Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 10


__ADS_3

Kepala ku rasanya sakit sekali, tubuh ku yang lemas tak berdaya di topang oleh Budhe Ana dan Vivi. mereka membantu ku untuk duduk di sofa, meski aku tahu mereka tidak bisa membohongi ku bahwa mereka sedang merasakan ketakutan. tubuh mereka yang masih gemetar. respon tubuh mereka begitu gemetar saat meraih ku. kenapa...? kenapa? apa mereka takut dengan ku? apa aku melakukan sesuatu yang membuat mereka tenggelam dalam ketakutan. Budhe ana segera mengambilkan segelas air putih dan memberikannya kepada ku.


"minum... minum lah dulu". ucap Budhe Ana dengan ekspresi yang begitu terpaksa untuk tersenyum kepada ku.


Aku segera meraih gelas itu dan meminumnya. Bingung... bingung dan tidak tahu apa pun. aku merasa kacau, apa aku sudah gila? aku hanya terdiam membisu dengan tatapan kosong yang masih melekat di mataku. Banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lontarkan pada mereka. tapi aku mencoba memahami suasana ini. Aku berhenti disini untuk beristirahat. aku memilih pergi ke kamar ku untuk tidur. Vivi yang masih terlihat takut, tak mau mengikuti ku ke kamar. sebenarnya aku kenapa? Kenapa mereka takut denganku? aku menahan tangis dan mulai tertidur.


Sedangkan Vivi dan Budhe ana masih di ruang Tengah.


"Vivi... ".


" Ya, Budhe... ".


" Budhe, minta satu hal boleh? ".


" ya, Apa itu? ".


" Tolong, Rahasiakan kejadian malam ini dari Lily...".


"Tapi.... ".

__ADS_1


" Budhe mohon denganmu... kita bersikap biasa saja. seolah tadi tidak terjadi apa pun". Budhe ana mulai memegang kedua tangan Vivi dengan tatapan penuh harapan.


"Baik lah, Vivi tidak akan membahas hal ini pada Lily. meski Lily bertanya 1000x pun. Vivi akan diam dan tidak membahasnya".


" Terimakasih banyak Vivi... ". ucap Budhe Ana yang memeluk Vivi dengan hangat seolah lega dengan semua yang terjadi malam ini.


###


Pagi hari tiba, Budhe Ana mulai membangunkan tidurku.


" Lily.... lily... bangun sayang sudah pagi". Budhe Ana mulai membuka tirai jendela kamarku. cahaya sinar matahari mulai menyeloroti mata ku yang masih terpejam. dan membangunkan tidurku. aku mulai membuka mata ku perlahan, dan bertanya kepada Budhe Ana.


"Budhe... Vivi mana? ".


"oh... ".


" Sudah berkemas sana, hari ini tes terakhirmu kan".


"iya Budhe". jawab ku masih begitu lesu.. rasanya tadi malam aku bermimpi banyak sekali sehingga membuat badan ku begitu lelah dan letih.

__ADS_1


Aku segera merapikan tempat tidurku dan pergi mandi.


Di ruang makan...


" Budhe.... ".


" Ya, Lily... kenapa? ".


" Budhe, lily boleh bertanya? ".


" Ya, tentu... apa sayang? ".


" semalam, Apa yang terjadi? kenapa Lily tertidur di lantai. padahal Seingat Lily... budhe memeluk Lily di sofa".


Budhe hanya terdiam dan meminum teh hangatnya.


"Budhe... ". panggil ku lagi mencoba menekannya agar berbicara.


" Semalam... Setelah kamu berteriak kamu berjalan dan terpeleset, makanya saat kamu tersadar dalam keadaan tertidur di lantai".

__ADS_1


"Benarkah? budhe tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari ku bukan? ". tanya ku lagi mencoba mendapatkan informasi lebih.


" Iya, sayang... sudah jam berapa ini? cepat berangkat kamu akan terlambat nanti. ingat ini hari tes terakhir mu". ucap Budhe yang begitu memaksa ku agar segera bangkit dan berangkat ke sekolah. Aku yang mendapat respon itu langsung bangkit dan mengambil tas punggungku. Aku mulai berjalan pelan ke arah sekolah dengan begitu banyak pertanyaan di seisi otak ku. Kenapa Budhe menyembunyikan sesuatu dari ku... ah... sudah lah, setidaknya aku akan bertanya kepada Vivi. pasti dia akan menjawab semua pertanyaanku. Aku segera mempercepat langkah kaki ku agar segera sampai di sekolah dan bertemu Vivi sahabatku.


__ADS_2