Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
Prolog


__ADS_3

Suara hujan masih terdengar ricuh di luar rumah, membasahi seluruh kehidupan.Kilat yang menyambar nyambar seakan ingin menerkam semua yang ada di hadapannya.


Terdengar suara langkah kaki yang berlari kecil.


ceplas... ceplass.... suara sepatu but yang dia kenakan beradu dengan genangan air hujan di jalan yang bergelombang. dengan mantel hitam di tubuhnya. Dia mulai menghampiri ku perlahan lahan hingga dia berada dalam jangkauan ku. dan dia mulai membuka kerudung mantel nya.


"Apa, kamu baik - baik saja? ".ucap orang itu,


suara nya terdengar seperti kedinginan dan seolah ingin mendekap dalam pelukanku. Aku mulai melangkah ke belakang secara perlahan-lahan. Dia pun menghentikan ku melangkah mundur. dan memegang kedua tangan ku dengan erat.


" syukurlah, jika kamu baik - baik saja". ucap orang asing itu lagi.


Aku tidak tahu, mengapa aku bisa sampai disini. yahhh benar... saat aku berfikir bahwa aku sedang bermain di dalam rumah bersama kedua orang tuaku. Ternyata itu hanyalah ilusi. Disini aku berdiri kaku menatap mereka berdua yang berlumuran darah karena sebuah kecelakaan. mengapa bisa terjadi...? aku terheran dan ketakutan, aku ingin berteriak tetapi suara ku terasa tertekan. Seakan bahwa aku tidak boleh bersuara sedikit pun.

__ADS_1


"hei,,,, bantu kemari... Disini masih ada anak kecil yang selamat". Teriak orang asing itu kepada beberapa orang yang memunguti serpihan demi serpihan tubuh yang hancur itu. Air mata ku menggenang tangis ku pecah saat aku tak kuasa melihat kedua orang tua meninggalkan ku begitu saja. Ku lihat Roh mereka yang mulai berhamburan keluar dari raganya. mereka mulai menangis...!!!menjerit... !!! tapi tidak seorang pun dapat mendengarnya. Sampai kedua orang tua ku memandangiku dan berpamitan denganku. untuk pergi... selama lamanya....


"ma.... ma.... mama... pa... papa... ma... pa... jangan tinggalkan Lily, ma.... pa.... ".aku menangis dan memanggil mereka berdua terus menerus. dengan batin yang tertekan.


"lily... lily.... bangun sayang ini sudah pagi." ucap wanita paruh baya yang membangunkan mimpi buruk ku begitu saja.


"huh... hah... hah.... ", nafas ku terengah engah karena mimpi buruk itu lagi. ku usap wajahku yang penuh dengan keringat dingin dengan kedua tangan ku dan aku mulai bangkit dari tempat tidur untuk berkemas mandi dan berangkat sekolah.


" kenapa bangun begitu siang? ".ucap wanita paruh baya itu,


ya dia adalah Budhe ku, Budhe Ana yang mengambil hak asuh ku sejak meninggalnya kedua orang tua ku dalam tragedi kecelakaan malam suro.


masih terngiang dalam memori ingatanku. bagaimana hati ku tersentak, kaku dan pilu di tempat kejadian itu.

__ADS_1


" heh, ditanya kok malah melamun". ucap Budhe yang menepuk pundak ku, untuk menyadarkan aku dalam lamunanku. Aku tersentak sadar, mata ku terbelalak saat melihat jam sudah memasuki pukul 06.45 Wib.


"what...!!! Budhe...lily pamit berangkat sekolah dulu ya". ucap ku berpamitan sambil membawa sepotong roti dan melahap nya dengan berlari kecil ke kesekolah.


" anak itu, kebiasaan sekali tidak makan dengan baik dan benar". ucap Budhe merapikan meja makan.


Budhe Ana melangkah pelan menghampiri foto mendiang papa dan mama ku dan mulai berkata.


"seandainya kalian masih hidup, pasti kalian bisa melihat betapa cantik dan nakalnya anak kalian itu... ". ucap budhe mengusap foto orang tuaku.


ya... selama 10 tahun ini aku hanya hidup bersama dengannya. 7 tahun...' aku baru berumur 7 tahun saat kedua orang tua ku meninggal. Aku pun tak tahu persis kejadian sebelumnya. hanya saja memori ku selalu mengingat saat kedua orang tua ku mulai berpamitan dan meninggalkan ku sendiri.


# hai teman-teman semua, semoga kalian dalam keadaan sehat dan dalam lindungan yang kuasa ya. Disini saya mulai menulis cerita yang berbau horor. minta dukungan dan sarannya ya karena ini karya pertama saya. terimakasih sudah mau mampir dan menikmati tulisan ini... sampai jumpa di episode berikutnya...πŸ€—πŸ€—β˜ΊπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2