
Akhir cerita Budhe membuat tangis ku pecah, fikiran ku mulai melayang dan kalut tenggelam dalam cerita itu. Titik cahaya mulai muncul di seisi otak ku serpihan demi serpihan ingatan itu mulai muncul perlahan. Diri ku seakan memasuki dimensi itu lagi... sepi sunyi suara hujan yang mengiringi kejadian itu menjadi saksi bisu kepedihan yang pernah aku lihat dengan kedua mataku.
teriakan itu...jeritan itu....rintihan itu...rasa takut... rasa pedih... ahhh aku tak kuat membayangkan dan merasakan itu lagi...
Aku berteriak dengan begitu nyaring nya membuat Budhe Dan vivi kaget dalam suasana heningnya.
"aaaaaggghhhhh....!!! aaaaaaagggrrhhh!!!! ". aku menjerit tanpa sadar dengan penuh frustasi.
" sayang, tenangkan dirimu". ucap Budhe yang mulai memeluku erat. Vivi yang memegang tangan ku seolah ingin ikut menenangkan hati ku yang kalut dalam memori ingatan mengerikan itu. Tubuhku mulai melemah dan rapuh fikiran ku mulai melayang. Teralih.... diriku seakan diisi sesuatu yang mengalahkan jiwa ku.
siapa ini, mengapa aku merasa ada dua jiwa dalam diriku...
"Lily... lily.... ".
suara itu, suara itu lagi yang memanggilku.
__ADS_1
" Lily.... kemarilah... kemari... ".
suara itu terus memanggilku, jiwa ku seolah tertarik dan ikut tenggelam dengan suara suara itu. kenapa ini... apa ini... apa yang terjadi denganku... kenapa rasanya sunyi dan gelap.
Rasanya aku terus berjalan agar menemukan sebuah jalan, aku melihat ada setitik cahaya disana dan aku mulai menghampiri nya. Sampai di titik cahaya itu, terlihat seorang Gadis menari dengan lembut, seolah dia fasih dalam tarian itu. Dia mengenakan pakaian serba bewarna hijau, mahkota di kepalanya ikut menghiasi cantik raut wajahnya. dia tersenyum... tersenyum ringan tanpa beban. Dia mulai melihat ku, menatap ku dan mulai mendekatiku.
"Lily.... Lily.... ". Panggilnya sambil menari mengelilingiku.
" suara itu... suara itu dari mu". ucapku spontan menebak.
"Lily.... Kamu sudah menyadari keberadaanku". lanjut dia berbicara dan berhenti menari di hadapanku.
"Siapa kamu sebenarnya? dan dimana aku? kenapa aku disini? pulangkan aku... aku ingin pulang... ". semua pertanyaan ku lontarkan, hingga membuat nafas ku kacau terbata - bata karena nya.
" Di sini adalah jiwa mu dan jiwa ku. Kamu adalah aku. dan aku adalah kamu". jawabnya yang mulai duduk di sebuah kursi bak istana mewah.
__ADS_1
"suasana apa lagi ini, kenapa berubah menjadi sebuah istana". bisik ku yang begitu heran.
" tenangkan Hati mu, jika kamu ingin kembali".
"apa maksut mu?".
" aku akan menguasai jiwa dan raga mu jika kamu lemah".
Aku begitu bingung dengan ucapan demi ucapan Gadis itu, kenapa dia berbicara seolah sedang berhalusinasi. Apa maksutnya dengan menenangkan hati.
"Aku akan mengambil alih dirimu yang kosong, agar Roh yang lain tidak mengambilnya".
" Apa maksutnya? aku sangat tidak paham dengan perkataanmu itu".
"kamu akan tahu, dengan berjalannya waktu. sekarang pulanglah. dan kendalikan dirimu".
__ADS_1
" Kita akan berbagi Raga mulai hari ini". lanjut Gadis itu berkata lalu menghilang begitu saja.
Aku mulai membuka mata ku yang terpejam, posisi tubuhku kenapa tertidur di lantai. Oh Tuhan... kenapa Budhe Ana dan Vivi saling memeluk di kejauhan sana raut wajah mereka seakan takut dengan sesuatu. Aku mulai susah payah bangkit dari posisi tubuhku yang terbaring lemah, ahhh kepala ku sangat pusing. tubuh ku rasanya lemas, Aku mulai mengangkat satu tangan ku seolah meminta tolong kepada Budhe dan Vivi. mereka lalu Berdiri dan menghampiriku.