
Nando meminta orangtuanya menemani Alisia dan kedua anaknya karena ia dan El harus menemui klien untuk membahas kerja sama yang akan mereka kerjakan.
" Sayang kalian bersama mommy dan daddy ya" kata Nando, ia dan Alisia berjalan di belakang orangtua Nando bersama kedua anaknya.
" Memangnya mas kemana? " Alisia.
" Mas dan El harus mememui klien tak jauh dari sini setelah dari sana mas langsung kembali ke hotel untuk makan malam, sayang mas tahu kamu masih khawatir tapi yakinlah orangtua mas sangat baik mereka sejak dulu sangat ingin bertemumu disaat mas mengirim foto dan bercerita tentang kalian" kata Nando, meyakinkan Alisia bahwa semuanya pasti baik saja.
" Kamu jaga nona dan tuan dan nona kecil" kata El, pada Andin. Mereka berjalan agak jauh dari mereka.
" Tidak kamu bilang pasti aku menjaga mereka, dasar aneh" kata Andin, kesal meninggalkan El mendekati Alisia.
El tersenyum mengejar Nando yang sudah menjauh.
" Mom, dad Nando pergi dulu ada klien yang harus aku temui, Nando titip mereka jangan sampai ada terluka" canda Nando.
Plak
__ADS_1
Nyonya Inggrit memukul kepala putranya ia kesal dengan perkataannya memangnya ia takbisa menjaga mereka.
" Dasar anak kurang ajar kamu kira mommy dan daddy tak bisa sudah sana pergi'kata nyonya Inggrit, kesal karena ulah putranya.
Melihat ayahnya dipukul membuat Disa marah hingga ia mendatangi nyonya Inggrit dengan tangannya diletakandi pinggang.
" Oma, jangan pukul ayah, itu kan sakit oma jahat hiks hiks hiks" Disa menangis dan memeluk kaki Nando.
Semua orang terkejut melihatnya Nando tak ingin putrinya salah paham ia berjongkok dan memeluk putrinya sedangkan Alisia hanya bisa menghela napasnya. Andin dan Deniz menahan tawa melihat drama yang dimainkab Disa.
Sedangkan nyonya Inggrit merasa bersalah karena membuat cucu cantiknya marah Tuan Anjas dan El hanya sebagai penonton mereka melihat ke arah Alisia hanya diam mereka sudah menduga kalau ini drama Disa.
" Sayang sudah ya oma nggk jahat pada ayah" bujuk Alisia.
" Tapi bunda tapi oma tadi pukul ayah Disa tak suka" kata Disa, memajukan bibirnya mereka melihatnya tersenyum.
" Oma minta maaf ya sayang, oma kan sayang ayah" kata nyonya Inggrit, tersenyum.
__ADS_1
" Putri cantik ayah ternyata pemberani ya nah sekarang ayo bersama bunda, ingat oma dan opa itu orangtuanya ayah jadi mereka sangat menyayangi ayah" kata Nando. Disa menatap Nando yang tersenyum ia menanggukan kepalanya.
Disa melepaskan pelukannya dan Nando juga El pamit menemui klien.
Apakah Disa sering begitu? " Nyonya Inggrit, pada Alisia. Mereka melihat Deniz dan Disa sudah bersama Andin.
Dengan menghela napasnya Alisia menanggukan kepalanya tidak lupa meminta maag atas sikap Disa pada nyonya Inggrit.
" Kamu tak perlu minta maaf sayang kami malah senang melihatnya, mari kita ke mall " kata tuan Anjas.
" Andin jaga mereka jangan biarkan lepas dari tanganmu" kata Alisia.
" Baik kak. Kalian dengar kata bunda jangan lepaskan tangan kalian dari aunty" kata Andin. Diangguk oleh Deniz dan Disa.
Kedua orangtua Nando mengajak mereka ke mall mereka ingin menghabiskan waktu bersama kedua cucu mereka, saat ini mereka telah berada di lantai 4 menikmati permainan yang tersedia.
" Deniz tak ingin bermain?" tuan Anjas, saat ini mereka menemani Disa yang asyik mengambil boneka dengan jepitan ditemani oleh Alisia, Andin dan nyonya Inggrit.
__ADS_1
" Nggk opa itu mainan untuk anak cewek" kata Deniz, menggelengkan kepalanya.
Akhirnya tuan Anjas mengajak Deniz bermain tembakan dia kira cucunya takkan bisa tapi nyatanya Deniz menikmatinya.