Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 39


__ADS_3

Keesokan harinya Nando mengajak lainnya sarapan pagi di restoran tak jauh dari hotel dimana mereka menginap.


" Kalian ingin pesan apa? " Nando, pada kedua anaknya.


" Ayah Disa ingin makan ini" kata Disa, menunjuk pasta di menu .


" Kalau Deniz? " Nando, pada puyranya yang sibuk dengan tablet.


" Deniz sama kayak bunda" kata Deniz, Nando menanggukan kepalanya dan tersenyum.


El memanggil pelayan dan mulai memesan makanan.


" Tunggu sebentar tuan, nona" kata pelayan, mereka menanggukan kepalanya.


Drrt drtt


Terdengar suara telepon El melihatnya ternyata nyonya Inggrit yang menghubungi.


" Assalamualaikum, nyonya" kata El.


" El dimana anak kurang ajar itu kami sudah menunggu di hotel dimana kalian sekarang" teriak nyonya Inggrit.


" Maaf nyonya. Tuan muda ini panggilan dari nyonya Inggrit" kata El, menyerahkan HP pada Nando..

__ADS_1


" Assalamualaikum, mom" kata Nando, HP El sudah berada di tangannya.


" Nando, mommy dan daddy sudah sampai di hotel kalian menginap tapi kata resepsionis kalian keluar, katakan kalian dimana" teriak nyonya Inggrit.


Teriakan nyonya Inggrit sampai terdengar oleh Alisia dan kedua anaknya karena Nando menjauhkan HP dari telinganya sedangkan Ek sudah biasa dengan hal itu.


" Bunda, ayah bicara dengan siapa kenapa ia memarahinya" kata Disa, sedih mendengar ayahnya dimarahi.


" Sayang ayah tak dimarahi" Alisia, menghapus air mata putrinya.


Deg


Mendengar suara anak kecil membuat hati nyonya inggrit melunak dan ketika mendengar suara lembut Alisia membuatnya terharu.


" Mom, dad datanglah ke restoran X kami sarapan pagi" kata Nando.


" Mereka ada bersamamu? " Nyonya Inggrit, kemarahannya hilang.


" Mom bisa melihatnya sendiri ke sinilah secepatnya sebentar lagi kami akan pergi " kata Nando, menutup panggilannya sebelum mommynya kembali marah.


" Dasar anak ini orang belum selesai sudah ditutup" kata nyonya Inggrit, senyum taj hilang dari wajahnya tuan Anjas melihat istrinya yang tadi marah pada sang putra sekarang senyum.


" Dad ayo kita ke tempat cucu kita" kata Nyonya Inggrit menarik tangan suaminya.

__ADS_1


" Mom, apa yang kamu maksud cucu kita dan kita akan kemana?" tuan Anjas. Nyonya Inggrit berhenti menatap tajam ke arah suaminya ia kesal dengan suaminya yang lupa kalau mereka memiliki dua cucu.


" Sekarang daddy ikut atau tinggal? " Nyonya Inggrit, kesal. Tak ingin membuat istrinya marah tuan Anjas mengikuti langkah istrinya.


Dengan diantar oleh supir mereka sudah sampai di restoran X dimana Nando, Alisia dan lainnya berada.


" Mas? " Alisia, entah kenapa perasaannya menjadi gelisah tapi melihat kedua anaknya baik-baik saja membuatnya sedikit tenang tapi ia masih gelisah.


" Sayang nanti ada yang ingin bertemu kalian" kata Nando, memegang tangannya.


" Siapa yang ingin bertemu kami" kata Alisia, dengan suara gemetaran.


Sebelum Nando menjawab terdengar suara tuan dan nyonya Leonardo.


" Nando, ini" kata tuan Anjas, melihat anak kembar yang sangat mirip dengan putranya sedangkan nyonya Inggrit senyum manis melihat kedua cucunya sampai air matanya keluar.


" Mommy, daddy" kata Nando, kaget melihat orangtuanya sudah berada di hadapannya.


" Tuan, nyonya" kata El, memberi hormat diikuti oleh Andin. Andin sampai tak mengeluarkan suaranya.


Alisia memegang tangan Nando dengan erat ia tak menyangka akan bertemu dengan orangtua dari kekasih sekaligus kakek dan nenek kandung kedua anaknya.


Nyonya Inggrit tak bisa menahan kesenangannya berjumpa dengan calon menantu dan kedua cucunya.

__ADS_1


" Kalian sangat mirip dengan ayah kalian" kata nyonya Inggrit, memeluk Deniz dan Disa, sampai ia menangis. Disa dan Deniz mengelus punggung dengan tangan kecil mereka agar merasa tenang tapi membuat nyonya Inggrit semakin menangis.


__ADS_2