
Keadaan Alisia membuat keluarga lainnya khawatir Nando bahkan meminta daddy dan El mengurus pekerjaan.
" Tuan ini makanan untuk kak Alisia" kata Andin, meletakan makanan di atas meja.
Sebelum Andin meninggalkan kamar Nando menghentikannya.
" Anak- anak sudah makan, Andin?" Nando.
" Mereka bersama nyonya tuan di meja makan" kata Andin.
" Kamu boleh pergi" kata Nando.Andin memberi hormat Lalu menutup pintu.
Sayang lihat ini makanan kesukaanmu" kata Nando, menyuapi Alisia.
Tapi Alisia hanya diam tanpa mau membuka mulutnya Nando meletakan piring di atas meja kemudian menatap Alisia dengan kesedihan.
" Sayang sebenarnya apa yang kamu fikirkan" kata Nando, air mata jatuh membasahi wajahna tanpa disadari air mata Nando jatuh di tangan Alisia.
Alisia yang masih menutupi dirinya tiba saja merasa tangannya basah ia mulai sadar dan melihat Nando tertunduk yang menangisi dirinya.
" Mas" kata Alisia, dengan pelan. Walau pelan Nando masih dapat mendengarnya ia bahagia melihat Alisia sadar tak ingin membuang waktu ia memeluknya erat.
" Mas pelukannya terlalu erat" kata Alisia, senyum karena ada Nando disampingnya.
__ADS_1
" Maaf sayang mas bahagia melihatmu sadar, sayang apa yang terjadi kamu membuatku cemas" kata Nando, mengelus pipi Alisia.
Karena tak ingin membuat Nando khawatir Alisia menceritakan mimpinya yang beberapa hari terakhir, sudah beberapa hari Alisia mimpi mengenai Johan Arsyad.
" Kamu ingin tahu keadaannya?" Nando.Alisia diam beberapa menit kemudian menanggukkan kepalanya.
" Aku akan minta El menyelidikinya,sekarang kamu makan dulu sejak kemaren kamu belum makan" kata Nando, menyuapi Alisia.
Mas dimana anak- anak?" Alisia.
" Kamu tenang mereka bersama mommy dan Andin" kata Nando.Melanjutkan menyuapinya.
Setelah menghabiskan makanannya Alisia ingin menemui kedua anaknya dengan hati- hati Nando membimbing Alisia ke tempat anaknya.
" Mas, Alisia baik saja . Alisia bisa jalan sendiri" kata Alisia.
Deniz dan Disa berada di meja makan di temani oleh nyonya Inggrit.
" Lihat aunty masak kesukaan kalian" kata Andin,membawa makanan yang telah ia masak.
" Tapi Disa ingin makan sama Bunda" kata Disa, terlihat murung.
" Sayang makanlah dulu nanti oma antar makanan ke Bunda dan ayah" kata nyonya Inggrit.
__ADS_1
" Nyonya jangan saya sudah mempersiapkannya nanti saya antar ke kamar" kata Andin.
" Deniz ,Disa makanlah nanti Bunda dan ayah sedih lihat kalian tak mau makan" bujuk nyonya Inggrit. Deniz dan Disa menanggukkan kepalanya mereka menghabiskan makanannya.
Ketika menikmati makanannya Deniz melihat Bunda dan ayahnya mendekat.
" Bunda" seru Deniz, bahagia Alisia tersenyum.
" Bunda sudah sembuh?" Disa, yang sudah ada di hadapannya.
" Tentu bunda sudah sembuh karena ada anak bunda yang berdoa " kata Alisia. Disa tersenyum.
" Deniz, bunda minta maaf karena membuat kalian cemas" kata Alisia, menyesal membuat kedua anaknya sedih.
Deniz turun dari kursi dan mendekati Alisia dan cium pipinya karena Alisia sudah duduk di sampingnya.
" Deniz bahagia karena bunda sehat" kata Deniz.
" Nak gimana keadaanmu sekarang?" Nyonya inggrit.
" Alhamdulillah mom.Mom Alisia minta maaf karena membuat kalian cemas dan liburan kita terganggu bahkan mas tak mengurus proyek" kata Alisia. Tertunduk sedih.
" Sayang" kata Nando, menggelengkan kepalanya ia minta agar Alisia jangan berfikir seperti itu.
__ADS_1
Nyonya Inggrit mendekati dan memeluknya memberinya kasih sayang Alisia terharu dengan ini ia seperti melihat ibunya di nyonya Inggrit.
Tuan Anjas dan El senang melihat Alisia sudah sembuh dan besok mereka kembali menikmati liburannya.