Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 2


__ADS_3

Di kamar mandi ini, aku mulai merasakan hawa yang cukup ku kenal, Rasanya seperti angin yang berhembus dengan lembut dengan membawa hawa yang cukup dingin dan panas, dada ku mulai terasa sesak fikiranKu mulai melayang. dan aku tahan dengan penuh perjuangan agar aku tetap baik baik saja, ku lihat muncul bayangan hitam yang mulai mendekatiku dari atas dinding. Bayangan itu mulai merayap turun kebawah dan menghampiri ku. aku yang melihatnya hanya berdiri kaku, tak bisa melangkah maju atau pun mundur. kutelan ludah ku mentah mentah, nafas ku yang mulai tidak beraturan bercampur dengan hawa dingin yang menyelimuti ku.


Dekat... dia semakin dekat di hadapanku mulai lah dia tampakan wujudnya yang cantik, hidungnya yang mancung kulitnya yang begitu putih pucat bak mayat hidup. Dia mulai menatap ku dengan mata tajamnya dan mulai menyeringai dingin dari bibir pucat nya. Dia sebut namaku.


"Lily... lily...". ucap Gadis itu dengan sesekali menekuk kepalanya.


ingin ku berteriak, tapi suara ku tak bisa keluar sama sekali, aku bingung dan panik. apa yang harus aku lakukan. Tiba - tiba dia mengangkat kedua tangannya dan ingin mendekap kepada ku. aku spontan pun langsung memejamkan mataku dalam dalam. setelah beberapa detik aku mulai memberanikan diri untuk membuka kedua mataku. pelan... dengan sangat pelan aku mulai membuka kedua mataku. tapi sekejap hawa itu hilang dan dia sudah tidak terlihat lagi di hadapan ku.


aku bisa bersuara dan membuang nafasku dengan lancar, aku mulai mengatur nafas dan fikiranKu yang sempat kacau karnanya.

__ADS_1


Aku berfikir, kenapa dia datang lagi. iya dia datang lagi setelah beberapa tahun lamanya.


Aku ingat, terakhir kali dia muncul saat aku berumur 5 tahun, tepat pada waktu ulang tahunku.


saat itu, aku sakit keras, mama dan papa ku mencarikan obat kesana kemari untuk ku. Tapi... sakit ku tidak kunjung sembuh juga. sampai pada waktu itu kakek ku memberikan airnya untukku.


"minum lah ini, kamu akan merasa lebih baik". ucap kakek ku menyodorkan air putih berisi bunga cempaka.


Malam hari tiba, saat itu aku tertidur dengan papa ku, tak sengaja ku terbangun dari tidurku aku mulai membuka mata ku perlahan lahan, terlihat sosok aneh berada di ujung kaki ku dan mulai merayap mendekat. dekat...dekat sekali sampai dia bisa mencengkram ku kalau dia mau. Tapi tidak, dia hanya berada di atas tubuhku dan mulai mundur perlahan pergi menjauh dan menghilang. Anehnya, saat pagi tiba. Tubuh ku tidak merasakan sakit lagi. bahkan suhu badan ku yang teramat panas mulai meredam dan normal kembali.

__ADS_1


Aku merasa ini sangat aneh, aneh sekali. tapi aku tidak berkata apa pun kepada kedua orang tuaku. aku lebih memilih diam saja. Apalagi, saat melihat mereka begitu gembira melihat kesembuhan ku ini.


Aku hanya bisa merasakan pelukan dan ciuman hangat dari mereka.


"sayang, akhirnya kamu sembuh". Ucap mama ku yang mendekapku dalam pelukannya.


" iya ma, alhamdulillah. anak kita sudah sembuh dan bisa bermain lagi dengan kita". ucap Papa ku mengelus rambutku.


sesekali mereka bergilir menciumku dan memeluku. Aku tidak ingin merusak suasana ini hanya karna cerita aneh ku saat tidur.

__ADS_1


aku hanya menganggap itu sebuah Bunga tidur saja.


__ADS_2