Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 31


__ADS_3

Sudah dua minggu Nando selalu menjemput dan mengantar anaknya ke sekolah dan selama itu hubungannya bersama Alisia semakin dekat, kedua anak mereka bahagia karena ayah dan bunda mereka selalu menemani mereka juga di sekolah teman Disa dan Deniz sudah tidak lagi mengecewakan mereka.


Saat ini siswa libur sekolah karena sebentar lagi akan menjalani ujian untuk siswa TK memasuki SD. Terlihat Nando bermain di rumah Alisia menemani Disa dan Deniz karena Alisia ada pameran selama tiga hari di negeri jepang.


" Ayah ayo bermain kita main rumah-rumahan, ayah menjadi tuan dan Disa menjadi bunda juga Deniz menjadi om El" kata Disa.


" Aku tak ingin menjadi om El" kata Deniz.


" Terus Deniz menjadi apa, tak mungkin menjadi bi Sukma. Bukannya bi Sukma cewek" kata Disa, dengan tatapan bingung.


" Aku ingin menjadi ayah" kata Deniz, fokus dengan bukunya.


" Ih Deniz kan sudah ada ayah" kata Disa, ngambek.


Tak ingin kedua anaknya ribut Nando berusaha membujuk mereka.


" Gimana kita telepon bunda? " Nando, Kedua anaknya menangguk senang, Nando mengambil HP menghubungi Alisia.

__ADS_1


Jepang.


Terlihat seorang wanita cantik memberikan arah pada model untuk acara nanti ia tak ingin ada kesalahan dalam acaranya, acara ini sangat penting baginya agar karyanya dikenal oleh orang atau negara lain.


Tak lama terdengar ada panggilan dari teleponnya Alisia tersenyum melihat siapa yang menghubunginya, seorang yang merupakan ayah kandung dari kedua anaknya dan seorang yang sejak kapan berada di hatinya.


" Assalamualaikum, mas" kata Alisia.


" Waalaikum salam bunda" teriak Disa, bahagia mendengar suara bundanya sedangkan Alisia tersenyum ia sudah menduga kalau putrinya akan merampas HP Nando ketika panggilan terangkat.


" Bunda, Disa sedang bermain bersama ayah dan Deniz, Bunda jangan lama di sana ya Disa rindu" kata Disa.


" Ya sayang bunda juga rindu pada putri cantik bunda ini, dua hari lagi bunda akan pulang. Disa dimana Deniz" kata Alisia, bertanya keberadaan putra dinginnya.


Disa segera memberikan HP pada Deniz sedangkan dia berlarian menuju ke dapur menemui bibi Sukma, karena bibi Sukma membuat cake kesukaannya dan Deniz.


" Disa jangan berlarian" teriak Nando, dan duduk di samping putranya. Alisia tersenyum mendengar ia bahagia Nando sangat menjaga kedua anak mereka.

__ADS_1


" Bunda, semoga acaranya sukses? " Deniz, menatap bunda dengan mata sendu ia sangat merindukan Alisia.


" Terima kasih sayang atas doanya, Deniz jaga Disa ya ingat belajar yang rajin sebentar lagi ujian dan masuk SD. Deniz jangan nakal dengarkan kata ayah dan bibi Sukma bunda disini baik saja sampaikan pada bibi Sukma mbak Andin kirim salam. Sekarang berikan telepon pada ayah " kata Alisia, ingin membicarakan sesuatu pada Nando.


Setelah memberikan HP pada Nando Deniz mengusul adiknya yang asyik dengan makan cake.


"Mas, Alisia minta maaf karena merepotkan mas dalam mengurus mereka selama tiga hari, Alisia tahu mas juga sibuk di perusahaan " kata Alisia, ia benar merasa tak enak dengan Nando walau ia merupakan ayah kandung anaknya tapi mereka belum memiliki hubungan sah.


" Sayang, mas tak merasa merepotkan mereka adalah anak-anakku maka harus aku yang merawat mereka " kata Nando, tak menyukai dengan kata Alisia barusan.


" Alisia minta maaf mas" kata Alisia, merasa malu dengan kata Nando yang memanggilnya sayang.


" Mas" panggil Alisia.


" Ya sayang" Goda Nando, ia senyum melihat wajah wanitanya bersemu merah hingga rasa kesalnya hilang.


Alisia kesal karena Nando masih menggodanya hingga mematikan panggilan sepihak sedangkan Nando tertawa melihat Alisia malu.

__ADS_1


__ADS_2