Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 12


__ADS_3

Selesai makan siang Alisia lebih memilih masuk ke kamar daripada ke butiknya perkataan sang putrinya sangat mengusik dirinya, Alisia berdiri di jendela sambil memandang langit penuh bintang ia menghela nafasnya.


" Ayah, Alisia rindu sudah empat tahun semenjak ayah mengusirku, semoga ibu Wulan dan Yeni menjaga ayah dengan baik, Deniz, Disa maafkan bunda tak dapat mengatakan siapa ayah kalian karena bunda tak tahu" kata Alisia, menangis.


Tanpa disadari oleh Alisia kedua anaknya mendengarnya, Deniz dan Disa tak bisa tidur berniat tidur bersamanya tapi saat akan membuka pintu mereka melihat Alisia bersedih.


" Kak, ini salah Disa, jika Disa tak ingin ayah bunda takkan bersedih" kata Disa, menundukan kepalanya jarinya memegang baju Deniz.


Deniz merangkau adiknya dan mengajaknya ke kamar, Deniz membantu Disa tidur dengan menyelimutinya.


" Kakak temani Disa" kata Disa, Deniz mengelus kepala adiknya dan berbaring di samping adiknya.


" Kak, Disa tak suka lihat bunda nangis ini gara Disa" kata Disa.


" Disa ini bukan salahmu ini salah orang itu jika dia tak meninggalkan bunda dan kita, bunda takkan bekerja keras seperti ini" kata Deniz.


" Kakak benar, kak ayo kita cari ayah sendiri jika kita bertemu. Disa akan memukulnya karena membuat bunda nangis" kata Disa, dengan kesalnya.


Deniz tersenyum ia sebenarnya sudah mencari keberadaan ayahnya melalui keahliannya tapi belum ada hasil.


Deniz mengajak adiknya tidur karena ia sudah merasa ngantuk dan tak ingin Alisia marah.

__ADS_1


Apartemen Nando


Nando baru saja menyelesaikan mandi dan mendengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok


" Nando ayo kita ke restoran sejak sampai kamu belum makan" kata El, Nando menanggukan kepalanya ia juga merasa lapar sejak sampai ia hanya di kamarnya.


El mengendarai mobil tak jauh dari apartemen.


" Selamat datang tuan ke restoran kami, silahkan masuk" kata pelayan, menyambut kedatangan mereka .


" Lihat mereka sangat tampan aku rela menjadi kekasihnya"


" Aku juga rela memjadi simpanannya".


Itulah yang terdengar oleh Nando dan El tapi mereka hanya mengacuhkannya.


" Tuan silahkan lihat daftar menunya" kata pelayan, menyerahkan daftar menu ke El.


" Spageti dua dan minuman dua orange Jus" kata El, mengembalikan daftar menu.

__ADS_1


" Harap tunggu tuan kami akan menyiapkannya" kata pelayan


" Nando, apa yang kamu fikirkan? " El, Nando menghela nafasnya.


"Sebenarnya aku tak tahu jika kami bertemu nanti, apakah ia mengingatnya atau tidak dan apakah ia akan memaafkanku gara-gara perbuatanku hidupnya hancur" kata Nando, mengusap wajahnya secara kasar.


" Nando, aku tak tahu yang terjadi nantinya tapi aku percaya kamu dapat meyakinkan nona Alisia dan mendapatkan maafnya" kata El.


Kemudian pelayan datang membawa pesanan mereka, mereka menikmati makanan di bawa. Kemudian mereka kembali ke apartemen dan membicarakan rencana esok mencari keberadaan Alisia atau kemungkinan ada anak ada mereka.


Keesokan harinya Nando mulai rencana untuk mencari keberadaan Alisia, dia memerintahkan anak buahnya mencari Alisia sekitar London.


" El ayo kuta juga harus mencarinya " kata Nando.


" Baiklah" El, segera menyiapkan mobilnya.


" El, apalah sudah ada kabar dari daddy pencarian di Austria? " Nando, merekasudah berada dalam mobil.


" Belum ada Nando om belum memberi kabar" kata El, Namdo memanggukan kepalanya.


Dalam seharian mereka terus mencari keberadaan Alisia.

__ADS_1


__ADS_2