Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 13


__ADS_3

Sampai di depan Rumah, Aku menatap tajam aura suasana rumah ku. Kenapa rasanya berbeda sekali, tidak seperti biasanya. Aku merasa asing dengan tempat tinggal ku sendiri. Aku mencoba melangkah kan kaki untuk masuk kedalam rumah, rasanya sunyi dan sepi. Budhe pun tidak terlihat di dalam rumah, entah pergi kemana dia. Aku mulai masuk ke dalam kamar dan menaruh tas serta mengganti pakaianku. Selesai dengan itu, aku mulai merebahkan diriku di atas Ranjang tidurku. Ku pandangi langit - langit kamar ku yang tampak kusut.


ini terasa aneh, atau aku hanya terlalu banyak berfikir saja hari - hari ini. entah lah... rasanya otak ku ingin meledak saat memikirkan masalah itu lagi, Aku mulai bangkit dari tidur ku dan pergi menuju taman Bunga belakang rumah.


Aku merasa aneh saat mencium aroma bunga yang sangat familiar ini.


"Kenapa aku mencium aroma bunga itu lagi, padahal aku tidak menanamnya di sini". Gumam ku sambil mencari asal aroma itu.


Ternyata di sudut taman sana ada tanaman bunga itu, ya itu bunga Cempaka atau sering juga di sebut dengan nama Bunga krantil. Aroma nya yang khas memecah semua pikiranku. Rasanya aku ingin mendekat dan memetiknya...aroma nya yang sangat menggoda menimbulkan hasrat diriku yang ingin memakannya. Aku mulai menggapai dan memetiknya satu, mulai ku arahkan bunga itu kedalam mulut ku. Sebelum bunga itu benar - benar masuk ke dalam mulut ku. Aku di kagetkan oleh sahabat ku Vivi yang memanggilku dari pintu belakang rumah.


"Li... lily... ". teriak Vivi kepadaku


Aku yang kaget tak sengaja menjatuhkan bunga itu dan tidak jadi memakannya. Aku mulai pergi dari sana dan pergi menghampiri Vivi yang berdiri di bibir pintu.


" Kapan kamu datang? ". tanya ku heran, biasanya dia mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke rumah ini.


" maaf ya, aku sudah mengetuk pintu tadi. tapi tidak ada sahutan, pintu pun masih terbuka jadi aku masuk saja dan mencarimu ke sini".


"oh, astaga. Aku lupa menutup pintu tadi". ucap ku menepuk kening.


" Hmm makanya tumben pintu terbuka, biasanya kan selalu tertutup".

__ADS_1


"iya, ayo duduk di ruang tengah saja, aku buatkan minum dulu".


" ok... ".


Vivi mulai berjalan dan duduk di sofa, dan aku mulai membuatkannya minum.


" Nih, minum... ".


" Makasih... ". ucap dia tersenyum manja


" hmm,, habiskan tuh... nanti aku buatkan lagi".


"ha.. ha... ha... ". aku tertawa terbahak bahak


" oh, ya... Budhe mana? ". tanya Vivi sambil menengok kesana kemari mencari Budhe.


" Tidak tahu, kayaknya pergi keluar". jawab ku sambil mengangkat kedua bahuku.


"oh... ". ucap Vivi singkat sambil menyruput minumannya.


" Vi... ".

__ADS_1


" ya... ".


" Apa itu masih sakit? ".


" Apa? oh ini. Gak seberapa sakit kok, sudah jangan terlalu di fikirkan".


"Maaf ya vi... ".


" Stop. jangan tunjukan ekspresi itu lagi".


"Aku merasa bersalah... ".


" ssstttt.... diam gak boleh bahas itu lagi. Ok. ".


Aku mencoba menganggukan kepala dengan sangat berat, Karena perasaan ku masih merasakan rasa bersalah yang cukup dalam.


" Jangan di fikirkan lagi, itu pun bukan kamu juga". ucap Vivi yang melempar senyumnya kepada ku.


Aku pun mencoba membalas senyumannya dan mengesampingkan perasaan bersalah yang amat menghantuiku ini.


Aku berharap bahwa akan segera menemukan solusi tentang diriku yang sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2