Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 26


__ADS_3

Setelah Budhe Ana pergi mengembalikan gelas itu ke Dapur, Aku pun mengikutinya yang mulai duduk di teras depan rumah.


"Budhe.... ". panggil ku yang mulai ikut duduk di sampingnya.


" Iya, kenapa Li...?". tanya Budhe sambil membuka majalahnya.


"Perasaan semenjak kejadian demi kejadian itu. Lily jadi sangat mudah berhalusinasi Budhe".


" Maksut Lily...? coba ceritakan lebih detail lagi".


"iya contohnya tadi, di taman Lily melihat seseorang masuk ke dalam rumah, dan dia berjalan menuju kamar Lily, tapi saat Lily buka kamar Lily, tidak ada siapa pun di dalam kamar".


" Dia gunakan pakaian apa?".


"Pakaian oh ya, pakaian dia seperti biasa... ya seperti kita,, ehh tunggu Budhe Lily ingat sesuatu".


" Ingat apa?".


"Dia, menggunakan pakaian yang sama persis dengan seseorang yang Lily lihat waktu perjalanan pulang tadi".


" siapa dia? teman mu?".


"Bukan Budhe, sebentar Lily ambilkan sesuatu". Aku pergi mengambil dompet itu dan menunjukannya kepada Budhe.


" Ini Budhe... ".


" Apa ini? kenapa kamu membawa dompet?".


"Lily, tidak sengaja menemukannya setelah mereka pergi dari tempat itu".


Budhe mulai membuka dompet itu dan mengeluarkan kartu Identitas di dalam nya.

__ADS_1


" Veny... Dia kan... ".


" Budhe kenal?".


"ya, Budhe sempat kenal. tapi tidak terlalu akrab. Dia anak dari teman Budhe waktu sekolah".


" oh, dia masih seumuran dengan Lily".


"iya, dia anak kedua dari keluarga Arto wahid".


" oh... Lily pernah mendengar nama itu sepertinya".


"ya, nanti kamu antarkan dompet ini ke rumahnya. Banyak kartu penting di dalam dompet ini, pasti dia bingung mencarinya.


" iya, Nanti malam Lily antar kan".


Waktu menunjukan jam 20.00WiB, Aku berpamitan dengan Budhe untuk pergi mengantar dompet itu.


"Budhe, Lily berangkat dulu ya".


"iya... Budhe".


Aku pun pergi berjalan kaki, karena jarak antara rumah ku dan alamat itu tidak terlalu jauh.


Di sepanjang perjalanan rasanya setiap langkah kaki ku ada yang mengikuti. Aku merasa merinding dan gelisah. Tapi aku mencoba tidak memperdulikan hal itu, dan tetap berjalan menuju alamat yang tertera pada kartu nama itu.


Akhirnya sampai juga, setelah beberapa menit aku berjalan.


"wah... Rumah ini begitu besar ya". Gumam ku yang begitu terpesona melihat kemewahan rumah itu.


" Cari siapa ya dek?". tanya security rumah itu.

__ADS_1


"oh saya cari... ". Aku lupa dengan nama itu dan merogoh dompet itu lagi dan mengeluarkan kartu nama itu.


" Oh, Non Veny?".


"iya, saya ada perlu sebentar".


" tapi, Non Veny belum pulang juga dari kemarin".


"emmm maksut bapak?".


" Non Veny tidak ada di rumah sejak kemarin, bahkan kedua orang tua nya bingung mencarinya".


"Tidak pulang... ".


" iya, sebentar... ini dengan adek siapa ya?".


"oh, saya Lily pak".


" teman sekolah non veny?".


" ehh bukan, sebenarnya begini pak". Aku menjelaskan kejadian tadi sore dan Bapak security itu memahami semua cerita ku dan mencoba menghubungi kedua orang tua Veny.


"Dek, silahkan masuk dulu...Bapak dan Ibu arto ingin bertemu".


" Baik, saya masuk ya pak".


"iya, silahkan... ".


Pak security mulai mengantar ku masuk ke rumah itu, dan bertemu dengan kedua orang tua Veny. Tampak ibu Veny sedang begitu gelisah, dia sesekali menangis karena mengkhawatirkan anak gadis nya itu.


" Pak Buk, ini anak yang saya ceritakan di telfon tadi".

__ADS_1


"oh, ya kemari nak". ucap Pak arto yang mulai mempersilahkan aku untuk duduk.


Pak arto tampak tegar dan kuat, berbeda sekali dengan Ibu arto yang begitu lemah dan tak kuasa menahan ke khawatiran tentang keadaan anak gadisnya.


__ADS_2