
Nando dan El sudah sampai dimanay mereka berjanji dengan klien disebuah restoran bernuansa etnik.
" Restoran yang unik" puji Nando.
" ya tuan saya tak menyangka di negara Jerman masih ada restoran seperti ini" kata El.
" El atur tempat dan waktu aku ingin mengajak keluargaku makan malam disini mereka pasti menyukainya" kata Nando.
" Baik tuan" seru El. Taklama pelayan datang menyambut mereka dan mengatakan kalau klien yang mereka temui sudah datang.
" Maaf tuan kami datang telat" kata Nando, bersalaman dengan kliennya.
" Tidak apa tuan kami mengerti seharusnya kami meminta maaf karena meminta anda datang kesini" kata Klien.
Nando dan El duduk di kursi yang telah disediakan pelayan mengantar makanan setelahnya mereka membahas kerja sama antar keduanya.
" Tuan Nando gimana rangkaian proyek ini?" Klien.
" Rangkaiannya sudah sesuai kita tinggal mencari lokasi yang cocok untuk proyek ini" kata Nando.
Klien dan sekretarisnya merasa lega karena Nando menyetujuinya.
__ADS_1
" El jangan lupa cari lokasi yang cocok untuk kerja sama ini " kata Nando, El menanggukan kepalanya.
Mereka akan membangun jembatan antara desa dengan desa lainnya jika kerja sama ini banyak masyarakat terbantu dan ekonomi antar desa juga berkembang.
Tiga jam berlalu kerja sama ini telah disepakati Nando ingin pamit ia sudah merindukan keluarga kecilnya.
" Tuan Nando gimana makan malam di rumahku orang di rumah sudah menyiapkannya" kata Klien, sebenarnya ia ingin memperkenalkan putrinya pada Nando.
Nando dan El tahu tujuannya tapi berpura tak tahu.
" Maaf tuan kebetulan orangtuaku ada disini dan kami sudah berjanji untuk makan malam bersama " kata Nando, sekaligus pamit pada keduanya melihat Nando pergi El memberi hormat kemudian mengikuti Nando.
Tuan Brata Kaka adalah seorang pengusaha asal Jerman berusia 50 tahun ia sengaja mengajak Nando datang ke jerman dengan alasan kerja sama sebenarnya ia ingin memperkenalkan putrinya yang bernama Sekar berusia 27 tahun.
Dia berambisi besar dengan menikahkan putrinya dengan Nando makanya perusahaannya semakin terkenal.
" Masih ada seminggu lagi aku yakin mereka pasti bertemu dan rencanaku pasti berhasil" kata tuan Brata, diangguk oleh sekretarisnya.
Sedangkan dalam mobil Nando menahan amarahnya sejak tadi.
" Tuan" kata El.
__ADS_1
" Dasar pria licik dia kira aku tak tahu niatnya mengajakku makan di rumahnya, El selidik tentangnya aku tak ingin proyek ini gagal hanya karena kebodohannya. Jika dia melakukan sesuatu aku takkan membiarkannya" kata Nando, dengan dingin diangguk oleh El.
Nando memenjamkan matanya tiba saj as ia mengingat saat pertama kali bertemu Alisia dan kedua anaknya ia sangat ingin menikahi Alisia secepatnya tapi ada sesuatu yang membuat Nando menundanya.
Nando sudah mengetahui kejadian ketika Alisia diusir oleh ayahnya sendiri ketika ketahui hamil duluan, Nando sudah mengetahui keadaan Johan ia sudah niat memberitahu alisia setelah ini.
Di Negara yang jauh tepatnya di kediaman keluarga Arsyad.
Terlihat tuan Johan duduk di kursi roda menatap ke arah jendela ia menangis mengingat putri kandungnya yang ia usir.
" Putriku, maafkan ayah nak"
Alisia yang sedang menemani Disa tiba saja ia linglung untung saja Andin membantunya.
" Kakak kenapa" Kata Andin, khawatir.
" Tiba saja perasaanku tak tenang" kata Alisia, ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya tiba saja perasaannya kacau.
Alisia melihat putrinya bersama nyonya Inggrit sedangkan putranya bersama tuan Anjas, nando bersama El pasti ia aman.
" Ayah" Tiba saja Alisia mengingat Ayahny yang sudah lima tahun ini tak bertemu selama ini Alisia yakin Ayahnya bahagia bersama keluarga barunya.
__ADS_1