
Aku yang masih duduk terdiam sembari memandangi mereka berdua yang saling menguatkan satu sama lain, aku mencoba berbicara namun ini rasanya teramat canggung. hingga pada akhirnya, Pak arto mulai membuka percakapannya dengan ku.
"Oh, ya... adek siapa? dan dari mana?
" saya Lily pak, dari perumahan sebelah".
"oh ya, katanya kamu mau mengembalikan sesuatu milik anak saya?".
" oh, iya benar... ini Lily mau mengembalikan dompet milik Veny". aku mulai mengeluarkan dompet itu dari dalam tas ku dan meletakannya di atas meja.
"Coba, Bapak ingin kamu bercerita lebih detail lagi, boleh?".
" hmm... ya Lily akan ceritakan, jadi begini waktu Lily pulang dari rumah teman. Lily melihat Veny sedang bercakap dengan seorang pria, ada 2 pria kurasa. tak lama setelah itu Veny di dorong paksa masuk ke dalam mobil dan di bawa pergi".
mendengar cerita itu, Ibu Veny semakin menjadi jadi, tangis nya semakin keras. bahkan dia sangat amat merasa putus asa.
"Sudah, sudah... jangan menangis lagi. kita akan laporkan hal ini ke polisi". ucap Pak arto sembari memeluk istrinya.
" dek, boleh bapak bertanya lagi?".
"iya... ".
__ADS_1
" Apa adek kenal dengan pria yang adek lihat itu?".
"Ku Rasa iya, tapi... saya ragu".
" tidak apa - apa, coba beritahu kami siapa pria itu".
"ehhm... Pria itu, kalau tidak salah nama nya Roy Wijaya".
" Apa adek mengenalkan?".
"Dia kenalan teman saya pak, jadi saya juga kurang tahu tentang asal usul pria itu".
" oh, ternyata begitu... terimakasih atas informasi ini, ini akan sangat membantu dalam pencarian anak saya yang hilang".
Aku menatapnya sampai tidak sadar aku melamun disana.
"dek... Dek Lily... ".
" ehm, ya... maaf Lily melamun, tadi Lily melihat ada gadis naik tangga itu". ucap ku menunjuk ke arah tangga.
"Gadis? disini tidak ada siapa pun. Anak gadis kami hanya Veny saja.
__ADS_1
" o.. oh, berarti Lily hanya melantur saja. maaf ya Pak Buk, Lily pamit dulu".
"iya, makasih banyak ya dek".
" iya sama - sama, permisi".
Aku pun akhirnya pulang, di sepanjang perjalanan ku terasa bimbang. aku masih memikirkan gadis yang kulihat tadi. dia juga tampak memakai pakaian seperti Veny, ahh sudah lah. Aku pusing memikirkan hal itu. Aku pun lanjut berjalan tidak sengaja aku melihat gadis itu lagi. dia berdiri di sudut jalan, aku semakin berjalan mendekatinya. tampak tubuh nya begitu berantakan pakaiannya compang camping. Bahkan tercium bau anyir dari tubuhnya. Aku trus berjalan dan tidak menghiraukan nya sampai dia menangis dan berkata.
"Tolong... tolong aku". ucap Gadis itu dengan isak tangisnya yang tersedu - sedu.
Aku pun berhenti berjalan dan kembali ke tempat dia berdiri disana. dia yang terlihat membelakangi ku, dan tak mau menghadap ke arah ku.
" si... siapa kamu?". aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya padanya.Aku mencium aroma Tubuhnya yang begitu anyir, Bau darah segar ini menyelimuti tubuhnya. entah... dia kenapa dan siapa dia.
"Tolong aku.... ". ucapnya lagi lirih sambil menangis
" iya, tolong apa?".
Dia membalikan badannya. Aku spontan syok karena... karena... Dia tidak memiliki kedua mata bahkan organ tubuhnya semua hilang. Aku tidak bisa bergerak aku berdiri kaku menatap nya disana.
Rasa takut bercampur sedih dan pilu. Kenapa apa yang terjadi padanya. kenapa dia seperti itu.
__ADS_1
Aku mencoba bertanya lagi padanya tapi dia pergi menghilang entah kemana. Aku merasa semakin bingung dan heran. Akhirnya ku putuskan untuk melanjutkan perjalanan ku untuk pulang.