
Hari ini begitu cerah, matahari yang menyinari menghangatkan tubuhku. embun pagi yang mulai memudar menambah suasana sejuk yang menyenangkan, seperti biasa aku berjalan ke sekolah dan menemui vivi di depan pintu gerbang sekolah kita. Dia tampak tersenyum gembira saat melihat ku mulai mendekat. Rasa ini begitu menyenangkan dan aku tidak tahu, apa akan terus seperti ini nantinya.
Aku termotivasi menaruh semua beban ku di hari lalu, dan mencoba mendapat hidup baru hari ini. aku mencoba menghapus semua memori buruk ku yang begitu menyeramkan, dan ingin mengisinya dengan hal yang wajar dan masuk akal.
"hmm... Tumben nih datang lebih awal". ucap vivi yang menggoda ku.
" apaan sih, hanya 5 menit lebih awal juga".
"hahahaha... itu sudah jadi poin tersendiri buat kamu tahu".
" ehh... kamu mengejek ku ya? ".
" ah, enggak...".
"Sini, ku cubit hidung mu". Aku mulai meraih hidung vivi tapi dia menghindar.
" haha, Li jangan! ehh... ". vivi mulai menghindar dan berlari masuk ke kelas. Aku pun mengejarnya masuk.
" ehh sudah Li, beneran jangan lagi. itu sakit". ucap vivi yang mulai duduk di Bangkunya dan menutupi hidungnya.
"hahaha.. Makanya jangan mengejek ku di pagi hari".
" ya deh...enggak. Aku mengejek mu di siang hari sampai malam hari saja".
"eh... lagi? ".
" enggak...enggak... bercanda aku".
__ADS_1
Aku pun tertawa dan duduk di sampingnya.
"oh, ya Li... ".
" ya, kenapa? ".
" Sudah sejak kemarin kak Roy tidak menghubungiku".
"mungkin dia sibuk".
" enggak, biasanya dia selalu menghubungi ku, setiap hari bahkan pagi siang dan malam".
"wow, sudah macam rentenir saja dia".
" whatt? rentenir... Dasar kamu Li... ". ucap vivi yang mulai memukul ku dengan bukunya.
"tapi ini beneran tahu, aku gelisah". lanjutnya dengan ekspresi penuh khawatir.
" Galau ya...?". ucap ku menggodanya.
"hmm... ". vivi mulai menyangga pipi dan mencorat coret bukunya.
beberapa saat kemudian bell berbunyi, semua murid berbondong - bondong memasuki kelas. Sekarang suasa kelas tampak ramai dan ricuh. Aku mulai bangkit dan berpindah duduk di bangku ku. Pelajaran dimulai seperti biasa, sampai jam istirahat pun tiba.
Di kantin sekolah. Aku dan vivi duduk berhadapan di salah satu meja kantin.
" Li... mau makan apa?".
__ADS_1
"menu hari ini apa ya?".
" kayaknya ada soto, bakso, sama nasi".
"ah, aku malas sekali mau makan".
" kenapa? kita makan bakso saja ya? aku pesan kan dulu".
"oke deh... ".
Vivi mulai memesan makanan dan minuman lalu duduk lagi di depan ku.
" oh ya, maaf kemarin aku langsung pulang saat melihat mu sudah tertidur".
"ya, gak papa vi. trims ya... kamu sudah mau menemaniku dan mendampingi ku".
" sssstt... kita kan sahabat, sudah sepantasnya aku melakukan itu". ucap vivi yang mulai menggengam tangan ku dan memberi senyum hangatnya pada ku. Aku merasa lega dan bahagia memiliki sahabat sepertinya.
"ini dek baksonya, ini es nya". ucap Ibu kantin menaruh nampannya dan memindahkan mangkok bakso dan es.
" oh, ya bu makasih ya". ucap vivi tersenyum ramah
"iya, dihabiskan ya? makan yang banyak". ucap Ibu kantin yang juga tersenyum dan mulai pergi.
vivi masih tersenyum dan mulai mengambil sendok garpu nya.
" Ayo Li makan... ". ucap vivi memberikanku sendok dan garpu
__ADS_1
" oh, ya vi... selamat makan ya". ucap ku tersenyum dan mulai menikmati bakso itu.