, sebelum masuk mereka melambaikan tangan pada Nando.
" El gimana? " Nando.
" Sudah tuan muda ada beberapa anak buah kita yang sudah berada di sekitar sekolah" kata El.
" Katakan pada mereka aku tak ingin mereka lengah, kedua anakku harus dalam keadaan aman" kata Nando, El menanggukan kepalanya mereka segera berangkat menuju ke kantor.
__ADS_1
Dalam kelas teman sekelas sikembar mengelingi mereka karena penasaran dengan Nando.
" Deniz emangnya benar om tadi ayahmu dan selama ini pergi kemana saja? " Rio, teman sebangku.
"Ayah selama ini bekerja di luar negeri " kata Deniz, dengan dinginnya sedangkan Disa dengan bahagianya menceritakan tentang Nando pada temannya. Tak lama guru masuk dan belajar dimulai.
Sedangkan di Jerman tepatnya di kediaman keluarga Leonardo terlihat nyonya Inggrit menikmati kopi di ruangan tengah sambil menyaksikan siaran kesukaannya.
" Nyonya maaf ada telepon dari tuan muda Nando" kata bibi.
" Benarkah akhirnya anak itu mengingat aku sebagai mommynya" kata Nyonya Inggrit, merasa kesal karena sudah lama putranya tak menghubunginya.
Bibi hanya senyum mendengarnya, Nyonya Inggrit meminta bibi kembali bekerja setelah menerima telepon.
" Kalau begitu saya pamit nyonya"kata bibi, nyonya Inggrit menanggukan kepalanya.
" Dasar anak kurang ajar sudah beberapa minggu baru mengingat ada orangtua yang menunggu" kata nyonya Inggrit, merasa kesal karena sikap putranya.
Dibalik telepon Nando senyum mendengar curahan hati mommynya, ia tak sabar untuk memberikan kabar pada orangtuanya mengenai Alisia dan kedua anaknya.
" Mom, aku sudah menemukan mereka".
__ADS_1