
Tidak terasa, Hari sudah berganti petang. jam menunjukan pukul 21.00 WIB. Budhe Ana belum terlihat tanda pulang ke rumah, rasanya rumah semakin dingin dan sunyi. Hati ku mulai bergejolak, jantungku mulai bergetar tak beraturan. Vivi yang terlelap tidur sejak sore tadi belum bangun juga. Aku mulai bangkit dari tempat duduk ku dan mulai berjalan mendekati jendela, Terlihat kilat kilat yang mulai bertabrakan hingga mengeluarkan suara yang begitu menggelegar. Aku yang melihatnya sempat kaget dan menutup kedua telingaku. Saat ku hendak melepaskan kedua tangan ku dari telingaku, terdengar suara wanita memanggil nama ku.
"Lily.... lily... ". Suara nya begitu lirih dan membuat ku merinding.
suara itu terus memanggilku.
" Lily.... lily.... ". nada suara nya semakin jauh
" Lily.... ". suara itu semakin tidak terdengar dan menghilang. Ku fikir, dia sudah benar - benar menjauh pergi. Ternyata tidak.
Dia sudah berdiri di belakang ku. Tepat di belakang ku. Dan tangannya yang terlihat di kedua sisi ku serasa dia akan mendekapku dengan tangan pucat nya itu. Aku merasa takut, takut sekali... nafasku mulai tidak beraturan. Dan aku mulai melirik ke arahnya. pelan... pelan sekali aku mulai menengok dia ke belakang. Tapi saat posisi tubuh ku sudah menghadapnya dia menghilang. Aku, merasa bingung ku lempar pandangan kesana kemari mencarinya, tapi tak terlihat sosoknya sedikitpun. Tiba - tiba, sebuah tangan menepuk pundak kanan ku, dan aku spontan berbalik dan menjerit.
" aaaaaaaaaggghhh!!!!!! ". teriak ku sambil menutup muka dengan kedua tanganku.
" hey, Li... kamu kenapa? ". Ucap Sahabat ku vivi.
Ternyata yang menepuk pundak ku adalah vivi, ku fikir tadi.
__ADS_1
" hei... kamu kenapa? hari ini kamu jadi begitu aneh". ucap vivi membantu menenangkan diriku. Dia mulai merangkulku dan membawa ku ke ranjang tidurku.
"Duduk lah... ". Ucap sahabatku mendudukan ku di atas kasur dan mengambilkan ku segelas air putih.
" minumlah... ". ucapnya lagi menyodorkan gelasnya kepada ku, aku mulai meraih dan mengambilnya saat hendak menelan air itu, tercium aroma bunga yang begitu khas... wangi ini... ini adalah wangi bunga cempaka. aku langsung melepas gelas itu dari bibir ku dan menengok isi dalam gelas. Ternyata benar ada bunga cempaka di dalamnya. aku langsung merogoh nya keluar dari gelas dan memandang bunga itu. Sahabat ku Vivi yang melihatnya pun kaget.
" Lho, Li... kok bisa ada bunga?". tanya Vivi dengan ekspresi muka yang begitu heran.
aku pun langsung membuangnya dan melempar pandanganku ke arah Vivi.
"kamu, tidak menyembunyikan sesuatu dari ku kan Lily...? ". Tanya Vivi lagi dengan ekspresi yang begitu serius.
" sudah, tenangkan dirimu dulu". ucap sahabatku yang mulai duduk di sampingku dan mulai mengelus pundak ku.
Aku hanya menganggukan kepala dan mempertahankan kepala ku yang tetap menunduk.
Sesaat terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah. Aku dan Vivi pun bangkit dan mulai berjalan menuju pintu.
__ADS_1
tokkk.... tok.... tok....
tokk.... tokk.... tok....
Aku mulai mengulurkan tanganku dan membukakan pintu. Terlihat sosok wanita yang basah kuyup membelakangiku saat ku lihat dengan jelas Ternyata itu adalah Budhe Ana, ya...dia yang basah kuyup karena kehujanan di luar sana.
"Budhe... kok hujan - hujanan". tanya ku
" iya, Budhe lupa bawa payung". jawab Budhe yang mulai masuk ke dalam rumah.
"Aku ambilkan handuk dulu untuk Budhe". Ucap ku berjalan mengambil Handuk
" ini, Budhe... ". aku memberikan handuk itu.
" Terimakasih, sayang. Budhe mau membersihkan diri dulu ya". ucap Budhe yang lalu pergi menuju kamarnya.
"Lily... Kamu masih hutang jawaban denganku". ucap Vivi mengingatkan ku.
__ADS_1
" ya, aku akan bercerita. Tapi kita tunggu Budhe Ana dulu ya". ucapku mengulur waktu
"ok, baik lah... kita tunggu Budhe Ana dulu". ucap Vivi setuju dan mulai duduk di sofa.