Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 18


__ADS_3

Butik Sia


Alisia menemani kedua anaknya mengerjakan tugas sekolah.


" Kalian butuh bantuan bunda? " Alisia.


" Nggk bun kami bisa sendiri " kata Deniz, tak ingin merepotkan Alisia.


" Ya bun, anak bunda kan pintar" kata Disa, tersenyum dibalas senyum oleh Alisia.


" Baiklah bunda takkan menanggu kalian" kata Alisia, membaca majalah di atas meja.


Andin datang ingin menyampaikan sesuatu pada Alisia.


" Kak" panggil Andin.


" Ya " kata Alisia, menutup majalah.


" Kak ada telepon dari pihak perusahaan Leonardo Group ia ingin memesan jas baru untuk atasannya dan secepatnya selesai ada acara katanya" kata Andin.


Kedua anaknya saling memandang mereka tahu perusahaan yang di sebut oleh Andin.


" Kak bukannya itu perusahaan ayah" kata Disa, senyum bahagia Deniz menanggukan kepalalanya.


" Besok siang minta ia temuiku di butik" kata Alisia, menatap Andin dengan senyuman.

__ADS_1


Taklama ibu Sukma memberitahu makan siang siap.


" Ayo sayang makan dulu udah itu istirahatlah " kata Alisia.


" Ya bunda" seru kedua anaknya. Mereka menikmati makanan yang telah sedia.


Keesokan harinya Nando tak mau membuang waktu sesuai janji ia bertemu dengan Alisia pada siang hari. Selama perjalanan menuju butik jantung Nando berdetak dengan cepat El tak berani untuk mengeluarkan suaranya ia tahu sahabat sekaligus bosnya sedang gugup.


" Kita sudah sampai El? " Nando.


" Belum tuan kita berhenti karena lampu mati" kata El.


Nando menghela nafasnya. " El sekarang kita tak di kantor" kata Nando, El tersenyum dan melanjutkan perjalanan menuju butik Sia.


Tak membutuhkan waktu yang lama mobil yang membawa Nando dan El sampai di butik Sia, entah ini suatu keuntungan atau takdir suasana butik dalam keadaan sepi.


" Menurutmu apakah dia mengingatku?" Nando.


" Aku tak tahu yang penting kita harus mencobanya" kata El, Nando menanggukan kepalanya.


Mereka keluar dari mobil dan disambut oleh karyawan butik.


" Silahkan tuan" kata karyawan. Nando dan El masuk ke dalam tapi dengan sikap dinginnya. Nando dan El melihat keadaan butik Alisia yang cukup besar.


" Saya kesini mau bertemu dengan nona Alisia? " Nando.

__ADS_1


" Silahkan duduk dulu tuan saya akan menghubungi nona Alisia" kata karyawan, meminta mereka duduk.


" Emangnya nona Alisia kemana? " El.


" Pada jam seperti ini nona ada di kediamannya" kata karyawan, dengan gemetaran melihat ketampanan dua orang di hadapannya.


"Apa - apaan ini kami diminta datang ke butiknya siang ini dan dia tak ada" El, dengan kesal. Nando hanya membiarkan El agar tidak ada yang mengetahui kalau ia sedang gugup.


"Maaf tuan kediaman nona hanya sebelah butik" kata Karyawan, menghubungi Alisia segera ia merasa takut.


Nando dan El membalikan tubuhnya dapat dilihat ada rumah sederhana di sebelah butik Nando tersenyum karena ia tak mengalami kesulitan mencari rumah Alisia.


" Nando, tenanglah disini banyak orang" bisik El, ketika Nando akan berdiri.


" Kamu benar , aku hanya tak sabar menemuinya" kata Nando, mengusap wajahnya.


Di rumah Alisia.


Alisia bersama kedua anaknya baru saja selesai makan siang.


" Nak ada telepon dari butik" kata ibu Sukma.


" Astaghfirurrah bu Alisia hampir lupa ada klien hari ini, kalian setelah ini masuk kamar dan jangan membuat nenek kesulitan " kata Alisia, pada kedua anaknya.


Deniz dan Disa menanggukan kepalanya Alisia tersenyum dan mencium kening mereka kemudian menuju butik.

__ADS_1


" Kak ayo kita ke butik Disa ingin melihat ayah" kata Disa, mereka sudah dalam kamar.


" Disa biar bunda yang bertemu ayah dulu aku ingin ayah meminta maaf pada bunda terlebih dahulu sebelum menemui kita" kata Deniz, mengajak adiknya tidur.


__ADS_2