Si Kembar Anak CEO

Si Kembar Anak CEO
Episode 6


__ADS_3

Tiga tahun kemudian


Sia butiq


inilah nama butik milik Alisia berkembang dengan pesat banyak berbagai kalangan menyukai desain Alisia, baik artis, mahasiswa dan kalangan lainnya dan Alisia sudah memiliki sepuluh pegawainya.










Inilah beberapa contoh hasil desain Alisia diawal dia membuka butiqnya, banyak orang menyukainya hingga dalam terbaru untuk butiqnya.


" Bunda" terdengar suara anak kecil memanggilnya.


" Bunda disini sayang" kata Alisia.


Kret

__ADS_1


Pintu terbuka terlihat gadis kecil dengan cemberut.


" Sayang kok cemberut? " Alisia, memintanya duduk di pangkuannya


Deniz satrya dan Disa Sabiya inilah nama anak kembar Alisia, memang Alisia melahirkan anak kembar, Mereka adalah kebahagiaan Alisia.


Semenjak kelahiran mereka hari-hari Alisia dipenuhi kebahagiaan walau dia sibuk dengan butiknya yang baru saja berdiri, tapi tak menghilangkan waktu untuk mengurus mereka.


" Bunda Deniz pelit masa Disa dak oleh minjam olanya" ngadu Disa, Alisia hanya tersenyum anak - anaknya memang mempeributkan hal kecil.


Kembali mendengar pintu masuk Alisia tersenyum melihat putranya Deniz membawa Ipad miliknya, Deniz memang menyukai dunia IT dan Alisia sangat mendukung putranya berbeda dengan Disa yang sangat manja tapi juga tomboy.


" Bunda jangan percaya padanya dia sudah sering mehilangkan bola Deniz, masa perempuan main bola" kata Deniz, masih fokus dengan kegiatannya.


" Bunda hu hu hu" Disa, memajukan bibirnya.


" Sayang yang dikatakan Deniz benar anak perempuan tak baik jika main bola" kata Alisia, Disa menanggukan kepalanya walau ia masih kesal.


" Deniz simpan dulu Ipadnya sudah waktunya makan siang" kata Alisia. Deniz, mematikan IPadnya memegang tangan Alisia keluar dari ruang kerja Alisia dan menuju ruang makan.


Alisia, Deniz dan Disa melihat Ibu Sukma membereskan masakan yang telah dimasak dibantu oleh Andin.


" Kalian sudah datang" kata ibu Sukma.


" Ibu, Alisia minta maaf tak bisa membantu, Alisia sedang mengerjakan desain terbaru" kata Alisia, menyesal tak bisa membantu.


" Nggk apa nak ibu tahu kamu sedang sibuk untung ada Andin membantu " kata ibu Sukma, Alisia tersenyum.


" Nah ini kesukaan keponankan kesayangan aunty" kata Andin, membawakan pasta pada Deniz dan Disa.

__ADS_1


" Terima kasih aunty" kata Disa, tersenyum Andin gemes melihatnya tapi kesal melihat Deniz yang hanya datar dan menikmati makanannya.


" Kakak, putramu dingin sekali" kata Andin, menghela nafasnya Alisia tersenyum.


" Nak sudah ayo kita sarapan nanti makanannya dingin" kata ibu Sukma.


Mereka menikmati sarapan dengan tenang hanya terdengar suara sendok.


Flashblack


Empat tahun yang lalu


Nando Putra Leonardo berusia 30 tahun seorang CEO perusahaan terbesar di London, dia ke Indonesia bersama El Ahmad merupakan asisten sekaligus sahabatnya mengurus pekerjaan.


Saat metting bersama perusahaan PT Ratu Group CEO dari perusahaan itu memberikan obat perasang pada Nando, Ratu sangat menyukai Nando makanya dia berbuat hal tersebut tapi keinginannya tidak sesuai Nando bermalam dengan Alisia.


" Dimana wanita itu" kata Nando, melihat kosong di sampingnya, Nando tersenyum melihat noda darah di kain kasurnya.


" El bawakan stelan baju" kata Nando, menghubungi orang kepercayaannya.


Tok tok tok


El masuk dan melihat isi kamar yang berantakan dia sudah menduga hal ini akan terjadi karena dia tahu kalau CEO Ratu mencoba menjebak sahabatnya.


" El tolong cari wanita semalam yang bersamaku" kata Nando, El bingung dengan perkataan Nando yang menurutnya tak biasa.


Nando pun menceritakan semuanya ." Jadi semalam kau bersama, tapi dimana wanita yang sudah ku panggil" kata El.


" Paling dia bawa kabur uangnya, ayo kita cari wanita itu" kata Nando.

__ADS_1


" Nando, sepertinya kita harus kembali ke London karena tante menghubungiku" kata El. Dengan terpaksa Nando pulang padahal dia tak menyadari kalau ia dan Alisia berada di negara yang sama.


Flashback End.


__ADS_2