
" Ayah" Seru Disa berlarian sambil merentangkan tangannya minta di gendong.
" Disa hati-hati" teriak Nando dan Deniz khawatir jika Disa jatuh.
Nando yang masih berada di dalam mobil terkejut melihat putrinya yang berlarian, Nando segera keluar padahal mobilnya belum berhenti.
Nando segera menggendong putrinya ia sangat khawatir takut ada yang terluka.
" Nak apakah ada yang terluka? " Nando, Disa menggelengkan kepalanya ia sempat merasa takut melihat mobil Nando yang masih jalan di hadapannya.
" Disa lain kali berhati mobil belum berhenti jika kamu terluka bunda pasti sedih" nasehat Deniz.
" Maaf, Disa tak sabar bertemu ayah" kata Disa, dengan air mata mengalir, El mengelus dadanya ia sempat ketakutan melihat Disa berlarian beruntung Nando langsung keluar dan menggendongnya jika tidak entah apa yang terjadi.
Ibunya Cici yang masih berada di sana terpaku melihat mobil yang datang ,siapa yang tak mengenal nando Putra Leonardo. Ibu Cici segera mengendarai mobilnya ia tak ingin memiliki masalah dengan Nando apalagi suaminya mempunyai kerja sama dengan perusahaan Leonardo Group.
Setelah memastikan keadaan putrinya baik saja Nando segera mengajak mereka pulang, ia takut Alisia menunggu lama.
Butik Sia
Butiknya Alisia ramai di kunjung oleh pengunjung membuatnya dan Andin sibuk melayani pengunjung.
__ADS_1
" Mbak ini indah sekali apakah ini ada warna lain" kata pengunjung.
" Ada nona kami memiliki beberapa warna dan anda bisa memilih sesuai dengan kesukaan anda " kata karyawan A.
Mengajak pengunjung dimana pakaian tersebut di pajang, dia merasa senang karena dapat memilih sesuai dengan keinginannya.
Nando dan lainnya sudah sampai di rumah Alisia mereka di sambut oleh bibi Sukma.
" Bi dimana bunda? " Deniz, tak melihat Alisia.
" Nyonya belum pulang tuan muda kata Andin butik sedang ramai dan banyak pesanan untuk di buatkan gaun oleh nyonya" kata bibi Sukma.
" Memangnya tiap hari Alisia seperti ini bi? " Nando, ingin mengetahui kegiatan Alisia.
" Kalian ayo ganti pakaian setelah itu makan siang bibi sudah memasak kesukaan nona kecil " kata bibi Sukma.
" Terima kasih bi " kata Disa, senyum. Bersama Deniz menuju kamar.
Bibi menyiapkan minuman untuk Nando dan El.
" Ayah ayo kita makan bersama Disa ingin di suapi" kata Disa, selesai mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Nando tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" Deniz mau ayah suapi juga? " Nando.
" Memangnya boleh bukannya ayah juga belum makan dan menyuapi Disa" kata Deniz, Nando tersenyum mendengarnya.
" Kalau begitu Deniz disuapi bunda" kata Alisia. Nando dan lainnya membalikan badan dan melihat Alisia datang bersama.
" Bunda, Kak Deniz ayo. Kita makan bersama" kata Disa, senyum.
Alisia sempat mendengar keinginan putrinya dan pengertian dari sang putra, Alisia menyiapkan makanan dan menyuapi putranya.
El dan lainnya hanya tersenyum melihat mereka, setelah makan Nando membantu kedua anaknya mengerjakan tugas sedangkan Alisia kembali ke butik bersama Andin.
" Apakah ada yang bisa ayah bantu? " Nando, pada sang putra.
" Nggk ayah Deniz bisa ,sebaiknya ayah bantu Disa saja" kata Deniz.
" Ayah kak Deniz pintar sebaiknya ayah bantu Disa" kata Disa, yang merasa kesal dengan ucapan Deniz ia juga ingin di katakan pintar.
" Baiklah ayah akan membantu putri ayah yang cantik ini" kata Nando, Disa senyum saat Nando memuji dirinya.
__ADS_1
Setelah menemani mereka Nando mengajak mereka ke kamar untuk istirahat, sebelum pulang ia pamit pada Alisia yang kebetulan baru datang.