Sisi Gelap Ku

Sisi Gelap Ku
episode 42


__ADS_3

jam menunjukan pukul 06.00 pagi. Aku mulai membuka kedua mata ku dan bangun dari tidur ku. segera aku duduk dan menyandarkan diriku.


beberpa saat kemudian perawat datang memberikan sarapan dan obat yang harus ku minum, perawat itu pun juga memberikan ku suntikan beberapa kali melalui infus yang di pasangnya lagi.


"Sudah, ya... makan yang teratur dan minum obat nya". ucap perawat itu dengan lembut


" iya, Sus...oh ya, kapan saya sudah boleh pulang?". tanya ku yang sudah mulai jenuh dengan suasana rumah sakit.


" dua hari lagi, kemungkinan sudah boleh pulang".


"dua hari lagi? kenapa lama sekali?".


" iya, harus tunggu jahitan nya benar - benar kering dan di ambil, baru boleh pulang. oh ya, maaf sebentar saya belum cek jahitan nya hari ini. saya bersihkan dulu ya?".


"iya Sus silahkan".


Perawat itu mulai membuka baju pasien ku dan melihat bekas luka di perutku, Pupil mata nya tampak membesar seakan kaget dengan sesuatu yang dia lihat.


" Sus, kenapa?".


"Aneh... ".


" maksutnya?".


"oh, tidak... saya bersihkan ya luka nya".


" iya, silahkan... ".


" emm.. maaf sebelumnya, apa adek merasa kan sakit di bekas luka ini?".


"Tidak...".


" sejak kapan?".

__ADS_1


"semalam...".jawab ku,


Aku langsung teringat kejadian semalam saat bertemu dengan suju dan melihat kejadian masa lalu di ruangan ini.


Aku pun baru menyadari rasa sakit yang kurasakan pada luka ku, kenapa cepat sekali hilangnya, Aku pun mulai menengok bekas luka tusuk di perutku.


luka ku hilang, dan di perutku hanya tersisa jahitan yang seperti lukisan saja, ini tidak luka. ini tidak sakit juga, hanya ada memar kebiruan, dan jahitan itu seperti semu yang hampir hilang.


"ini... bukan kan kah aku terluka, kenapa bisa jadi begini?".


" entah, lah... ini juga membuat ku heran". kata suster yang mulai menutupkan baju ku.


"tapi, suster lihat sendirikan kalau aku terluka?".


" iya, saya melihatnya bahkan saya yang menjahit luka itu bersama dokter Hermawan".


"kalau begitu, apakah hari ini sudah boleh pulang?".


" nanti, dokter hermawan akan kesini dan memutuskan nya, semoga saja segera boleh pulang ya?".


" saya permisi dulu".


"ya... ".


Aku masih merasa bingung, kenapa bisa luka itu hilang dan hanya membekas seperti gambaran saja, Aku pun membukanya lagi dan melihat luka ku lagi...


"Kenapa bisa begini?". batin ku heran.


" Pagi... sayang... ". ucap budhe Ana mulai memasuki ruangan.


dia mulai mendekat dan mencium kening ku.


" Pagi... ".

__ADS_1


" lho... kenapa lesu sekali?".


"Tidak apa-apa.


" kenapa ayo cerita, tidak bisa tidur dengan nyenyak semalam?".


Aku tidak menjawabnya lagi dan langsung menunjukan bekas luka ku.


Budhe tampak heran, tapi dia coba memberikan ekspresi tenang pada ku.


"Ahh Lily sudah sembuh, pasti hari ini sudah boleh pulang".


" bukan begitu Budhe... ini aneh".


"Lily...kita bahas ini di rumah saja ya".


" kenapa?".


"Budhe akan ceritakan semua yang Lily mau tanyakan".


" sungguh?".


"iya... ".


" Hari ini akan ada polisi yang datang kemari, dan bertanya kepada mu. Kamu bisa jawab dengan jujur kejadian yang kamu dan vivi alami".


"Polisi?".


" ya,, kamu tidak usah khawatir, tidak apa - apa, Budhe akan mendampingimu dan vivi".


"ya... terimakasih Budhe.. ".


" Sudah, kamu belum sarapan kan? ayo makan. Budhe suapin... ".

__ADS_1


Aku pun tersenyum dan mulai sarapan.


__ADS_2