
Nando , Disa dan Deniz sedang berada di perusahaan Leonardo Group terpaksa Nando membawanya karena ada klien penting datang dan ingin bertemu dengan Nando, awalnya Nando tak ingin membawa mereka takutnya mereka akan merasa bosan tapi putri kecilnya terus merengek katanya ia ingin melihat ayahnya kerja sedangkan Deniz hanya mengikuti Disa.
Karyawan melihat kedatangan CEO bersama kedua anak kecil tidak kaget lagi karena ketika Alisia datang bersama Disa dan Deniz ke perusahaan El sudah memberitahu mengenai hubungan Nando dengan mereka. Banyak karyawan tak menyangka kalau CEO mereka sudah memiliki anak atau istri.
Saat ini Deniz dan Disa ditemani oleh Kartika di ruangannya Nando memerintahkan agar Kartika menjaga mereka sedangkan Nando dan El berada di ruang rapat.
" Aunty, ayah kerjanya masih lama? " Disa, asyik memainkan boneka.
Kartika merasa senang dengan adanya dua anak Nando walaupun Deniz dengan sikap dingin berbeda dengan Disa memiliki sikap ceria.
" Ya nona kecil tuan muda sedang rapat dan itu membutuhkan waktu lama" kata Kartika.
" Tuan muda kecil ingin sesuatu saya akan memesannya di kantin? " Kartika, melihat Deniz, fokus dengan buku yang ia baca Kartika dapat melihat itu buku cerita.
Deniz melihat sekitarnya dan tersenyum melihat sesuatu yang ia sukai.
__ADS_1
" Aku ingin baca buku yang ada di sana" Deniz menunjuk rak buku di ruangan Nando.
Kartika terkejut melihat buku yang ingin di baca oleh Deniz karena itu bukan untuk anak kecil.
" Tuan muda kecil itu bukan untuk anda, itu buku milik tuan muda ia sering membaca buku di sana" kata Kartika, takut jika Nando marah.
" Aunty jangan cemas ayah takkan marah, ayah kan sayang kami jika aunty tak nurut ayah pasti marah" kata Disa, senyum manis. Deniz senyum ia tahu arti senyuman dari adiknya.
Tak ingin mendapatkan kemarahan dari Nando akhirnya Kartika mengambil buku yabg diinginkan oleh Deniz.
Beberapa jam lalu.
" Ibu senang melihat kalian sudah pulang walau hanya tiga hari kalian pergi tapi rasanya setahun" kata ibu Sukma.
" Ibu ada saja" Andin, menggelengkan kepalanya. Alisia melihat sekitarnya tak ada kedua anaknya walau Nando, melihat kebingungan Alisia ibu Sukma mengetahui siapa yang dicari oleh Alisia.
__ADS_1
" Kedua anakmu ikut ayahnya ke perusahaan " kata ibu Sukma. Membawa tas Alisia ke dalam
" Apa ikut ke perusahaan, Kenapa ibu membiarkannya pergi mereka pasti menanggunya kerja" kata Alisia, merasa takut jika kedua anaknya menanggu pekerjaan Nando.
" Kamu jangan khawatir putri kecilmu merengek ingin ikut, sudahlah biar mereka bersama ayahnya. Tuan Nando pasti bisa menjaganya ayo bersihkan diri setelah itu istirahat kita akan beri kejutan untuk keduanya" kata ibu Sukma, Alisia dan Andin masuk ke kamar masing untuk istirahat karena badan terasa lelah.
Ruang rapat.
Sudah dua jam Nando mendengar penjelasan dari kliennya.
" Tuan Leonardo gimana pendapat anda mengenai kerja sama ini, mungkin kerja sama ini akan meraih keuntungan besar belah pihak" kata Klien.
Klien mengajukan proyek baru berupa pembangunan jembatan di salah satu kota tepatnya di negara Jerman, Nando membaca berkasnya ini benar kerja sama yang menguntungkan besar bagi perusahaannya tapi lokasinya itu yang membuat Nando kepikiran ia tak mungkin meninggalkan Alisia dan kedua anaknya terlalu lama.
El menyadari kegelisahan Nando maka ia minta waktu untuk berfikir pada klien, untung klien mengerti dan pamit kembali ke negara Jerman.
__ADS_1
" Tuan muda" panggil El. Nando menghela nafasnya ia memenjamkan matanya dan teringat pada kedua anaknya yang masih di ruangannya.
" Ayo kita temui anak-anak sudah terlalu lama kita meninggalkan mereka, El pesan restoran kita akan makan malam di restoran saja" kata Nando, melihat hari mulai gelap El menanggukan kepalanya memesan restoran.