Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 33


__ADS_3

Di luar tampak begitu ricuh, terdengar ada beberapa orang sedang bercakap di ruang tamu. beberapa saat kemudian Budhe mengetuk pintu kamar ku dan masuk ke dalam. Dia menghampiri ku yang masih tertidur dengan selimut lengkap.


"Lily.... Lily... bangun sayang, ada yang mencarimu".


Aku pun langsung bangun dan duduk.


" Siapa Budhe...?".


"itu, orang tua vivi yang di luar".


" Apa? aku langsung bangun dari ranjangku dan menemui orang tua vivi".

__ADS_1


"Tante mina om Rudi, ada apa ya? tumben sekali kesini pagi - pagi?".


mereka berdua tampak gelisah dan saling memandang satu sama lain.


" ini ada apa? kenapa sebenarnya?". Aku semakin bingung melihat ekspresi kedua orang tua vivi. Budhe mulai mendekati ku dan bercerita bahwa, kedua orang tua vivi kehilangan vivi sejak kemarin sore. Aku yang mengetahui hal itu langsung tersentak kaget. aku panik... panik sekali, rasanya badanku lemas. lemas seperti tiada tulang yang menyangga. Aku terduduk dan menutup muka ku. Aku hanya bisa berkata dalam hati. seharusnya kemarin aku bersama dengannya. meski dia mengusir ku bagaimana pun. seharusnya aku disana dan tidak meninggalkannya pergi begitu saja.


Aku menyesal... aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri... aku menangis, menangis tiada henti.


" kami akan lapor ke polisi jika sudah 24jam". ucap Om rudi


"Lalu... sekarang kita bagaimana?". ucap Tante mina yang begitu khawatir.

__ADS_1


" Aku ada orang yang bisa di curigai disini".


"Siapa dia?". tanya om Rudi


" Dia Roy Wijaya, alumni Sekolah ku".


Kita mulai menuju ke sekolah, disana tampak sepi. karena ini hari libur semester terakhir. tapi kami masih bisa menemui guru piket dan meminta informasi tentang alamat kak Roy.


setelah beberapa jam kami berhasil mendapatkan alamatnya, tidak lama setelah mendapatkan alamat itu kami langsung mencari alamat itu dan menemukan rumah kak Roy. tapi sayang rumah itu sudah lama kosong dan tidak ada yang menempatinya. Om Rudi dan tante mina pun pasrah, dan memutuskan untuk pulang terlebih dulu untuk beristirahat sejenak dan melanjutkan pencariannya lagi nanti. tapi aku tidak sabar. Aku kurang sabar menunggu dan menunggu. tidak ada kata istirahat untuk ku. Akhirnya ku putuskan untuk turun di rumah itu. dan mencari informasi di sekitar sana. setelah beberapa jam aku merasa lelah dan letih, rasa nya haus sekali. aku mencoba mencari warung untuk membeli minum. tidak sengaja aku bertemu dengan teman kak Roy, ya teman dia yang sekilas aku lihat waktu itu. Aku segera membayar minuman ku dan mengikuti orang itu. ku lihat dia mulai berjalan pelan ke arah rumah tua milik Kak Roy yang katanya sudah lama kosong itu. aku mengendap mengikutinya masuk. Terdengar beberapa orang bercakap di dalam sana. Ku rasa itu suara kak Roy. aku masih bersembunyi dan duduk di tempat yang tidak terlihat oleh mereka. Setelah suasana tampak sepi, aku mulai berdiri dan berjalan masuk lebih dalam dari rumah itu. Sepi... sunyi... Bau anyir di mana - mana. Aku sempat batuk karena mencium bau anyir yang begitu menyengat, aku mulai memasuki salah satu ruangan, di sana tampak gelap, aku tidak mampu melihat apa pun. Aku mencoba keluar dari rungan itu dan ingin pergi dari sana. tapi aku mendengar suara... suara apa ini. aku mulai mencarinya ku nyalakan senter HP ku, Ku sorotkan senter ku di sekeliling ruangan tampak seorang wanita terikat di kursi dengan mulut tersumpal kain.


Aku penasaran dan mendekatinya, semakin dekat, dekat dan dekat. spontan aku kaget saat tahu itu adalah vivi. Aku segera melepaskan ikatannya, air mata ku tak bisa tertahan aku menangis, menangis melihat kondisi nya yang seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2