Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 16


__ADS_3

Suara bell sekolah berbunyi dengan nyaring membubarkan seluruh siswa siswi di kelas. mereka mulai berhamburan keluar kelas dan pergi ke tempat tujuan masing - masing sama seperti ku, yang ingin pergi ke kantor yang Budhe Ana ceritakan semalam, aku mulai melangkahkan kaki ku keluar gerbang. disana aku melihat sahabat ku vivi tengah asyik mengobrol dengan seseorang. Dia pasti pria yang di ceritakan olehnya waktu itu. Aku jadi penasaran dan mulai menghampirinya.


"Hai... vi... ". Ucapku yang menengahi percakapan mereka.


" Hai Li... kenalkan ini Kakak alumni Yang aku ceritakan itu". ucap Vivi mencoba memperkenalkan aku dengan pria itu. pria itu tampak gagah dan tampan, wajahnya begitu rupawan. tapi aura yang tersirat dalam wajahnya sangat tidak baik. Huh apa ini hanya fikiranKu saja, aku mencoba mengesampingkan fikiran negatifku. Dan berkenalan dengannya.


" Hai, aku Roy. Roy Wijaya". ucap Pria itu sembari mengulurkan tangannya. Aku mencoba meraih dan membalas jabatan tangan itu. Spontan ku melihat darah dalam pandangan ku. Bau anyir itu begitu menyengat, dan aku merasa sakit sampai ke ulu hati. Spontan aku melepas jabatan tangan kak Roy dan mencoba memberi ekspresi biasa saja. aku mencoba tersenyum menenangkan diri dan mulai memperkenalkan diriku".


"A... aku Lily.. salam kenal kak". ucap ku yang mencoba menyembunyikan prasaan tak enak itu.


" kamu sakit ya? ". ucap Roy memandangiku


" oh, enggak. ini karena tadi aku berlari kesini" .


"oh, begitu... jadi gimana mau ku antar pulang sekarang? ". ucap Roy yang melempar pandangannya ke arah vivi. dan vivi pun menganggukan kepalanya dengan tersenyum malu.


" Lily mau bareng juga? ". ucap Roy menawarkan tumpangan kepada ku.


" emm enggak kak, aku ada perlu hari ini".


"perlu apa? ". tanya Vivi


" aku ada perlu mau pergi ke kantor CCTV dekat sekolah kita".


"kenapa gak ajak aku? ".


" kamu kan ada janji mau pulang bareng kak Roy? ".


" emmm... tapi... ".

__ADS_1


" sudah... sudah... ayo kakak antar kalian ke Kantor itu saja. lain kali saja kakak antar kalian pulang ke rumah".


"beneran nih kak gak papa? kita kan udah janjian". ucap vivi merasa tidak enak hati.


" iya, masih ada lain hari kan? ". ucap kak Roy yang tersenyum tampan, membuat hati vivi semakin meleleh melihatnya.


" oh, ya udah. ayo kesana sekarang". ucapku mengajak mereka beranjak pergi.


"ok". ucap Kak Roy yang mulai menyiapkan mobilnya.


" ayo naik". ucap nya lagi membukakan pintu mobil untuk kami. Aku dan vivi segera masuk dan pergi ke kantor itu. sampainya disana.


"sudah sampai nih".


" kakak, beneran gak apa apa? ". tanya vivi yang masih ragu.


" iya, aku juga ada perlu nih vi, jadi lain kali saja ya". ucapnya sambil tersenyum lagi.


"Vi.... ".


" iya... Li".


"aku merasa ada yang aneh dengan kak Roy".


" Aneh gimana maksut kamu? ".


" Ya aneh saja... tadi waktu aku.... ".


" kalian kenapa ada disini? ". ucap seorang petugas memotong pembicaraan ku disana.

__ADS_1


" eh, Pak. Saya Lily dan ini teman saya Vivi. Kami sedang ada keperluan jadi kemari".


"keperluan apa? kalian kesini masih menggunakan sragam sekolah". ucap Seorang petugas itu dengan wajah datar.


" iya, maaf tapi kami sudah ijin orang rumah juga". ucap ku menjelaskan


"ya sudah kalau begitu, ayo masuk". ucapnya mempersilahkan kami masuk ruangannya.


sampai di ruangan itu.


" apa yang kalian perlukan disini? ". tanya petugas itu pada kami.


" emm begini pak.... dengan bapak siapa ya? ". tanya ku yang mencoba mencairkan suasana.


" saya Pak witoyo".


"oh Pak witoyo, jadi begini... saya Lily kesini mau meminta bantuan bapak".


" bantuan apa? ".


" emm begini... tepat 10 tahun yang lalu, ada tragedi kecelakaan beruntun di jalan Dekat sini kan. Nah Lily ingin tahu dan melihat rekaman CCTV waktu itu".


"Ada alasan kenapa kamu ingin mengetahui hal itu? ". ucap Pak witoyo dengan muka yang serius.


" emmm..... ". Aku tak mampu berkata lagi.


" begini Pak, tepat waktu itu. kedua orang tua sahabat saya ini yang mengalami tragedi itu. jadi... kita kesini ingin memastikan saja". ucap Vivi membantu menjelaskannya kepada Pak witoyo.


"oh, ternyata begitu. Akan bapak perlihatkan. kalian berdua tonton saja. bapak tidak bisa temani karena mau mengantar berkas - berkas ini dulu".

__ADS_1


" Baik Pak, terimakasih banyak". ucap ku yang begitu lega.


__ADS_2