Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 33


__ADS_3

" Butik Sia. tuan nyonya" kata Alisia, menyebutkan butik miliknya. Mendengar hal itu tuan dan nyonya Leonardo saling pandangan dan tersenyum ternyata mereka di pertemukan dengan calon menantu secara takdir.


" Nona boleh kita bicata di tempat lain disini agak ramai" kata nyonya Inggrit, sangat ingin bicara dengan Alisia.


Andin menyadari kalau mereka ingin bicara bersama Alisia tanpa ada gangguan.


" Kak pergilah biar aku yang mengurus sisanya" kata Andin, dengan senyum.


" Kamu yakin Andin, mereka? " Alisia, khawatir jika Andin tak mampu untuk mengurus semuanya.


Tapi Andin meyakinkan Alisia kalau ia bisa mengurusnya akhirnya Alisia mengiyakan dan mengikuti tuan dan nyonya Leonardo menuju testoran yang tak jauh dari lokasi.


Di sebuah bar mewah di Jerman.


Terlihat beberapa pria menikmati minuman sambil di temani wanita.


" Hei kapan kau menikahi pacarmu bukannya kalian sudah lama berhubungan, jangan kamu masih mengingat wanita yang meninggalkanmu ketika pernikahan kalian" kata Maxim


Gio menatap tajam ke arah sahabatnya ia sangat tak menyukai hal ini.

__ADS_1


" Aku tak tahu Yeni memang cantik dan aku menyukainya entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal " kata Gio, memenjamkan matanya.


" Jangan kamu masih mengingat wanita itu? " Maxim.


" Nggk untuk apa aku mengingat wanita sialan itu beraninya ia berhubungan dengan pria lain sebelum pernikahan kita" kata Gio, sangat membenci jika nama Alisia di sebut.


" Makanya cepat resmikan hubunganmu dengan Yeni jika tak mau disebut pria tak sejati" kata Maxim, menepuk punggung Gio dan mengajak wanita bersamanya ke kamar.


Wanita yang bersama Gio terus menggodanya hingga membuat Gio tergoda hingga mereka melewati malam.


Kembali ke tempat Alisia.


" Maaf, apakah nona tak merasa tak nyaman kami hanya ingin bicara lebih privasi" kata nyonya inggrit, merasa takut jika calon menantunya merasa tak nyaman.


Alisia senyum. " Tak apa-apa nyonya saya hanya merasa ini berlebihan membicarakan desain saya" kata Alisia, merasa tak enak.


" Nona tak perlu merasa tak enak kami yang ingin seperti ini ayo nikmati makanannya" kata tuan Anjas, tak ingin suasa semakin canggung.


Para pelayan mengantar makanan yang di pesan, mereka menikmati makanan yang telah disedia.

__ADS_1


" Nyonya ini ada beberapa contoh desain saya maaf hanya ini yang saya bawa" kata Alisia, setelah makan mereka membicarakan desain Alisia dan ia menyerahkan beberapa contoh desainnya.


Tuan dan nyonya Leornardo melihat desain Alisia dalam buku gambar ia bawa.


" Nggk ini indah dan memiliki gaya tersendiri " puji nyonya Alisia.


" Terimakasih nyonya" kata Alisia.


" Apakah tak ada karya untuk pria kami ingin membeli untuk putra kami" kata tuan Anjas, memiliki rencana.


" Maaf tuan saya hanya membawa contoh rancangan saya untuk wanita tapi untuk pria ada di butik saya" kata Alisia, senyum. Ia tak menyangka tuan di depannya akan berkata seperti ini sedangkan nyonya inggrit tersenyum ia tahu rencana suaminya.


" Kalau begitu kita akan pergi ke London selain untuk berkunjung ke butik anda kami akan menemui putra kami, kapan anda kembali ke London kita bisa pergi bersama " kata tuan Anjas.


" Maaf tuan saya harus dua hari lagi berada di jepang masih ada yang harus saya urus" Alisia mencoba menolak ajakan mereka.


" Kalau begitu kita akan menunggu anda"kata tuan Anjas, tanpa ada penolakan. Alisia hanya tersenyum menanggapinya.


Selama dua hari Alisia mengikuti beberapa acara agar desainnya semakin dikenal, diakhir hari acara tuan dan nyonya Leonardo kembali datang dengan terpaksa Alisia menerima ajakan mereka kembali ke London bersama.

__ADS_1


-


__ADS_2