
Tidak terasa hari sudah mulai sore, terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah. vivi segera menghampiri pintu dan membukanya.
ceklekkkk..... (suara pintu terbuka)
"ehh bibi sudah datang".
" iya non vivi... ".
" Masuk bi... di dalam ada temen vivi".
"oh, si non Lily ya...? ".
" iya Bi... ".
" eh, Non Lily... sudah lama disini?".
"Dari kemarin Bi, Lily temanin vivi tidur". jawab ku
" oh begitu. kalian sudah makan belum?".
"Tadi kita udah belanja Bi, tapi belum sempat masak". jawab vivi.
" kalian hanya makan cemilan saja dari pagi?".
kita berdua mengangguk pelan.
__ADS_1
"ya sudah, Bibi masakan dulu ya".
" ehh vi, kayaknya aku harus pulang deh".
"lho... kok buru - buru sekali Non Lily? tidak makan dulu? ".
" iya, tidak Bi... Lily sudah rindu dengan rumah Lily... hehehe".
"ya sudah kalau begitu, aku antar sampai gerbang ya?".
" Oke vi... ".
" Dah, sampai sini saja. aku bisa pulang sendiri kok kan deket".
"hmm iya deh,, hati - hati di jalan ya".
Aku pun berjalan pulang, di perjalanan aku melihat mobil yang tampak seperti milik kak Roy. ya benar... Mobil sedan dengan warna hitam itu milik kak Roy. Aku melihat dia sedang berada di luar mobil dengan seorang wanita. dan lagi, ada teman dia juga di dalam mobil. beberapa saat kemudian wanita itu di dorong masuk ke dalam mobil dan di bawa pergi oleh mereka berdua.
Aku tidak tahu, wanita itu memiliki masalah apa dengan mereka tapi... Ku rasa ini ada yang aneh. Aku mencoba mendekat ke tempat mereka tadi bercakap ku lihat ada ada dompet yang terjatuh. Ku buka dompet itu dan ku lihat isi di dalam nya. ku tengok kartu nama yang ada di dalam dompet.
"Nama ini...ini bukan kah nama yang di sebut vivi kemarin?".Gumam ku sambil memegang kartu nama itu.
iya kartu nama itu bertuliskan nama Veny aulia Dwi. dia juga masih murid pelajar seperti ku. umur kita pun sama. Aku merasa ada yang tidak beres dengan si Roy. Aku menjadi ingin lebih tahu tentang si Roy ini. Aku tidak ingin sahabat ku terlibat dengan hal yang menyakitkan suatu hari nanti. Aku segera memasukan kembali kartu identitas itu dan menyimpan dompet itu dalam tas kecil ku. Aku melanjutkan perjalanan pulang ku sampai di rumah.
tok... tok... tok....
__ADS_1
"Budhe.... Lily pulang... ".
" ya sebentar.... ".
ceklek.... ( suara pintu terbuka )
" Hai sayang, kamu sudah pulang?".
"iya Budhe". ucap ku sembari memasuki rumah dan mulai duduk di sofa.
" sudah makan belum kamu?".
"Belum Budhe, Lily laper... ". ucap ku sambil mengelus perut ku.
" ya sudah, sana makan dulu terus mandi ya".
"iya Budhe...". Aku segera bangkit dari sofa dan menuju meja makan, setelah selesai makan dan mandi. Aku mulai ke taman belakang rumah ku. Aku menikmati beberapa bunga ku disana yang tumbuh dengan baik. Bunga - Bunga itu begitu cantik dan wangi. aku semakin betah disana. Aku yang menikmati suasana disana, tidak sengaja aku seperti melihat seorang wanita yang masuk ke dalam rumah, ku kira itu Budhe. Aku mulai menyusul Nya dan dia terus berjalan dan memasuki ruang kamar ku. aku begitu penasaran dan membuka kamar ku. Di dalam tidak ada siapa pun, ini aneh sekali. aku merasa berhalusinasi.
"Lily.... ". panggil Budhe Ana dari belakang.
" Ya Budhe... ". aku menengok ke arah nya. Budhe tampak masuk ke dalam kamar ku dengan membawa segelas susu hangat untukku.
" ini... minum dulu...mumpung masih hangat".
"iya, terimakasih Budhe... ". aku mulai mengambil gelas itu dan meminumnya sampai habis.
__ADS_1
" Berikan gelasnya pada Budhe". ucap Budhe ana mengambil gelasnya kembali yang sudah kosong.