Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 17


__ADS_3

Pak witoyo mulai menyiapkan rekaman itu, dan memutar video pada hari kejadian. Aku dan Vivi duduk manis menonton Video itu, Sesekali aku dan vivi mengernyitkan dahi karena bosan melihat video yang tak kunjung sampai dan terlihat kejadian tragedi itu. Vivi yang mulai mengantuk sesekali menekuk kepalanya dan menyangga nya lagi supaya tidak benar - benar tertidur.


"Li... kenapa tak sampai juga video ini".


" iya sabar vi, coba kita percepat bagaimana?".


"memangnya bisa?".


" aku coba ya". Aku mulai mengotak atik video nya untuk mempercepat kejadian tragedi kecelakaan itu.


"gimana Li.. bisa? ". tanya vivi yang mendekatkan dirinya pada ku.

__ADS_1


" ini lagi aku coba".


"kamu ingat - ingat deh, tragedi itu terjadi di jam berapa? ".


" Kamu benar sekali vi... Video itu tidak ada di hari ini".


"maksut kamu? karena kejadian itu terjadi pada waktu jam 00.00, tepatnya hari sudah berganti bukan?".


"ok... ". Aku mulai memutar video itu dan benar, tepat di waktu jam 00.00 kecelakaan itu terjadi, Terlihat dalam video itu ada anak kecil yang berada di tengah jalan, dia berdiri di sana dan berjalan pelan, beberapa detik kemudian bus itu menabrak anak kecil itu, tapi aneh nya. Bus itu malah terpental rusak parah, dan menghantam dua mobil yang berlawanan arah. Anak kecil itu masih tampak berdiri disana dan hujan mulai mengguyur tempat kejadian itu. Beberapa jam kemudian para medis turun dan menolong para korban. Banyak jasat yang berhamburan dijalanan termasuk papa dan mama ku. Karena rasa penasaran ku dengan anak kecil itu, aku mulai memutar video itu beberapa kali lagi dan memper besar gambar itu. Aku tampak tidak asing dengannya. aku berfikir sangat keras untuk mendapatkan jawabanya. sampai vivi berkata.


"Li... itu kamu kan? ". ucap Vivi menunjukan jarinya ke arah gambar gadis itu.

__ADS_1


" Apa? ". jawab ku kaget.


" iya... Gadis kecil yang tertabrak bus itu kamu kan? ". ucapnya lagi meyakinkan ku


" Itu tidak mungkin aku". Aku membantah ucapan vivi


"iya, itu jelas kamu. aku hafal dengan baju yang sering kamu pakai waktu kecil dulu". ucap vivi lagi mencoba meyakinkan ku.


Aku mulai mengingatnya sedikit demi sedikit, dan itu semua ternyata benar. itu aku. aku yang berada dalam kecelakaan itu. Aku yang mengakibatkan kecelakaan itu. Tapi kenapa? dan bagaimana bisa? aku tidak ingat semua kejadian itu. Kepala ku begitu sakit saat mengingatnya dengan keras. Aku tidak bisa mendapat serpihan memori ingatan ku waktu itu. Yang ku ingat hanya setelah kejadian itu terjadi. Badan ku mulai memanas, fikiranKu mulai kacau, gelisah... perasaan ini begitu gelisah... Bagaimana bisa aku sampai di tempat itu, sedangkan mobil dan kaki lebih cepat mobil bukan. tapi kenapa aku bisa ada di tengah jalan itu sebelum mama. dan kenapa bisa bus itu malah terpental setelah menabrak ku. kenapa aku tidak mati? kenapa malah mereka semua yang mati?".


ini aneh, aneh sekali.. aku tak kuasa menahan air mata ku... dan aku tak kuasa membiarkan diri ku untuk tetap baik - baik saja setelah melihat kejadian itu.

__ADS_1


Aku pembunuh, secara tidak sengaja aku membunuh mereka semua. orang - orang yang tidak bersalah... kenapa... kenapa ini terjadi... hati ku begitu pilu. Aku menangis tersedu - sedu dan sahabatku vivi mulai merangkulku, dia mencoba menenangkan diri ku yang kalut dalam tragedi itu.


__ADS_2