
Aku yang mulai tidak sabar akan semua hal dan kejadian yang aku alami, mulai ku memberanikan diri untuk bercerita panjang lebar kepada Budhe Ana. Vivi sahabatku yang ikut mendengarkan ceritaku pun tak lepas dengan dekapannya di lenganku.
Ku lihat Budhe Ana mulai mengambil nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. tampak terlihat raut wajahnya yang mulai gelisah dan cemas.
"Budhe... Apa Budhe tau sesuatu tentang kejadian yang Lily alami..? ".tanya ku sambil menggengam tangan Budhe.
" Budhe bingung, harus bercerita mulai dari mana". Raut wajahnya tampak semakin cemas.
"Budhe, tolong. Tolong lily... ceritakan semuanya secara perlahan. mulai dari awal sampai saat ini". aku semakin erat menggenggam tangan Budhe Ana. dan ku tatap ke dua matanya yang mulai gemetar dan membendung air mata.
" Budhe... akan cerita kan semuanya. Mungkin ini sudah waktunya". ucap Budhe berbalik menggenggam tanganku dan mulai bercerita.
__ADS_1
"Dulu, saat kamu berumur 5 tahun. kamu sakit keras, kedua orang tua mu tidak tahu harus berbuat apa. segala macam cara mereka tempuh mulai berobat ke dokter sampai ke dukun dia lakukan untuk kesembuhanmu.
tapi, kondisi mu tetap saja melemah dan mulai panas. suhu badan di tubuhmu melebihi orang sakit biasa, panas begitu panas. sampai pada akhirnya, kakek mu Suyono. Dia yang terkenal menjadi orang pintar dan dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Ibu dan ayah mu mulai meminta bantuannya, tapi kakek mu sudah berpesan bahwa. semua ini akan ada efek sampingnya. orang tua mu tidak mendengarkan dan hanya ingin melihat kesembuhanmu. sampai pada Hari itu, Kakek mu mengikat Roh seorang Ratu Penari. Dia mengikatkan jiwa mu dengan jiwanya. untuk kesembuhanmu. Dia mengucapkan janji pertemanan untukmu. saat kesembuhanmu, kedua orang tua mu begitu senang sampai mereka lalai akan syarat yang di berikan oleh kakek mu. Kamu yang masih kecil begitu polos, setiap hari kamu bermain dengan roh roh itu tanpa rasa beban dan ketakutan. Tapi Mama mu yang melihat kondisi mu semakin khawatir akan ke jiwaanmu.
waktu itu...kamu bermain dengan salah satu roh itu. Mama mu melihat dirimu yang sedang bermain tapi tidak dengan temanmu. hingga dia mulai menghentikan mu dan memegang kedua lenganmu.
"sayang, ayo bermain sama mama". ucap mama Lily
"teman...? ".tanya nya heran
" iya ma, itu teman ku". lily menunjukan jarinya ke arah tembok.
__ADS_1
"tidak ada orang disini sayang, ayo main sama mama saja". Rayu mama Lily
" tidak, ma... nanti dia akan marah jika Lily tidak bermain dengannya".
"Dengan siapa?! disini tuh tidak ada siapa siapa?!". suara mamanya mulai meninggi meyakinkan Lily.
" coba mama berdiri, dan tengok mereka dari kedua sisi kaki mama".
"tidak, ayo kita main di luar saja". mamanya mulai menarik tangan Lily dan dia tetap menolak.
" hmm, ok baik... mama akan melihat teman mu. tapi setelah ini kamu harus bermain dengan mama". ucap mama Lily sambil menunjukan satu jarinya. Lily pun mengangguk perlahan. mamanya mulai menuruti keinginan Lily, dia mulai mendungkrukan badannya ke bawah dan melihat ke arah belakang dengan kedua sisi kakinya. Tampak seorang gadis berambut panjang menyeringai ke arah mama Lily, spontan mama Lily langsung berdiri dan menutup mulutnya rapat - rapat, tampak matanya mulai berkaca - kaca dan nafas mulai terbata - bata. Dia yang panik langsung menarik tangan lily ke luar rumah. Dan
__ADS_1
Segera Dia memasukan Lily ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya dengan cepat ke arah rumah kakek Suyono.