Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 26


__ADS_3

Alisia dan lainnya sudah berada di ruangan Nando tak terasa suasana menjadi tegang padahal keadaan kantor cukup dingin karena AC.


Melihat Alisia hanya diam begitu pula dengan Nando hanya menatap Alisia dan kedua anaknya tanpa mengeluarkan suara membuat Andin dan El hanya menghela nafasnya.


" Mereka hanya diam tanpa bicara kapan ini akan selesai" itu yang di fikirkan keduanya.


" Bunda" kata Deniz, menggoyangkan lengan Alisia ia merasakan tak nyaman dengan semua ini.


Alisia menghela nafasnya ia harus membicarakan hal ini karena kedua anaknya membutuhkan ayah kandungnya.


Alisia pun menceritakan semuanya kejadian yang terjadi sekitar lima tahun lalu, Nando dan lainnya hanya mendengarkan tanpa memutuskan.


" Saya minta maaf karena kejadian itu membuat anda" Nando langsung memeluk Alisia ia tak ingin mendengar perkataan minta maaf dari mulutnya karena ia sudah mengetahuinya.


" Cukup jangan bicara lagi aku sudah mengetahuinya" kata Nando, dengan lirih. Ia melepaskan pelukannya.


" Aku sudah tahu itu semuanya, Alisia tolong izinkan aku untuk melindungi kalian untuk selamanya" kata Nando, Alisia dapat melihat ada ketulusan dari matanya tapi ia masih ragu apakah orangtua Nando akan menerimanya dan kedua anaknya.

__ADS_1


" Mengenai orangtuaku jangan cemas karena mereka juga ingin menemui kalian" kata Nando, tahu apa yang difikirkan oleh Alisia.


Alisia senyum dan memperkenalkan kedua anaknya pada Nando.


" Bunda, jadi om ini ayahnya Disa dan Deniz?" Disa, menatap Alisia dengan mata yang basah. Melihat Alisia senyum dan menanggukan kepalanya membuat Disa turun dan langsung memeluk Nando dengan erat.


" Hiks hiks hiks ayah kemana saja Disa rindu" seru Disa, mendengar tangisan putrinya semakin membuat Nando bersalah.


Alisia dan lainnya melihat keduanya dengan tatapan bahagia, Alisia melihat putranya yang menahan nangisnya membuatnya mengelus punggung putra.


" Deniz" panggil Alisia, Deniz menatap Alisia dengan air matanya ia pun memeluknya erat. Melihat putranya menangis dalam pelukan Alisia ,Nando melepas pelukannya pada Disa dan mendekati putranya.


Nando memeluk kedua anaknya dengan erat dan berjanji takkan melepaskan mereka lagi. Andin dan El senyum bahagia melihat mereka bersatu semoga saja tak ada yang menanggu kebahagiaan ini.


Di seberang negeri lain terlihat seorang pria yang tak muda lagi memandang permandangan melalui jendela kamar.


Kret pintu terbuka masuklah seorang pelayan membawa makanan untuknya.

__ADS_1


" Tuan ini makanannya" ucap bibi. Pria tua itu hanya diam tanpa bergeming. Melihat tuannya hanya diam bibi meletakan makanannya dan membawa makanan malamnya keluar.


Ketika keluar dari kamar ada dua orang yang menghalanginya dan melihat yang di bawanya.


" Dia tak menghabiskan makan malamnya lagi? wanita yang terlihat tua.


" Ya nyonya, tuan tak memakan makanannya" kata bibi, menunduk kepalanya.


" Mami ayo kita pergi ke mall aku tak ingin barang yang ku ingin habis" kata putrinya, dengan cemberut.


" Sayang, tenanglah dulu mami harus mengurus papi" kata nyonya.


" Mami untuk apa kita mengurus orang tua itu dia hanya menyusahkan kita saja sejak putrinya pergi dia sering sakit-sakitan dan kita harus merawatnya" kata Yeni, dengan kesal.


Mendengar perkataan putrinya Wulan menarik putrinya menjauh dari sana, bibi hanya mendengar perkataannya dengan rasa yang sedih.


" Nona, bibi harap segera pulang sejak tuan mengusir nona ia sering sakit dan mereka tak mau merawatnya hanya bersenang kerjaannya" kata bibi, mengingat putri kandung dari tuannya.

__ADS_1


Sejak tuan Johan Arsyad mengusir putrinya dari rumah membuat kehidupannya berubah apalagi istri dan putri tirinya hanya menghabiskan uang.


__ADS_2