
Di pasar swalayan.
"Vi, mau belanja apa kita?".
" Beli sayur, daging, sama cemilan nanti".
"oke deh... aku kesebelah sana dulu ya".
" iya, kamu cari cemilan saja. Aku mau beli daging dulu".
"Oke... ".
Aku mulai berkeliling dan memilih cemilan yang aku suka, Saat terlalu asyik memilih cemilan ternyata aku melupakan sesuatu. yaitu keranjang untuk menaruh belanjaan yang aku pilih. Tangan ku sudah penuh dengan cemilan, sampai aku susah membopongnya. Dengan teramat hati - hati aku mulai pergi untuk mengambil keranjang. Tidak sengaja aku bertabrakan dengan seorang gadis kecil yang sama membawa begitu banyak cemilan di tangannya.
" Aduh.... ". serentak kami berdua menjatuhkan cemilan itu.
" ehh,, Adik kecil kamu tidak apa - apa?". tanya ku yang begitu khawatir dengan keadaannya.
Aku kira dia terluka karena bertabrakan dengan ku ternyata dia baik - baik saja. dan itu membuat ku lega.
"oh, kita ternyata sama ya". ucap ku sambil duduk tersenyum dengannya.
" maaf kak... ".
" Tidak apa - apa, kakak juga salah kok. emm sebentar kakak ambil kan keranjang dulu".
Gadis itu masih berdiri disana dan menatapku hingga aku kembali padanya.
"ini, pakai kranjang mu ya supaya kamu tidak ke susahan membawa cemilanmu".
" Terimakasih kak... ". ucapnya yang mulai memasukan cemilannya ke dalam keranjang miliknya dan lalu pergi. Aku yang juga membereskan cemilan ku yang berserakan tiba - tiba di kagetkan oleh Vivi dari belakang.
" Woy.... ". dia menepuk kedua pundak ku.
" hizztt.... aduh vi, aku kaget".
"kamu ngapain?".
__ADS_1
" ini, aku gak sengaja tabrakan dengan anak kecil tadi, jadi berserakan cemilan yang ku pilih".
"oh, begitu... sini aku bantu".
" huh, selesai juga".
"ya sudah, ayo kita bayar terus pulang".
" ok ayo... ".
Di kasir semua belanjaan mulai di hitung dan keluar struk pembelian,
"ini mbak kartunya". vivi menyodorkan kartu kredit milik keluarganya.
"tunggu sebentar ya mbak". ucap seorang kasir.
"ini mbak kartu dan struknya, terimakasih selamat datang kembali ya.... ".
Aku dan vivi segera pergi keluar toko dan berjalan pelan di pinggir trotoar.
" Li... kita naik taksi saja ya?".
" iya, itu ada taxi. stop dong".
Aku mulai memanggil taxi itu, dan taxi mulai menepi. aku dan vivi langsung memasukan barang belanjaan dan duduk disana.
"sudah jalan pak". ucap vivi
pak sopir itu terlihat menganggukan kepalanya dan mulai melajukan mobilnya.
Sampai di rumah Vivi langsung membongkar belanjaannya dan menaruhnya di tempat masing - masing.
" Vi.... ".
" ya.... kenpa Li?".
"memangnya, orang tua mu tidak pulang berapa hari?".
__ADS_1
" oh, tadi mereka telfon. besok baru bisa pulang".
"lha terus kamu nanti malam di rumah sendirian?".
" enggak, bibi nanti sore sudah balik sini lagi kok".
"oh begitu... ya sudah".
" kamu tidak menginap disini lagi?".
"enggak deh... kasihan Budhe di rumah sendirian".
" iya juga sih... ".
" Apa kamu saja yang menginap di rumah ku?".
"nah... itu, aku juga tidak mungkin ninggalin bibi sendirian di rumah kan?".
" hah... ya sudah lah, aku pulang nanti sore saja ya".
"oke... nih minum dulu". ucap vivi menyodorkan ku minuman kaleng yang dingin.
" trims vi... ". aku membuka dan meminumnya.
" Ok, sama - sama. aku lanjut bereskan belanjaan ini dulu ya".
"mau aku bantu?".
" tentu boleh... ".
" sini berikan pada ku, ini disini kan". ucapku meletakan beberapa belanjaan vivi di kulkas.
"ya letakan di sebelah sana... ". ucap vivi menunjuk ke bagian bawah kulkas.
" ya sana.... ". ucapnya lagi.
" Sudah selesai...".
__ADS_1
" sipp hehe.... trims ya". ucap vivi tersenyum pada ku.
"oke... sama - sama.... ".jawab ku membalas senyumannya.