
Tidak lama setelah itu, tampak Kak Roy turun dari tangga dan menghampiri kedua temannya. mereka terlihat bercakap serius. lalu kak Roy mulai datang menghampiri ku. dia berdiri di depan ku, Aku pun mulai mendongak ke atas dan menatapnya. Dia mulai mengangkat tangannya dan memegang pipi ku, Dia mulai mengelus pipi ku dan memberikan ku tatapan Genit yang menjijikan. Aku mencoba menghindari tatapan dan sentuhan itu. kubuang muka ku ke arah lain. Kak Roy tampak tersenyum dan tertawa bahagia. Dia mulai pergi dari pandanganku dan menghampiri kedua temannya lagi.
"Kalian tunggu Doktor Tirta dulu, setelah itu kita selesaikan misi kita".
__ADS_1
" oke boss siap... ". ucap kedua pria itu bersamaan.
Mengapa mereka menunggu dokter, sebenarnya apa yang ingin mereka lakukan. Aku masih mencoba melepas ikatan di tanganku, tapi itu masih saja gagal.
__ADS_1
ruangan ini seperti ruang pembantaian, Aku tidak hanya melihat roh wanita itu di sudut sana. Tapi aku juga melihat roh yang lainnya, yang berlalu lalang di sekitar ruangan ini. Jantungku bergetar hebat, nafas ku mulai tidak beraturan. Aura ini begitu tidak bersahabat dengan ku. banyak sekali aura negatif di sini, aura mereka menunjukan dendam yang begitu dalam. Tapi kenapa apa sebenarnya yang terjadi. aku tidak menemukan jawabannya semenjak sampai disini dan sampai saat ini. Dan pada akhirnya ada Roh yang mendekatiku, itu seperti Veny, iya...dia tampak memakai Baju seperti yang ku lihat terakhir kali. Dia mulai mendekati ku berjarak sekiranya 1 meter saja. Awal aku tak sanggup melihat dan menatapnya karena dia benar - benar begitu menakutkan. Kedua bola matanya hilang seperti di congkel. dadanya yang sobek dan berlubang tidak tampak ada jantung disana. Aku mencoba memberanikan diriku aku coba mulai melihatnya dan memandang dirinya, perlahan Roh Veny berubah menjadi cantik dan normal seperti orang biasa pada umumnya. Aku jadi tidak takut lagi dan dia mulai mendekat, dekat sekali sampai keningnya menyentuh keningku.
Aku langsung mendapat penglihatan kejadian demi kejadian di ruangan ini. Orang - orang itu begitu kejam, mereka tidak segan - segan memperkosa para gadis itu, bahkan mereka mengambil organ dalam para korban mereka, itu kejam... mereka begitu laknat. mereka bukan manusia, Aku tidak henti - hentinya memaki mereka di dalam hati ku, Aku menangis tersedu - sedu. tidak kuasa melihat penderitaan mereka semua disini yang menjadi korban kekejaman seorang yang tidak memiliki hati nurani.
__ADS_1
setelah mendapat penglihatan itu, tampak Veny mulai menjauh dan menghilang. Setelah itu, terdengar suara langkah kaki menuruni tangga ternyata mereka datang lagi... ya mereka datang dengan seseorang lagi. Mungkin dia dokter yang di bicarakan mereka tadi. Aku yang masih meronta - ronta berharap ikatan ini segera terlepas. dan aku ingin segera pergi dari rungan ini bersama dengan Vivi dalam keadaan baik - baik saja.