Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 23


__ADS_3

Sepulang dari rumah Alisia membuat keadaan Nando tak fokus hingga pekerjaannya tak selesai, El sangat perhatin melihat keadaannya tapi apa tak ada yang bisa ia lakukan. Ia hanya berharap Alisia dapat membuka hatinya.


" Tuan ini ada laporan yang harus anda tanda tangani" kata El.


" El ini sudah tiga hari aku bertemu dengannya dan kedua anakku tapi saat ini hatiku ragu mereka akan memaafkanku terutama Alisia. Wanita itu hidupnya telah hancur gara-gara kesalahanku" kata Nando, mengusap wajahnya.


El hanya membiarkannya agar Nando merasa tenang setelah mengeluarkan emosinya Nando kembali melanjutkan pekerjaannya ia tak ingin masalah ini menanggu pekerjaannya.


Alisia kembali membuka butiknya ia tak ingin mengecewakan pelanggannya sedangkan keinginan kedua anaknya ia belum ada keberanian untuk menemui Nando.


Sekolah


Deniz dan Disa mendengarkan guru menerangkan belajar. Disa sampai tak fokus mendengar perkataan guru ia tak sabar menemui ayahnya.


Deniz tahu Disa sangat ingin menemui Nando tapi ia tak suka melihat Alisia sedih, selama masa belajar Disa hanya melamun sampai gurunya heran.


" Deniz " panggil guru. Ketika jam berakhir guru memanggil Deniz.


" Ya bu" kata Deniz, mendekat guru yang masih duduk di kursinya.


" Deniz tahu apa yang terjadi pada Disa sampai ia tak fokus selama belajar sebentar lagi kalian akan ujian" kata guru.


" Bu nanti Deniz bilang ke Disa" Deniz, tak ingin menceritakan semuanya pada guru. Bu guru menghargai Deniz yang tak ingin memberitahunya.

__ADS_1


Ketika semua siswa istirahat berbeda dengan Deniz dan Disa masih berada di dalam kelas untung Andin memberikan bekal pada Deniz dan Disa.


" Disa" panggil Deniz.Disa yang melamun langsung memeluk kakaknya.


" Hiks hiks hiks kak Disa ingin bertemu ayah kenapa bunda tak ingin mengajak kita ke tempat Ayah" kata Disa, dengan suara bergetar.


" Disa nanti kita bicarakan lagi dengan bunda" membujuk Disa agar tak bersedih. Disa senyum menanggukan kepalanya.


Sepulang dari sekolah Disa tak sabar menunggu Alisia.


" Disa ayo ganti bajunya setelah itu makan siang" kata bibi Sukma.


" Disa ingin menunggu bunda, Disa ingin ke tempat ayah" seru Disa. Bibi Sukma hanya senyum.


Butik


Alisia sedang melayani pasangan kekasih yang ingin memesan gaun untuk pesta peetunangan.


" Nona, tuan apakah ada desain yang kalian suka" kata Alisia, memberikan contoh desain pada tamu.


Kedua pasangan melihat contoh desain yang di rancang oleh Alisia mereka sangat menyukainya.


Drt drt drt.

__ADS_1


Alisia melihat panggilan dari Andin. " Ada apa kok Andin menghubungiku apa terjadi sesuatu pada Deniz dan Disa" tiba saja Alisia mengkhawatirkan kedua anaknya.


Alisia segera memanggil asistenntnya untuk menemani tamunya.


" Nona, tuan mohon maaf saya angkat telepon dulu silahkan bertanya pada asisten saya" kata Alisia.


Kedua tamunya tak bermasalahannya setelah Alisia pamit keluar ia segera mengangkat telrpon dari Andin.


" Halo, Andin apakah mereka baik saja" .


Andin tahu siapa yang ditanya Alisia dan dia meminta Alisia segera pulang.


Alisia segera memanggil karyawannya untuk mengurus butik sedangkan ia pulang terlebih dulu.


Melihat Alisia turun dari mobil Disa yang masih berpakaian sekolah segera memeluknya.


" Sayang ada apa ini, apakah kamu sakit? " Alisia.?.Memeriksa tubuh putrinya ia merasa lega karena putrinya baik saja.


" Bunda kapan kita ke tempat ayah Disa tak sabar memeluknya" seru Disa.


Deg


Alisia tak bisa berkata apa lagi apakah karena ini ia di minta pulang.

__ADS_1


__ADS_2