
Alisia senyum melihat kedatangan El sedangkan Andin menatap tak suka ke arah El, entah kenapa ia tak menyukai orang ini saat pertama kali bertemu. El senyum melihat Disa dan Deniz.
Ia terpaku melihat sikap dingin yang diberikan Deniz padanya, sikapnya mirip dengan Nando mereka memang ayah dan anak berbeda dengan Disa menunjukan senyumannya.
" Anda ingin bertemu tuan Nando? " El. Diangguk oleh Alisia.
El mengajak mereka ke ruangan Nando yang berada di lantai paling atas semua karyawan saling membicarakannya.
" Kalian lihat bukan tuan El begitu menghormati nona itu" kata karyawan A.
" Bukannya itu nona Alisia desainer sekaligus pemilik butik Sia" seru karyawan B.
" Mungkin bos ingin memesan pakaian" kata Karyawan C.
El membawa Alisia dan lainnya menuju lift yang biasanya digunakannya bersama Nando.
Ruang kerja Nando.
Nando sedang fokus membaca laporan yang dibawakan oleh sekretarisnya.
__ADS_1
Alisia dan lainnya sudah tiba di depan pintu ruangan Nando tiba saja ia menghentikan langkahnya ada rasa sakit yang ia rasakan.
Andin tahu yang dirasakan oleh Alisia walau ia tak pernah merasakannya sendiri, Alisia harus menemui ayah kandung dari kedua anaknya walau ia belum siap untuk ini tapi demi kedua anaknya ia rela.
El membiarkan Alisia agar ia merasa tenang. " Bunda" kata Disa. menggoyang tangannya sedangkan Deniz tak tahu yang ia rasakan saat ini sebentar lagi ia akan menemui orang yang dikatakan sebagai ayahnya.
" Buka pintunya" kata Alisia, setelah ia menenangkan hati dan fikirannya.
El mengetuk pintu Disa sangat bahagia sedangkan Deniz matanya terus menunduk Andin dapat merasakan tangan Deniz dingin.
Tok tok tok
Setelah kepergian sekretaris tiba saja suasana menjadi tegang Nando mengeringit dahinya karena sekretarisnya tidak mengeluarkan suara dan orang yang baru saja mengetuk pintunya diam.
" Siapa yang datang?." Nando, dengan nada yang keras membuat El dan lainnya terkejut.
" Bunda hik hiks hiks" Disa, menangis Alisia menggendong putrinya agar berhenti nangisnya sedangkan Deniz menatap tajam ke arah Nando.
El dan Andin menghela nafasnya semoga saja ini bukan sesuatu yang buruk. Nando mendengar tangisan anak kecil ia mengangkat kepalanya.
__ADS_1
Deg
Nando terkejut sekaligus bahagia melihat kedatangan Alisia bersama kedua anaknya ke perusahaannya.
" Alisia"kata Nando, berdiri dari tempat duduknya. Alisia terus mengusap punggung putrinya.
" Sepertinya kami datang pada waktu yang tak tetap, kalau begitu kami permisi dulu" kata Alisia, mengajak lainnya keluar.
" Tuan" kata El, melihat Nando terpaku. Nando yang telah sadar dari keterjutannya ia segera mengejar Alisia.
" Alisia tunggu" teriak Nando, berlari dan memeluknya dari belakang. Andin segera mengambil Disa dalam gendongan Alisia, Sekretaris yang melihat kejadian baru saja tak bisa bicara.
" Maaf aku tak tahu itu kalian yang datang, aku sedang fokus membaca laporan ada masalah sedikit, Alisia maafkan aku" kata Nando, tak ingin melepas pelukannya pada wanita ini.
" Tapi aku telah menanggu pekerjaanmu" kata Alisia.
" Nggk kalian tak menangguku semua waktuku adalah milik kalian " kata Nando, ada rasa bahagia dirasa Alisia.
Andin dan El senyum melihatnya dan mengajak mereka masuk ke ruangan kerja Nando agar tak terlihat oleh orang lain.
__ADS_1
El minta sekretaris Nando agar jangan membiarkan orang masuk dan jika ada tamu atau klien minta mereka kembali esok.