Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 24


__ADS_3

Alisia terpaku mendengar keinginan Disa yang sangat ingin bertemu Nando.


" Bunda ayo kita ke tempat ayah" desak Disa. Deniz yang sejak tadi diam akhirnya mengeluarkan suaranya yang membuat orang tak terduga.


" Disa jangan bicara seperti itu pada bunda kita sudah bahagia bersama bunda jadi tak perlu ada orang lain" kata Deniz, dengan dinginnya.


" Tapi kak Disa ingin ayah seperti teman yang lainnya, Disa juga ingin diantar dan di jemput oleh ayah" teriak Disa dengan histeris.


Alisia merasakan sakit di hayinya ia tak menyangka kalau putrinya akan mengatakan hal itu apakah kasih sayangnya sebagai seorang ibu masih kurang atau kedua anaknya memang membutuhkan sosok ayah.


Akhirnya Alisia melepaskan egonya demi kebahagiaan anaknya.


" Baiklah esok ketika pulang sekolah kita akan ke tempat ayah" kata Alisia, mengelus kepala kedua anaknya.


Disa aangat bahagia mendengarnya sampai ia lompat.


" Asyik kita ketemu ayah" seru Disa, dengan wajah yang bahagia.


" Bunda" kata Deniz, mengkhawatirkan Alisia.

__ADS_1


" Sayang tenanglah bunda baik saja" kata Alisia, memeluk Deniz ia tahu putranya menjaga hatinya.


Bibi Sukma berharap ini adalah awal dari kebahagiaan mereka sedangkan Andin berharap Nando tak membuat Alisia kembali terluka.


Keluarga Leonardo


Tuan dan nyonya Leonardo sangat mengkhawatirkan putranya sudah tiga bulan Nando pergi mencari Alisia tapi belum juga kabar.


" Dad ini sudah tiga bulan Nando ke London tapi belum juga memberi kabar pada kita, apakah dia berhasil menemukan menantu dan cucu kita atau belum" kata nyonya Inggrit.


" Mom tenang saja El bersamanya pasti baik saja sebaiknya kita jangan menanggunya biarkan dia menyelesaikan masalahnya, kita sebagai orangtua hanya mendoakan" kata tuan Anjas Leonardo, nyonya Inggrit menanggukan kepalanya tanda dia setuju.


Melihat perusahaan Leonardo Group walau hanya cabang cukup membuat mereka terkejut melihat tingginya.


" Kak sepertinya ayah mereka orang kaya lihat gedung perusahaannya " bisik Andin, Alisia hanya diam dia memang tak mengetahui betapa kayanya seorang Nando Putra Leonardo.


Disa yang tak sabar ingin menemui Nando ia menarik tangan Alisia masuk ke dalam Deniz yang memegang tangan Andin hanya mengikuti jalan Alisia dan Disa.


Melihat kedatangan Alisia membuat resepsionis heran karena ia bingung karena atasannya tak ada janji dengan butik Sia.

__ADS_1


"Maaf nona Alisia ada keperluan apa datang kemari setahu saya atasan kami tidak ada janji dengan anda" kata resepsionis dengan rahma. Alisia senyum melihat kesopanan dari resepsionis di hadapannya.


" Kami memang tak memiliki janji dengan atasan anda, kami ingin menemui tuan Nando" kata Alisia.


Resepsionis terkejut mendengarnya apakah Alisia tidak mengetahui kalau CEO dari perusahaan Leonardo Group adalah orang yang ia cari.


" Mohon maaf apakah nona sudah ada janji sebelumnya" kata resepsionis, Alisia menggelengkan kepalanya.


" Bunda" kata Disa, dengan lirihnya. Resepsionis hanya senyum kaku melihatnya.


" Apakah tak bisa diusahakan nona" kata Alisia, tak ingin putrinya sedih.


Resepsionis minta maaf karena ia tak bisa lakukan apa.


El yang baru saja menemui klien dari restoran ia terkejut melihat Alisia dan lainnya berada di kantornya.


" Nona Alisia" kata El, dengan hormat. Alisia membalikan tubuhnya dan melihat El sudah ada di belakangnya. Resepsionis terkejut melihat El begitu menghormati Alisia.


Siapa yang tak mengenal El Ahmad yang mana sikapnya hampir sama dengan Nando Putra Leonardo tapi sekarang sangat berbeda ketika berhadapan dengan Alisia.

__ADS_1


__ADS_2