
Kediaman keluarga Leonardo.
Orangtua Nando sedang menikmati kue yang dibeli oleh Natasha sambil membicarakan perjodohan Nando dan Natasha.
" Dad, bujuklah anak itu untuk menerima perjodohan ini" kata nyonya Inggrit.
" Mom, biar Nando yang memilih hidupnya sendiri" kata tuan Anjas.
" Daddy tak mengerti perasaan mommy, mommy kan tak sabar menimang cucu" keluh nyonya Inggrit, ia merasa iri karena teman arisannya membicarakan menantu dan cucu yang mereka banggakan.
Taklama bibi datang dan memberitahu kalau makan siang sudah siap walau dalam keadaan kesal tetap melayani suaminya.
Perusahaan Leonardo Group.
Sejak diacuhkan oleh Nando tak membuat Natasha putus asa ia semakin berupaya mendekatinya, saat ini ia sudah berada di perusahaan Nando.
" Selamat datang nona Natasha, apalah ada yang bisa saya bantu? " resepsionis, menyambutnya dengan rahma siapa yang tak mengenalnya artis terkenal.
Natasha membuka kaca mata hitamnya dengan angkuhnya.
" Saya ingin menemui Nando katakan padanya aku datang" kata Natasha.
El yang baru saja kembali melihat Natasha di depan resepsionis ia tidak menyukai wanita dihadapannya.
" Ada apa ini? " El. Natasha melihat El tepat berdiri didepannya merasa kesal.
__ADS_1
" Aku ingin menemui Nando, apa kau mencoba menghalangiku" kata Natasha, menatap El. El senyum sinis dan meninggalkannya Natasha menghentakan kakinya karena marah tapi ia tak boleh kehilangan kesempatan ini dia mengikuti El.
El tahu tahu kalau Natasha mengikutinya tapi ia hanya membiarkannya, El membuka pintu dan melihat Nando memenjamkan matanya terlihat wajahnya pucat.
" Nando, apa yang terjadi padamu? " Natasha. Nando merasakan bau yang membuatnya kembali merasakan mual dia membuka matanya melihat Natasha sudah berdiri di hadapannya.
" El, siapa yang memperbolehkan dia masuk ke sini cepat bawa dia pergi" teriak Nando, meminjit keningnya mencoba menahan gejolak dalam perutnya.
" Nona sebaiknya anda kembali" kata El. " Nando aku takkan pergi" Natasha, menolaknya.
" El antarkan aku pulang" kata Nando, El segera membantunya keluar.
" Nando" teriak Natasha, tapi Nando mengacuhkannya Selia diam menyaksikan kemarahan Natasha. Dengan kekesalan Natasha meninggalkan perusahaan.
" Ya Allah nak apa yang terjadi padamu" nyonya inggrit cemas saat melihat keadaan putranya.
" Mom, menjauhlah" kata Nando.
" Nando, apa yang kamu katakan " kata tuan Anjas, terkejut mendengarnya.
" Dadd, wangi parfum mommy membuatku mual" kata Nando, berlari menuju kamarnya.
Nyonya Inggrit dan tuan Anjas menatap El minta penjelasan, El pun menceritakan keadaan Nando dalam beberapa hari terakhir.
" Ya Allah dad" seru nyonya Inggrit, segera menyusul ke atas ia sangat mengkhawatirkan putranya, tuan Anjas meminta El menghubungi dokter.
__ADS_1
" Nando ini mommy ayo buka pintunya" kata nyonya Inggrit, tapi hanya sunyi nyonya Inggrit terus memanggil putra.
" Daddy, Nando tak membuka pintunya" kata nyonya inggrit, dengan lirihnya tuan Anjas mencoba memanggilnya tapi tak ada tanggapan.
" El bantu mendobrak pintu ini" kata tuan Anjas, El yang naik ke atas setelah menghubungi dokter segera mengikuti perintah tuan Anjas. Mereka mendobrak pintu kamar Nando hingga.
" Nando" teriak tuan Anjas, melihat putranya pingsan di lantai.
" Nando bangun nak" kata nyonya Anjas, menangis.
" El bantu mengangkatnya ke atas kasur" kata tuan Anjas, mereka mengangkat tubuh Nando ke kasur, nyonya Inggrit duduk di sampingnya mengelus rambutnya.
" Daddy wajahnya pucat sekali" kata nyonya inggrit, tuan Anjas mengelus punggung istrinya.
Taklama bibi datang memberitahu kalau dokter sudah datang El segera memintanya untuk memeriksanya.
" Dokter gimana putraku" kata tuan Anjas.
" Tuan muda hanya mengalami kelelahan" kata dokter.
" Tapi dok" seru El, menceritakan keadaan Nando tiap pagi dan meminta makanan yang aneh menurutnya.
" Kalau dari penjelasan dari anda saya bisa menyimpulkan tuan muda mengalami morning sickness dari gejala Sindrom Couvade" penjelasan dokter, membuat mereka syok.
Dokter pamit harus kembali ke rumah sakit.
__ADS_1