Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 28


__ADS_3

Di sekolah.


"Li... haha, tidak terasa ya Ujian tes sudah selesai. dan besok sudah mulai liburan".


" iya, kamu benar". jawab ku lesu menaruh kepala di atas meja.


"eh, kamu kenapa hilang semangat".


" iya nih vi, ya ampun... semangat ku hilang".


"kenapa? cerita dong... ".


" Aku saja gak tahu aku begini".


"heh... dasar kamu Li... ".


" eh ngomong - ngomong itu si Roy masih hubungi kamu gak?".


"oh dia... iya masih kenapa?".


" enggak sih, tanya aja".


"oh, ya nanti aku mau ketemu lho sama dia".


" ketemu, dimana?".


Aku spontan langsung mengangkat kepala ku dari atas meja.


"Dia bakalan jemput kok di sekolah, kamu kenapa? langsung semangat dengar nama dia".


" Enggak bukan gitu, ehmm boleh gak aku minta tolong hari ini saja".

__ADS_1


"tolong apa?".


"anterin beli buku, aku butuh banget".


aku hanya membuat alasan saja supaya mereka batal bertemu.


"tapi.... ".


" Ayo lah vi, kali ini saja". Aku mencoba mengulur waktu, agar vivi tidak bertemu dulu dengan kak Roy, sebelum aku tahu siapa Kak Roy yang sebenarnya.


"iya deh... aku batalkan dulu pertemuan ku dengan kak Roy".


" oke deh... makasih vi kamu memang yang terbaik".


untuk saat ini aku merasa lebih lega, tapi tidak mungkin, aku membuat vivi terus menghindari kak Roy.jika aku menjelaskan tentang apa yang ku lihat dan tentang kejadian yang ku alami kemarin apakah vivi akan memahaminya, ku rasa tidak. aku takut dia akan kecewa dan salah paham terhadap ku.


Aku harus sangat ber hati - hati dalam mengambil langkah ini.


"Li... kamu mau cari buku yang bagaimana?".


" emm... Aku butuh buku pepak bahasa jawa".


"what... buat apa?".


" ya, aku mau belajar saja. aku kurang faham tentang aksara Jawa".


"oh, oke... aku bantu kamu carikan".


" iya... aku kesebelah sana dulu ya".


"oke Li... ".

__ADS_1


setelah lama berkeliling dan mendapatkan buku itu, aku dan vivi segera beranjak pergi dan mampir ke kedai coffe.


" mau minum apa kamu vi?".


"coffe latte saja".


" oh, oke aku pesan kan dulu".


"iya... trims".


Vivi tampak memainkan HP nya lagi, dia begitu tampak serius, aku pun mulai mendekatinya dan membawakan kopi pesanannya.


" Nih, punya mu... ". aku meletakan kopi itu di hadapannya. tapi tatapannya masih tertuju di layar HP nya saja.


" serius amat sih vi... ". ucap ku lagi. tapi dia tidak respon sama sekali. Aku hanya bisa diam dan menghabiskan secangkir kopi milik ku.


Setelah selesai dengan itu, aku berjalan pulang dengan vivi. dia masih tampak sibuk memainkan HP nya lagi. Aku hanya bisa menarik nafas panjang dan menghembuskannya begitu saja.


"eh... eh... Li... ". dia mulai berbicara pada ku setelah setengah perjalanan kita lalui dengan diam.


" iya kenapa?".


"Aku mau cek darah?".


" what... cek darah? untuk apa? tanya ku heran dan kaget.


"Aku hanya ingin tahu, golongan darahku"


"bukan kah, waktu itu kita sudah pernah cek golongan darah?".


" iya... Tapi aku lupa data ku pun hilang entah kemana yang waktu itu".

__ADS_1


Aku terdiam heran dengannya. kenapa tiba - tiba sekali dia mengatakan itu. padahal yang ku tahu vivi teramat takut dengan jarum suntik. Ini membuatku penasaran dan ingin tahu lebih banyak lagi. Pasti ada maksut tertentu atau ada hal yang mendorong dia untuk melakukan tes darah itu. Aku harus dapat jawaban yang pasti darinya.


__ADS_2