
Dalam kamar Deniz dan Disa.
Andin dan bibi Sukma gugup dikarenakan Deniz terus menatap ke arah mereka sedangkan Disa asyik dengan bonekanya, Andin dan bibi Sukma saling melirik dan mencoba menghindar dari tatapan Deniz.
" Mbak, bibi" panggil Deniz pada mereka.
" Ya Deniz" seru keduanya tapi matanya menghindar dari Deniz.
" Deniz tahu kalau kalian mencoba menghindar tapi Mbak Andin dan bibi Sukma tahu siapa orang itu? " Deniz.
Andin dan bibi Sukma menghela nafasnya mereka memang tak bisa membohongi Deniz.
" Sebaiknya Deniz bertanya pada bunda karena mbak dan bibi tak berhak untuk mengatakannya" kata mbak Andin, selesai membereskan pakaian kotor mereka.
Bibi Sukma mengajak mereka makan siang ketika tiba di meja makan mereka terkejut melihat Alisia sedang menyediakan makan siang di atas meja.
" Bunda" seru Disa, mendekat dan memeluk kakinya. Alisia tersenyum dan mengelus kepala putrinya.
Alisia mengajak mereka makan siang bersama. " Bunda? " Deniz, ia ingin mengangakan sesuatu pada Alisia.
__ADS_1
" Nanti ya sayang, ayo habisi makanannya" kata Alisia, yang lainnya menikmati makanan tanpa suara.
Selesai sarapan Alisia masuk ke kamar ia berdiri di depan jendela sambil memenjamkan matanya, bibi Sukma membersihkan meja sedangkan Andin menemani kedua anak Alisia belajar.
Dalam kamar
Alisia menangis ia tak tahu harus melakukan apa sejak kedatangan Nando putra Leonardo yang merupakan ayah kandung kedua anaknya ia merasakan takut jika kedua anaknya diambil dari pelukannya, Ketika Nando berjanji takkan mengambil mereka ada rasa lega di hatinya walau dalam hatinya masih ada rasa takut mengingat ayahnya sendiri mengusirnya ketika ia hamil tanpa suami.
Saat ia melihat wajah putranya ada kemiripan dengan orang itu ap as kah ia harus memberitahu pada mereka kalau orang yang datang ke rumah adalah ayah kandung mereka. Alisia menghapus air matanya ia sudah bertekad untuk memberitahu kedua anaknya apalagi mereka berhak mengetahuinya dan mendapatkan kasih sayang Nando putra Leonardo.
Alisia keluar dari kamar terlihat kedua anaknya belajar ia senyum dan minta Andin kembali melanjutkan pekerjaan lainnya.
Deniz dan Disa senyum melihat Alisia duduk di samping Disa
" Kalian sedang mengerjakan tugas? " Alisia.
" Ya bunda bu guru meminta kami menulis tugas kata Disa, senyum manis.Alisia senantiasa menemani mereka belajar sampai selesai.
" Deniz, Disa jika tugasnya sudah selesai mari duduk di samping bunda, ada yang ingin bunda bicarakan" kata Alisia.
__ADS_1
Deniz dan Disa segera merapikan bukunya dan duduk di samping Alisia, Alisia tersenyum mengelus pundak kedua anaknya ia mencoba menenangkan dirinya.
Deniz menundukan kepalanya ia tahu apa yang dibicarakan oleh Alisia sedangkan Disa hanya tersenyum, bibi Sukma dan Andin tegang di balik dinding.
Alisia menceritakan siapa Nando yang sebenarnya pada kedua anaknya, selesai menceritakannya Alisia memandang kedua anaknya yang memiliki berbeda ekspresi.
" Asyik Disa punya ayah, bunda kapan kita ketemu ayah lagi. Disa nggk sabar untuk bertemu" kata Disa, dengan senangnya. Alisia senyum mengelus pipi putrinya.
Deniz menundukkan kepalanya tak berani memandang wajah Alisia.
" Bunda kita takkan pisah kan ayah takkan membawa kita dari bunda, Deniz tak ingin pisah dengan bunda, hiks hiks hiks" Deniz. Menangis hingga tubuhnya bergetar.
Deg.
Jantung Alisia berdetak dengan cepat ia tak menyangka kalau putranya akan berfikir seperti itu, Alisia menggelengkan kepalanya dan memeluk putra dan putrinya.
" Bunda takkan membiarkan kalian pergi dari bunda, apa pun akan bunda lakukan" kata hati Alisia.
Bibi Sukma dan Andin senyum sedih melihat Alisia bersama kedua anaknya.
__ADS_1